---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk MATORI TUDING AMIEN, FATWA RALAT LEO JAKARTA, (SiaR, 22/1/2000). Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menuding Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais sebagai provokator kerusuhan. Kamis (20/1) kemarin seusai menghadiri pengajuan RAPBN Tahun 2000 oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid di DPR-RI, "Amien Rais provokatornya. Jika ia tidak berpidato seperti itu (maksudnya pada Tablig Akbar di Monas, Red.) maka tak mungkin akan ada orang-orang yang berangkat ke Ambon dengan dalih berjihad," ujar Matori. Menurut Matori, sebagai Ketua MPR tidak sepantasnya Amien Rais berbicara yang arahnya memprovokasi massa, dan memperkeruh suasana. Seperti diberitakan sebelumnya, pada saat Tablig Akbar sejuta umat di Monas beberapa waktu lalu, Amien Rais mengistilahkan konflik antar umat beragama di Maluku sebagai "Moslem Cleansing". Istilah yang dinyatakan Amien ini dikritik sosiolog UI Dr Thamrin Amal Tomagola. Menurut Thamrin, jika mempergunakan logika Amien, berarti ada pihak yang menindas, dan ada pihak yang tertindas. Sedangkan dalam kasus Maluku, kedua belah pihak, baik Kristen maupun Islam sama-sama menjadi korban kekerasan yang terjadi. Lagipula, lanjut Thamrin, dalam peristiwa di Halmahera maupun Ternate, menurut kesaksian penduduk setempat, para penyerang terhadap umat Kristen maupun Islam ditengarai sebagai para provokator yang berasal dari luar daerah itu. Tujuannya untuk menciptakan ketegangan antar umat beragama di wilayah yang dulunya dikenal aman dan damai tersebut. Sementara itu, Wakil Ketua DPR AM Fatwa menarik ucapannya sendiri yang menuding Letjen (Purn) Leo Lopulisa sebagai provokator kerusuhan Ambon. "Saya tidak menyebut dia provokator. Saya menyebut nama itu berada dalam delegasi yang ingin menemui Presiden. Namun karena tidak bisa bertemu Presiden, delegasi itu mendatangi kantor PBB untuk meminta keterlibatan tentara PBB di Maluku," katanya. Fatwa yang juga Ketua PAN itu malah menuduh pers yang salah dengan menulis istilah provokator kepada diri Leo. Leo sendiri meminta kepada Fatwa untuk mengklarifikasi ucapannya, dan mengharuskan mengajukan permohonan maaf, jika tidak Leo akan menempuh jalur hukum. Tentang kritik Fatwa, mengapa dirinya dan para pemrotes ke kantor PBB, Leo menegaskan, bahwa perbuatan tersebut hanya merupakan simbolisasi saja, sedangkan tujuan sebenarnya adalah hanya ingin mendesak pemerintah agar segera menyelesaikan kasus Maluku. "Juga untuk memberi masukan kepada pers yang kadang tidak obyektif dalam pemberitaannya, bahwa korban-korban yang jatuh di Maluku, dialami oleh kedua pihak, bukan salah satu pihak saja seperti yang dikesankan pemberitaan akhir-akhir ini," ucap Leo. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 22 Jan 2000 jam 19:47:07 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
