----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 2 Desember 1999

STOP AMBON NANGISE

Saya tertarik mendengar wawancara Kapuspen TNI Mayjen TNI Sudrajat
Dalam liputan pagi RCTI <29/11> yang mengatakan bahwa  pemerintah
daerah telah meminta bantuan kepada Mabes TNI untuk peningkatan
pengamanan menangani kasus kerusuhan di Ambon yang semakin memanas.

Atas  permintaan tersebut kapuspen TNI menyampaikan usulan dari
Panglima TNI Laksamana Widodo AS yang segera memerintahkan untuk
membantu dan  mengambil alih pengendalian keamanan  dari Kapolda
kepada pangdam.

Sebagai rakyat yang mencintai dan menginginkan tetap terpeliharanya
perdamaian dan kerukunan hidup kemasyarakatan di Ambon saya sangat
setuju dan mendukung langkah ini. Karena  polisi di sana yang
bertugas  mengendalikan  pembinaan  keamanan dan ketertiban
masyarakat, rasa-rasanya mendapat kesulitan dan tidak bisa berbuat
banyak.

Mengapa? Karena kerusuhan melibatkan antar suku dan kelompok  yang
telah lama bertikai dan menyimpan dendam kesumat yang mengarah
kepada aksi kekerasan dan kriminal serta mengancam kehidupan rakyat
Ambon. Rakyat menggunakan berbagai alat pertahanan diri seperti
panah beracun, senjata buatan sampai bom rakitan yang tentunya
membahayakan ketenteraman hidup masyarakat. Polisi yang hanya
bermodalkan pentungan, gas air mata serta pistol bukan lagi menjadi
penghalang niat jelek mereka karena tidak ditakuti dan malah
dilecehkan dalam setiap langkahnya.

Oleh karena itu, saya menyambut gembira usulan pemerintah  daerah
yang meminta bantuan keamanan agar pengendalian keamanan
ditingkatkan dan diserahkan kepada Pangdam. Tentunya TNI yang
mendapat mandat harus berhati-hati dan ekstra ketat melaksanakan
tugasnya.

Lagi pula, bukan musuh yang dihadapi TNI dengan senjata  melainkan
bangsa sendiri, sehingga TNI diharapkan bertindak bijak, arif dan
tegas serta pandai-pandailah berupaya menyadarkan rakyat yang
bertikai.

Sedangkan rakyat hendaknya jangan memaksa prajurit TNI untuk
menarik picunya yang nyata-nyata merugikan kedua belah pihak.
Rakyat juga jangan mudah termakan provokasi dan hasutan
menyesatkan. Ciptakan perdamaian dan hentikan pertikaian, hidupkan
kembali tanah Ambon yang dulu terkenal di seluruh tanah air dengan
keramah-tamahannya. Bukan seperti sekarang di sana-sini banyak
pengungsi yang berduyun-duyun meninggalkan kediamannya, karena
ketakutan dan terancam teror. jadi stop Ambon nangise.

                                             Fauzi, Bekasi Selatan.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 6 Dec 1999 jam 05:54:25 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke