---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 7 Desember 1999 WANITA BERPAKAIAN LORENG FOTO sejumlah personel GAM, termasuk wanita dan anak-anak dengan senjata di tangan seolah-olah siap tempur melawan TNI banyak tersebar di media massa akhir-akhir ini. Seperti pada saat memperingati HUT ke-23 GAM di Jeunib, Aceh Utara, wanita dengan mengenakan kerudung putih dan berseragam loreng tampak siap ambil bagian dalam usaha merebut kemerdekaan. Para wanita yang dikenal sebagai pasukan inong balle (janda DOM) sepertinya bangga mengenakan pakaian loreng. Namun mereka umumnya tidak mengetahui pasti apakah yang diperjuangkan tidak bertentangan dengan hukum dan perundang-undangan. Melihat penampilan wanita berpakaian loreng tersebut, hati kecil ini bukannya bangga, haru dan kagum, seperti halnya melihat Kowad, Kowani, Wara dan Polwan. Tapi prihatin dan iba. Mengapa? Pasalnya kalau yang dihadapi adalah musuh dari negara luar, mungkin sangat berguna bagi nusa, bangsa dan negara, tapi yang dihadapi adalah TNI/Polri, maka sia-sialah perjuangan mereka. Lagipula dari segi profesionalisme, jumlah personil dan peralatan tempur mustahil GAM bisa mengalahkan TNI/Polri. Oleh sebab itu, jangan sia-siakan perjuangan rakyat yang tidak berdosa. Di negara manapun gerakan separatis dengan menggunakan kekuatan bersenjata ditumpas. GAM dapat dikategorikan sebagai "pemberontak negara" karena itu jangan salahkan bila TNI/Polri melaksanakan pendekatan refresif, apalagi jika pihak GAM tertembak , karena hal ini sudah menjadi bagian dari risiko. Anggota masyarakat yang cinta perdamaian tentunya tidak menginginkan semua itu terjadi, terutama mengorbankan rakyat yang tidak berdosa. Drs. Alfiansyah Pondok Kelapa, Jakarta Timur ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Dec 1999 jam 09:05:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
