----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Aceh Desak Opsi Merdeka

BANDA ACEH (Waspada): Rakyat Aceh akan terus mendesak bila pemerintah pusat tidak 
memberikan opsi
merdeka dalam tuntutan referendum, ujar Rektor IAIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof. DR. 
Safwan Idris, MA.
"Itu kan hak rakyat Aceh meminta, sedangkan kewajiban penguasa memikirkannya," kata 
Safwan kepada
Waspada usai menutup Kongres Mahasiswi Indonesia di Banda Aceh,Sabtu (11/12).
Menurut Safwan, kalau pemerintahan Gus Dur tidak mencantumkan opsi merdeka dalam 
tuntutan referendum
rakyat Aceh, maka ya kita minta terus, sebab itu hak dari rakyat. Namun, bila juga 
ditolak
bagaimanapun akhirnya kita kembalikan kepada proses sejarah yang bergulir, katanya.
Ia juga mengemukakan dalam menyelesaikan persoalan Aceh harus melalui dialog. Karena, 
dengan dialog
semua pihak diuntungkan dan tidak ada pihak yang dirugikan.
Namun, kata Safwan dialog itu tidak usah secara formil formilan, sebab kalau sudah 
formil itu harus
diarahkan begini dan begitu, sehingga ungkapnya. Dia mencontohkan, bisa dialog itu 
antara Kapolda
Brigjen Bahrumsyah Kasman dengan Panglima AGAM Tgk. Abdullah Safii, karena beliau ini 
sesama manusia
dan sesama Islam.
Jadi mari kita ambil yang sangat mendalam bahwa ini persoalan antara sesama manusia 
dan persoalan
sesama agama. Untuk itu, dalam menyambut bulan puasa, Rektor IAIN Ar-Raniry Darussalam 
Banda Aceh
yang juga Wakil Ketua Majelis Ulama Aceh meminta semua pihak untuk menghentikan 
pertikaian dan dapat
menahan diri dari provokasi pihak-pihak tertentu. (b08)

Seorang Warga Matang Tewas Ditembak

PEUSANGAN (Waspada): Menjelang berbuka puasa Sabtu (11/12) petang pukul 18:15 warga 
kota Matang
Geulumpang Dua dikejutkan lagi dengan tertembaknya seorang warga. Ismail A Wahab, 53, 
warga Desa
Blang Asan tewas ditembak orang tak dikenal di tengah keramaian kota itu.
Kepala Puskesmas Peusangan Dr. Amren Rahim yang dikonfirmasi Waspada melalui telepon 
membenarkan
kejadian itu. Sebagai petugas kesehatan pihaknya bersama petugas meluncur ke TKP untuk 
memberikan
pertolongan. Namun setiba di tempat kejadian korban ditemui sudah tewas berlumuran 
darah.
Menurut Dokter Amren, berhubung waktu berbuka puasa sudah tiba pihaknya belum sempat 
memvisum
korban. Begitupun dia sudah sempat melihat luka tembak di bagian kepala dan tubuh 
korban.
Jenazah korban saat itu juga langsung dibawa pulang ke rumah keluarganya Desa Blang 
Asan, Kecamatan
Peusangan, dan akan divisum kembali dikediamannya, ujar Dr Amren.
Akibat peristiwa itu suasana kota Matang Geulumpang Dua mendadak menjadi sepi. Warga 
masyarakat yang
sedang berbelanja di pasar secara terburu-buru meninggalkan kota kembali ke rumahnya 
masing-masing.
Sementara toko-toko di kota Matang Geulumpang Dua pada malam hari tutup total, dan 
rumah ibadah di
sekitar kota Matang Geulumpang Dua tampak sepi, karena warga masih khawatir akan 
terjadinya
penembakan lanjutan aparat.
Dua Tewas Di Aceh Barat
Saiful, 25, penduduk Desa Glue Ie Itam Kecamatan Kuala tewas setelah ditembak aparat, 
sementara itu
M Din Nur, 39, penduduk Desa Blang Aman Kecamatan Saunagan tewas tertembak sendiri 
saat merakit
senapan angin, Jumat (10/12).
Menurut keterangan yang diperoleh Siaran Minggu Waspada, korban Saiful bersama 
temannya melintasi
kantor Koramil 16 Kecamatan Kuala di Ujong Patihah, saat disuruh berhenti oleh aparat 
Koramil malah
korban dan temannya tancap gas, lalu dikejar sambil dilepaskan tembakan peringatan 
tetapi juga tidak
dihiraukan, sehingga tembakan diarahkan pada sasaran yang mengenai bahu kanan tembus 
dan paha kanan
juga tembus.
Kecurigaan aparat pada korban dan temannya, diduga mereka yang menculik Serda Angkasa 
staf Koramil
04 Jeuram pada hari Selasa (7/12) pada saat mengantar daging ke rumah orang tuanya di 
Nigan dan
belum ditemukan sampai sekarang.Hal ini diperkuat dengan sepeda motor honda yang 
dikenderai teman
korban adalah milik Serda Angkasa.Sebab itulah korban dan temannya tidak mau berhenti 
waktu disetop
aparat.
Korban Saiful meninggal di RSU Cut Nyak Dien Meulaboh, beberapa jam setelah kejadian 
dan belum
sempat ditangani oleh pihak dokter, mayat korban telah diambil keluarganya dan telah 
dikebumikan
Jumat malam di Desanya.
Ekses dari penembakan korban Saiful oleh aparat Jumat sore tersebut, mengakibatkan 
rumah mertua
Kopda Zulkarnain staf Koramil. Kecamatan Kuala T. Muhammat, 65, di Nigan Jumat (10/12) 
malam dibakar
massa dan mertuanya T. Muhammad serta adik ipar Samsuar diculik massa, sampai sekarang 
belum
diketemukan dimana mereka disekap.
Sementara M Din Nur meninggal akibat peluru yang mengenai kening dan bersarang 
dibagian belakang
kepalanya meninggal setelah beberapa jam berada di RSU Cut Nyak Dien Meulaboh, usaha 
untuk
mengeluarkan peluru dari kepala korban tidak berhasil karena jaringan otak korban 
banyak yang rusak,
mayat korban telah diambil keluarganya dan telah dikebumikan Jumat malam di desanya.
Menurut keterangan yang diperoleh Siaran Mingguan Waspada, korban M Din Jumat sore 
sedang mengutak
atik senapan angin, dirakit menjadi senjata api untuk dilakukan uji coba, entah sadar 
atau tidak
yang jelas senjata makan tuan.
Suara senjata api sempat mengagetkan warga kota Jeuram, malah diisukan sedang terjadi 
kontak senjata
antara aparat dengan sipil bersenjata, masyarakat bergegas masuk ke rumah dan 
mengurung diri,
toko-toko di Jeuram segera ditutup untuk mengantisipasi kalau sempat menjadi kerusuhan.
Setelah suasana mereda dan tidak terdengar lagi suara tembakan, baru berani masyarakat 
keluar rumah
dan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), setelah mendapat penjelasan yang 
sebenarnya terjadi
baru masyarakat lega kembali membuka rumah dan toko.(tim)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 13 Dec 1999 jam 09:49:21 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke