---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk KECIL KEMUNGKINAN PRABOWO MASUK ISTANA JAKARTA, (TNI Watch!, 22/1/2000). Isu rencana pengangkatan Letjen TNI Purn Prabowo Subianto sebagai Penasehat Militer Presiden, tampaknya akan berakhir. Artinya isu memang tidak benar. Bisa saja Prabowo tetap direhabilitasi, kemudian dipercaya memegang jabatan tertentu, namun bukan sebagai penasehat militer, sebagaimana yang diisukan baru-baru ini. Mungkin saja Prabowo disiapkan sebagai Gubernur Lemhanas, yang memang bisa diisi oleh seorang sipil, sebagaimana status Prabowo sekarang. Mulanya memang ada rencana Gus Dur menarik Prabowo, untuk sebuah jabatan di lingkungan kantor kepresidenan, salah satu nominasinya adalah sebagai Penasehat Militer tersebut. Karena memang agak sulit mencarikan posisi yang pas untuk Prabowo. Seandainya ditempatkan sebagai Dirut pada salah satu BUMN, seperti Pertamina misalnya, reaksi masyarakat tentu akan lebih keras lagi. Latar belakang penarikan Prabowo adalah, sebagai upaya meredam kelompok Islam (Kanan), yang tak henti-hentinya menggoyang pemerintahan Gus Dur. Kelompok yang dimotori oleh PPP (Hamzah Haz), PBB (Ahmad Sumargono), MUI dan FPI (Front Pembela Islam) tersebut, kini secara terang-terangan mendapat dukungan dari Amin Rais (PAN). Itu terlihat pada Tablig Akbar yang disponsori kelompok mereka pada hari terakhir di bulan suci Ramadhan baru-baru ini. Prabowo diharapkan oleh Gus Dur, bisa menenangkan "teman-temannya" dari Golongan Islam (Kanan). Karena oleh kelompok-kelompok tersebut, Prabowo dianggap sebagai Ikhwan ("Orang Kita"). Beberapa sahabat dekat Prabowo, seperti Farid Prawiranegara, Fadli Zon, dan Eggi Sudjana, telah menyatakan dukungannya, jika Prabowo ditarik ke Istana. Namun skenario itu, kini tak berlaku lagi. Itu terlihat ketika Gus Dur menyatakan dirinya akan menghadapi langsung serbuan "Poros Tengah" (nama halus dari Kelompok Islam Kanan). Gus Dur ganti menggertak Amin Rais, sebagai balasan Gus Dur atas manuver Amin Rais, yang terjun langsung dalam Rapat Akbar di Monas tersebut. Pada acara tersebut, Amin Rais naik ke atas mimbar, sembari meneriakkan: "Jihad!". Gertakan balasan Gus Dur ternyata ampuh. Amin Rais (dan kelompoknya) langsung ciut nyalinya, dan Amin Rais buru-buru menyatakan dukungannya pada Gus Dur hingga 2004. Sebenarnya Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi telah menawarkan diri, untuk menghadapi serbuan Amin Rais dkk. Rupanya Gus Dur berpendapat lain, karena ini merupakan gerakan Amin Rais, maka ia akan menghadapinya sendiri. Memang adalah sesuatu yang mustahil, memimpikan persahabatan yang kekal antara Muhammadiyah dan NU. Perkiraan banyak pengamat dulu, bahwa kongsi Gus Dur dan Amin Rais tak akan berlangsung lama, terbukti kini. Bahkan perpecahan itu, lebih cepat dari perkiraaan banyak orang, ketika usia pemerintahan Gus Dur belum genap 100 hari. Dengan berubahnya peta kekuatan, nasib Prabowo kembali menggantung. *** _______________ TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 22 Jan 2000 jam 19:25:19 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
