---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- SU-MPR ACEH SUKSES DIGELAR DI BANDA ACEH SELUBUNG PANFLET REFERENDUM AKHIRI SU-MPR ACEH BANDA ACEH, Radio Nikoya-FM (Senin 8/11). Secara keseluruhan kegiatan terakbar, Sidang Umum Masyarakat Pejuang Referendum Aceh (SU-MPR Aceh) yang dihadiri oleh jutaan massa rakyat Aceh dari seluruh daerah Serambi Mekkah dapat disebut sukses, salah seorang anggota panitia besar Sidang Umum itu, SIRA (Sentral Informasi Referendum Aceh), menuturkan rasa harunya melihat secara langsung massa rakyat Aceh yang begitu besar hasrat dan harapannya untuk dapat dilaksanakannya referendum damai di Aceh guna mengakhiri seluruh penderitaan yang pedih selama 54 tahun tertindas dan dizalimi oleh rezim Orde Lama, rezim Orde Baru dan rezim Reformasi kemarin. Panitia menyampaikan rasa terima kasih yang sangat mendalam kepada massa rakyat Aceh yang begitu sabar mengikuti jalannya SU-MPR Aceh tersebut. Melengkapi laporan Radio Nikoya-FM sebelumnya, bahwa SU-MPR Aceh itu telah mendapat dukungan DPRD Aceh dan Pemda Aceh dalam ikut serta memperjuangkan Referendum damai bersama 4,3 juta rakyat Aceh, usai penandatangan ikrar DPRD Aceh dan pemda Aceh oleh Ketua DPRD dan Wagub Aceh, kegiatan yang merupakan sebuah lagu perjuangan rakyat Aceh dalam menghadapi penjajahan kolonialis Belanda masa lampau serta membaca 'Selawat Badar' secara bersama-sama. Pada kesempatan diakhir kegiatan pula, panitia juga membacakan surat-surat dukungan yang datang dari masyarakat Aceh di Amerika Serikat yang tergabung dalam International Forum for Aceh (IFA), masyarakat Aceh di Malaysia, Masyarakat dan Mahasiswa Aceh di Kairo Mesir serta dukungan dari Masyarakat Aceh di Singapura yang baru diterima melalui surat elektronik, yang disambut tepuk tangan oleh massa yang hadir didalam dan luar mesjid raya. Dalam kegiatan itu juga dilaksanakan acara pembukaan selubung panflet raksasa bertuliskan " Rakyat Aceh Ingin Referendum, Bergabung atau Pisah dari RI" yang dipasang di depan menara raksasa Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Mahasiswa Aceh kepada jutaan massa rakyat Aceh yang hadir, menyebutkan, mereka akan menolak ikrar DPRD Aceh dan Pemda Aceh, jika Gubernur Aceh Prof. DR. Syamsuddin Mahmud tidak ikut menandatanganinya, Ikrar itu sendiri dibuat dan ditanda tangani oleh Ketua DPRD Aceh terpilih Muhammad Yus dan Wakil Gubernur Aceh Bustari Mansyur, dihadapan massa rakyat Aceh. Usai kegiatan SU-MPR Aceh itu pukul 13.10 Wib, massa dengan tertib meninggalkan Mesjid Raya Baiturrahman dan meneruskan kegiatannya dengan pawai massal Referendum terbesar yang pernah terjadi di Aceh, mereka mengelilingi jalan-jalan protokol di Banda Aceh menggunakan sepeda motor, truck, bis umum dan kendaraan pribadi, hingga berita ini kami turunkan pukul 14.27 Wib, pawai referendum masih berlangsung dengan meriah dengan penuh semangat, sembari meneriakkan yel-yel 'hidup referendum' 'hidup rakyat Aceh' dan 'Aceh Merdeka'. Diperkirakan sebahagian massa rakyat Aceh itu pada siang ini juga akan kembali daerah mereka masing-masing, sementara itu Redaksi Nikoya-FM memperoleh kabar dari seorang massa yang baru melakukan perjalanan dari Pidie ke Banda Aceh, bahwa ia melihat di jalan-jalan negara sepanjang Banda Aceh menuju ke kota Medan (Sumatera Utara) dibeberapa lokasi telah di lumuri 'minyak solar' oleh pihak tak dikenal, diduga hal itu sengaja dilakukan agar massa yang kembali ke wilayah Pidie, Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Jeumpa dan Aceh Timur dalam jumlah konvoi yang sangat besar itu, bisa terjadi kecelakaan, karena tergelincir akibat licinnya jalan negara tersebut yang telah dilumuri minyak, namun sejauh ini belum ada yang dapat memastikan akan kebenaran berita tersebut ataukah hanya sekedar upaya provokasi untuk memancing kemarahan massa, hingga siang tadi, tak terjadi insiden apapun. Koordinator Pusat SIRA (Sentral Informasi Referendum Aceh) Muhammad Nazar S.Ag kepada Radio Nikoya-FM ditengah berlangsungnya kegiatan itu, mengatakan, saat ini SIRA sedang memulai proses rasionalisasi dan untuk menuju suatu diplomasi secara vertikal dengan berbagai pihak termasuk komonitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, melalui jaringan kerja SIRA seperti IFA, Human Right Wacth Amerika Serikat, Tapol Inggris, Amnesti Internasional, Etan yang telah terjalin bekerja dengan baik selama ini. SIRA juga akan membangun preasure politik terhadap pemerintah Indonesia melalui lembaga-lembaga Independen atau NGO's yang ada di Eropa, Amerika serta Indonesia, agar dapat memberikan peluang sebesar-besarnya untuk memberikan hak referendum kepada setiap warga Aceh dengan metode 'one man one vote'. Menurut Nazar, gema referendum telah tersosialisasi dengan baik melalui berbagai media elektronik seperti, radio, televisi dan surat kabar, pada pelaksanaan SU-MPR Aceh hari ini juga turut disiar langsung oleh Radio Nikoya-FM beserta seluruh stasiun radio swasta di Banda Aceh dan Aceh Besar hingga diakhir acara, tampak pula dilokasi kegiatan adalah rekan-rekan pers internasional dan nasional yang terus mengikuti jalannya SU-MPR Aceh tersebut. Selanjutnya kata Nazar, SIRA telah mempersiapkan beberapa agenda antara lain, menuntut PBB untuk memfokus perhatiannya lebih besar ke Aceh, melakukan tekanan politik terhadap pemerintah Indonesia dan parlemen agar segera mengizinkan referendum dilaksanakan di Aceh. (Tim). News Division RADIO NIKOYA 106.15 FM Banda Aceh Hit Radio Station URL 1 : http://www.nikoyafm.dk3.com URL 2 : http://come.to/nikoyafm ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 Nov 1999 jam 09:47:11 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
