---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk TNI MENYISIR PIDIE SIGLI, (TNI Watch!, 17/12/99). Sekompi anggota TNI melakukan penyisiran di kawasan Garot-Aree Kabupaten Pidie. Dalam peristiwa itu, seorang warga ditangkap dan puluhan lainnya diperlakukan secara kasar. Sementara kondisi kawasan itu sangat mencekam dan masyarakat setempat menghentikan kegiatan di sawah, karena takut keluar rumah. Penyisiran kedua kalinya berlangsung Kamis (16/12) dini hari di sejumlah desa dalam wilayah Garot-Aree meliputi Kecamatan Delima dan Indrajaya. Sehingga banyak warga yang baru saja usai shalat subuh terjaring dalam penyisiran tersebut. Padahal, mereka tak tahu banyak tentang hilangnya dua anggota TNI. Warga yang ditangkap adalah Julham (22) dan Dahri (25) warga Keutapang Aree. Namun Dahri akhirnya dilepaskan. Begitupun ia sempat di puskesmas setempat karena menderita luka-luka di wajahnya yang dikatakan akibat dikasari aparat. Sedangkan warga lain yang mengaku dipukuli adalah Muliadi (20) warga Keutapang mengalami memar di bagian muka, Mukhlis (20) warga Pante Aree, dan Armansur (28) juga warga Pante Aree. Ketiga korban merupakan yang terparah dan sudah melapor ke posko mahasiswa Garot-Aree. Sementara, puluhan lainnya juga mendapatkan hadiah bogem mentah dan popor senjata. Dandim Pidie, Letkol Inf Iskandar MS mengatakan, TNI akan terus melakukan penyisiran sebelum kedua anggotanya yang hilang ditemukan. Tentang adanya warga yang diperlakukan secara kasar, menurut Iskandar, merupakan risiko dari aksi penyisiran, apalagi kalau warga setempat tak bersahabat dan memusuhi aparat. Sementara itu, warga Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireun masih ketakutan dengan penyisiran TNI yang mengakibatkan musnahnya 37 ruko. Pemusnahan ruko-ruko itu terjadi Kamis (16/12). Sejumlah meunasah (masjid) di desa tersebut nyaris sepi karena jamaah yang shalat tarawih relatif sedikit. Ahmad yang kini menumpang di SD Batee Iliek menambahkan, ketidaknyamanan masih sangat terasa terutama pada malam hari. Suasananya jauh berbeda dengan sebelumnya yang hampir setiap malam tak pernah sepi dari keramaian. Ia mengaku, kalau sebelumnya sejumlah meunasah di sana setiap malam dipenuhi jamaah shalat tarawih, tapi belakangan ini sepi. Situasi di Batee Iliek kemarin terlihat masih sepi. Umumnya warga masih diliputi kesedihan yang mendalam. Bahkan, sebagian warga terutama yang huniannya sudah dilalap api hingga kini masih menumpang di meunasah-meunasah atau rumah familinya baik di Samalanga maupun kecamatan tetangga tetangga seperti Bandardua, Jeunib, bahkan ada yang ke Meureudu. Demikian halnya penduduk Desa Meurah yang bertetangga dengan Batee Iliek. Mereka yang juga ikut "hijrah" ke Min Cot Meurak, sejak Rabu (14/12) sudah kembali ke desanya. Kemarin, semua warga di sana bergotong royong membangun kembali bale (pos kamling) yang dibakar aparat. *** _______________ TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi perilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Dec 1999 jam 14:15:26 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
