----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk

SYAFII MA'ARIF: PERUSAKAN GEREJA TINDAKAN BIADAB

        YOGYAKARTA, (SiaR, 31/1/2000). Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Syafii
Ma'arif mengutuk perusakan sejumlah gereja, susteran, dan kampus Kristen,
sebagai tindakan biadab. Menurut Syafii, hendaknya umat agama lain tidak
segan-segan meminta bantuan umat Islam untuk mencegah terjadinya berbagai
kemungkinan. "Atas nama pribadi dan PP Muhammadiyah, saya tegaskan siapa pun
pelaku pembakaran masjid, perusakan gereja, jelas itu tindakan brutal dan
biadab," ujar Syafii. Apa pun alasannya, ujarnya, umat Islam, begitu pula
umat lain, tidak diperbolehkan merusak tempat ibadah.

        Syafii menegaskan, tiap agama tidak memperbolehkan umatnya melakukan
perusakan tempat ibadah umat beragama yang lain.  Apakah itu masjid, gereja,
vihara atau lainnya. Dia minta umat bersama-sama dari agama apa pun
bahu-membahu menjaga tempat ibadah dari tangan-tangan orang tak bertanggung
jawab.

        Mengenai kaitan kejadian di Ambon, Maluku, dengan peristiwa di
Yogyakarta, dia mengatakan kejadian di sana tidak bisa dihubungkan begitu
saja. Bahkan dia menegaskan, umat tidak adil kalau berpikir tindakan di sana
harus dibalas di sini.

        "Tidak bisa kita berpikir begitu, itu namanya tidak adil. Persoalan
di sana sangat kompleks, lain dengan di sini," tegasnya masih dengan nada
kecewa. Dia mengingatkan umat untuk menggunakan akal sehat dan mampu
mengontrol serta mengendalikan diri.

        Diungkapkannya, dia baru saja bertemu dengan sejumlah tokoh agama
pada peringatan 50 tahun wafat Panglima Besar Jenderal Soedirman.  Namun dia
tidak menduga keesokan harinya bakal terjadi perusakan.

        Kepada aparat Syafii minta dapat menjaga keamanan dan ketertiban
Yogyakarta. Meskipun dalam kondisi yang tidak menguntungkan karena lemahnya
kepercayaan rakyat terhadap lembaga penegak hukum, Syafi'i berharap aparat
dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. "Jangan sampai umat nonmuslim
tak bisa menjalankan ibadah karena takut. Kalau itu yang terjadi, dampaknya
akan sangat besar terutama di mata internasional," tandasnya.

        Karena itu dia berkali-kali mengatakan, umat agama lain hendaknya
minta bantuan umat Islam dan Muhammadiyah. Menurut dia, mereka tidak akan
berkeberatan. Sementara itu sehari sebelum tablig, ulama NU Yogyakarta dalam
pertemuan di Pondok Pesantren Krapyak sudah mengingatkan umat Islam
hendaknya dalam menyampaikan solidaritas menghindari cara-cara pengerahan massa.

        Sementara itu, pendakwah tablig akbar itu, Ustadz Ja'far Umar,
pengasuh Pondok Pesantren Degolan, Ngaglik, yakin perusakan yang terjadi
dilakukan orang-orang yang tidak pernah ikut pengajian. Ja'far Umar
mengatakan sehari sebelumnya dia sudah mendapat laporan intelijen bakal ada
penyusupan sekelompok orang dari organisasi massa tertentu yang akan
mengobok-obok Yogyakarta. ***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 31 Jan 2000 jam 08:39:04 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke