---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 15 Desember 1999 LUCUTI SENJATA API GAM BERBAGAI pendapat dan usulan elit politik, tokoh agama maupun masyarakat tentang pelucutan senjata api yang dimiliki oleh masyarakat sipil Aceh yang bergabung dengan pasukan separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sangat tepat. Sebab, kalau didiamkan, apalagi tidak diambil tindakan, maka korban-korban bertambah lebih banyak lagi. Untuk itu saya sebagai warga bangsa mengimbau kepada pemerintah, cepat tanggap terhadap keinginan masyarakat, segera memerintahkan TNI atau Polri untuk melucuti senjata api yang dipergunakan rakyat sipil di Aceh dengan menamakan dirinya pasukan GAM. Penggunaan senjata api ada peraturan, hukum dan undang-undangnya. Yakni harus ada ijin dari instansi terkait untuk penggunaannya. Di samping senjata api juga seragam TNI-nya yang dipakai oleh sipil pasukan separatis GAM harus dilucuti, agar tidak disalahgunakan untuk merusak nama TNI melalui seragam tersebut. Kekhawatiran akan selalu menghantui masyarakat kalau masalah senjata dan seragam TNI yang digunakan GAM tidak cepat ditindaklanjuti, sehingga kemelut di Aceh sampai kapanpun tidak akan selesai. Apalagi GAM terang-terangan berani melakukan penyerangan terhadap truk yang ditumpangi anggota Brimob, diberondong dengan senjata api AK-47 dan dilempari granat, sehingga banyak anggota Brimob yang jadi korban. Untuk mempertegas keinginan seluruh rakyat Indonesia, mohon kepada pemerintah secepatnya memerintahkan TNI untuk melaksanakan pelucutan senjata api dan seragamnya, sehingga TNI tidak selalu dijadikan kambing hitam dan korban pun tidak lebih banyak lagi. Ismet, Jakarta Timur. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Dec 1999 jam 07:06:04 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
