----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

MAP : ACEH PASTI AKAN HANCUR

BANDA ACEH, Radio Nikoya-FM (Jum'at 21/1).
Aksi perang yang memanas di bumi Serambi Mekkah beberapa hari terakhir ini
tampaknya mampu meredam isu tuntutan referendum yang disuarakan oleh hampir
seluruh elemen masyarakat Aceh selama ini, sebagai satu-satunya jalan yang
paling demokratis untuk menyelesaikan konflik di Aceh yang berkepanjangan
serta telah menelan banyak korban jiwa itu. Taktik perang gerilya yang
dilancarkan oleh gerilyawan Aceh Merdeka kelihatannya akan membutuhkan waktu
yang sangat panjang, sementara kekuatan pasukan dan logistik tampak tak
seimbang dibandingkan yang dimiliki TNI/Polri, mengacu pada pengalaman
perang gerilya bertahun-tahun di beberapa negara yang memiliki jumlah
penduduk yang jauh lebih besar dari Daerah Istimewa Aceh, hasilnya hanya
menambah daftar penderitaan bagi rakyat sipil, bagaimanapun rakyat sipil
adalah pihak yang selalu menjadi korban dan terjepit ditengah-tengah antara
pihak yang sedang bertikai. Pada akhirnya juga penyelesaian yang ditempuh
adalah melalui sebuah perundingan damai, setelah begitu banyaknya jatuh
korban.

Rakyat Aceh secara sengaja atau tidak, telah turut serta menyokong dan
memodali pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, selama 54 tahun
hidup dalam penderitaan akibat dari kezaliman yang praktekkan oleh penguasa
masa lampau. Sejarah perjuangan pahlawan Aceh yang dikenal gagah berani
dimasa kolonialis Belanda serta kedigjayaan Kerajaan Islam Aceh yang
menguasai dan melindungi kerajaan-kerajaan kecil nusantara di abad ke 16
seakan lenyap dan tak tercantum lengkap di dalam catatan sejarah nasional
maupun buku-buku sejarah yang dipelajari para siswa. Sehingga tak sedikit
masyarakat Indonesia yang sinis bila mendengar tentang Aceh dan langsung
saja dikonotasikan sebagai kaum pemberontak, namun pandangan yang berbeda
serta heran juga terlihat pada mereka yang telah berkunjung langsung ke
Tanah Rencong yang damai ini sebelumnya, bagaimana Amien Rais bisa naik
becak keliling kota sendirian dari hotel menuju ke lokasi muktamar di Banda
Aceh, bagaimana menteri UPW Kofifah baru-baru ini  bersama Menteri HAM
Hasballah M Saad tak perlu pengawalan ketat selama berada di Aceh, bagaimana
Gus Dur yang telah menyakiti hati rakyat Aceh dengan menyebutkan dirinya
sebagai nabi orang Aceh, kenyataannya ia tetap diterima dengan mulia oleh
ulama HUDA dan umat Islam di Aceh yang cinta damai dan Islami itu. Namun tak
sedikit pula yang beranggapan kalau rakyat Aceh itu perlu selamanya ditindas
agar tidak rewel menuntut haknya dari hasil alam yang berlimpah di bumi suci
tempat pertama sekali ajaran Islam di sebarkan keseluruh Asia Tenggara yang
kini digenangi darah kaum muslimin itu.

Majelis Aceh Pase (MAP) yang berkedudukan di Lhokseumawe - Aceh Utara, Kamis (20/1) 
malam dalam siaran pers-nya yang diterima
redaksi Radio Nikoya FM,
menyebutkan, perlunya "kebijaksanaan" untuk menyelesaikan Masalah Aceh demi
menghindari suatu Tragedi Besar Kemanusiaan masa kini (jauh lebih menakutkan
dari pada masa-masa lain sebelumnya) yaitu 'Perang' yang membawa hantu
kematian bagi anak-anak didaerah ini dan orang-orang yang tidak terlibat dan
tidak tahu apa-apa tentang konfrontasi ini, tetapi nyawanya bakal melayang
sia-sia seperti yang lainnya.

Zulfadli Ilmar, Sekjen Majelis Aceh Pase (MAP) bersama Yusuf Ismail Pase,
SH. Koordinator Presidium MAP, dalam suratnya itu menyatakan, "mendesak
Presiden RI,  K.H. Abdurrahman Wahid dan Pimpinan Gerakan Aceh Merdeka
(GAM), Dr. Tengku Hasan M di Tiro, untuk menempuh upaya-upaya Diplomasi
dalam menyelesaikan masalah Aceh dengan perlu mempertimbangkan tawaran dari
Pemerintah Negara Malaysia untuk menjadi pihak ketiga/penengah atau pihak
lain yang disetujui oleh kedua belah pihak untuk  mengupayakan suatu
perundingan Triparteit, meminta kepada TNI/Polri dan Angkatan Gerakan Aceh
Merdeka (AGAM) untuk menghindari pertempuran frontal yang mengakibatkan
jatuhnya korban dari kedua belah pihak selama upaya-upaya diplomasi tersebut
sedang ditempuh".

Majelis Aceh Pase menekankan bahwa, kebijaksanaan itu diperlukan tidak hanya
oleh Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saja, tetapi oleh semua
pihak yang mempunyai kepentingan-kepentingan politik tertentu di daerah
Serambi Mekkah itu. Majelis Aceh Pase kembali mengingatkan, bila
kebijaksanaan  itu tidak dilakukan oleh semua pihak, maka Aceh ini pasti
akan hancur. (Tim).

News Division
RADIO NIKOYA 106.15 FM
Banda Aceh Hit Radio Station
Jaringan Radio Independen Unesco-PBB
www.nikoyafm.2000c.net

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 26 Jan 2000 jam 04:01:35 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke