----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

PRESS RELEASE   PRESS RELEASE   PRESS RELEASE

TRANSAKSI NERAKA MENGHANCURKAN INDONESIA
Sumber: Intelejen Pro Gus Dur

Jakarta, 3 Februari 2000 (dini hari)

Indonesia dapat dihancurkan oleh trio Tommy Suharto, Yapto dan Yorris
Raweyai.  Mereka berhubungan dengan pedagang senjata international.  Salah
satu negara dalam daftar jaringan kerja mereka adalah Belgia via Belanda.
Diduga bahwa CIA ikut bermain di dalam proyek ini guna mendisintegrasikan Indonesia.

Yorris Raweyai ditonjolkan menjadi penghubung internasional.  Dia belakangan
ini ramai disebutkan sebagai provokator utama dalam berbagai kerusuhan
horisontal di Indonesia.  Sementara itu, Yorris yang berdarah Papua masih
saja ditolak oleh beberapa pemimpin pro kemerdekaan Papua.  Pertemuan antara
Yorris dengan kaki-tangan pedagang senjata dari Belgia telah lama berlangsung.

Sepak terjang trio tersebut di atas bertujuan menghancurkan Jawa sebagai
pusat politik dan ekonomi Indonesia.  Kalau mereka berhasil, maka perhatian
politik dan kekuatan militer pro Gus Dur akan diarahkan ke Jawa yang akan
dijadikan sebagai pusat konflik horisontal.  Aceh, Riau, Papua dan daerah
lainnya yang sedang menuntut kemerdekaan akan memperoleh ruang gerak yang
lebih luas untuk beroperasi.  Ini dilihat sebagai skenario CIA untuk
mendisintegrasikan Indonesia.  Tujuan inti dari proyek bikinan trio tersebut
di atas adalah untuk menyeret perhatian publik ke masalah disintegrasi dan
konflik horisontal sehingga usaha untuk mengadili Suharto dan Wiranto Cs
dapat digagalkan.

Serpihan satuan TNI yang pro Suharto, Habibie dan Wiranto Cs berada di
belakang leveransi senjata sehingga penyaluran ke Indonesia lebih mulus.
Sumber biaya dalam proyek ini adalah Suharto.  Yapto, Yorris Raweyai dan
Tommy Suharto merupakan tim operasi dalam proyek ini yang dikomandani oleh
Tommy sendiri.

Belgia termasuk salah satu pusat jual beli senjata yang lebih liberal.
Prosedur pembelian senjata di sana tidak sulit apalagi si pembelinya adalah
orang kaya.  Identifikasi peluruh yang bersarang di tubuh korban akan
menjadi sulit jika senjata yang digunakan adalah produk profesional dari Belgia.

Politisi dan kelompok tertentu yang anti Suharto merupakan target eksekusi
dalam operasi neraka ini.  Dokumen lengkap tentang transaksi senjata telah
jatuh ke tangan pihak yang pro Gus Dur.  Informasi ini berhasil dibocorkan
dari kandang trio tersebut di atas berkat ketangkasan intelejen pro Gus Dur.
  Skenario operasi pun telah dibaca.

Informasi lebih lanjut dan rinci tentang "transaksi neraka" ini akan
dipublikasikan kemudian

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Feb 2000 jam 08:45:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke