---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- PERCIKAN BUDAYA NO 111/III/2000 [EMAIL PROTECTED] SHI JING (BUKU TEMBANG) "Buku nyanyian" yang menjadi bagian ajaran Kong Hucu. Catatan: Kuslan Budiman "Buku Tembang" atau "Buku Nyanyian", adalah antologi puisi Tiongkok yang paling tua. Puisi di jaman dulu mempunyai bentuk tertentu, karena membacanya dilagukan seperti Tembang. Sajak dan lagu masih menyatu. Antologi ini berisi 305 sajak yang tercatat sejak abad XI-VI SM, jadi ada yang usianya sudah lebih tigaribu tahun. Sajak-sajak tembang itu selesai dikumpulkan pada abad ke VI SM dan kemudian menjadi bagian ajaran Kong Hucu atau Confuciaus (551-379 SM). Antologi ini dibagi menjadi empat bagian: Pertama, Buku Lirik (Goufeng), berisi 160 sajak; kedua, Buku Ode (Xiaoya), berisi 74 sajak; ketiga, Buku Epik (Daya), berisi 31 sajak dan keempat Buku Himne (Song), mengandung 40 sajak. Sajak-sajak yang dikumpulkan dalam "Buku Lirik", kebanyakan menggambarkan berbagai macam adat istiadat, tapi ada pula yang mengandung kritik. Sajak-sajak itu dikumpulkan dari limabelas daerah semasa dinasti Zhou. Wilayah Zhou waktu itu meliputi propinsi Shanxi, Shaanxi, Hebei, Shandong dan bagian utara Hubei sekarang. "Buku Ode" dan "Buku Epik", diciptakan sekitar abad XI-VI SM pada jaman Zhou Barat dan dikumpulkan dari wilayah itu. Sedang "Buku Himne" berisi tembang yang dinyanyikan dalam upacara menyembah Tuhan, Dewa atau menghormat nenek moyang dalam kelenteng atau istana. "Buku Tembang" ini selain menjadi bagian ajaran Confucius, juga merupakan sumber yang memberi ilham bagi penyair-penyair Tiongkok yang hidup kemudian. Sebagai karya sastra, banyak diterjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia. Kira-kira limabelas tahun lalu, saya menemukan buku "Shi Jing" ini dalam edisi bahasa Rusia di toko buku loak. Karena tertarik ada beberapa sajak yang saya terjemahkan. Barangkali untuk ikut menyambut langkah Gus Dur sebagai presiden yang mengeluarkan Keppres Nomor 6 Tahun 2000 bertanggal 17 Januari 2000, yang isinya mencabut Keppres Nomor 14 Tahun 1967 bertanggal 6 desember 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan adat istiadat Cina; yang diskriminatif dan kerdil itu, tak ada jeleknya saya turunkan terjemahan beberapa sajak dari Shi Jing yang usinya sudah lebih duaribu limaratus tahun itu. Selain itu kepada saudara-saudara kita dari suku Tionghoa yang sedang memperingati Tahun Baru Imlek, Selamat Tahun Baru! Semoga semboyan "Bhineka Tunggal Ika" bisa terwujud dalam praktik demi persatuan, kesatuan dan keharmonisan bangsa. GADIS YANG TENANG Gadis yang tenang, betapa cantik dan lemah lembut! Di dekat tembok kutunggu dia. Cintaku menyala, mendekat tak bisa Jantung berdebar merasa segan. Gadis yang tenang, betapa cantik dan lemah lembut! Dia bawa huan merah *) Mengkilap seperti menyala. Betapa rinduku kepada gadis itu. Disungginya rumput hijau di padang gembala Dia lari di atas rerumputan. Bukankah padang rumput indah Dan gadis itu diberikan aku sebagai hadiah. Dari Buku Lirik (Goufeng), nyanyian kerajaan Bei yang terletak di propinsi Henan sekarang. *) huan - alat musik tiup yang dibuat dari kayu. DUA ORANG ANAKKU PERGI NAIK PERAHU Dua orang anakku pergi naik perhu Hati sedih kesal menunggu, Pikiran melayang hatiku rindu Rasa khawatir bercampur ragu. Dua orang anakku pergi naik perahu Perahu oleng diterjang gelombang, Pikiran melayang hatiku rindu Aku khawatir anakku hilang. Dari Buku Lirik (Goufeng) Nyanyian dari kerajaan Bei yang teletak di propinsi Henan sekarang. NYANYIAN GADIS MEMETIK BUAH LI Buah li rontok di kebun Batangnya merunduk rimbun. Ah, untuk apa orang mencari aku Tukang masak tak kan bahagia sejenak. Buah li rontok di kebun Yang di pohon tinggal sepertiga. Ah, untuk apa orang mencari aku Waktu tiba untuk bertemu. Buah li rontok di kebun Kupunguti masukkan keranjang. Siapa yang mencari cinta Katakan sendiri di pekarangan. Dari Buku Lirik (Goufeng) Nyanyian kerajaan Zhou yang terletak di pegunungan Qi. MENJAMU TAMU Betapa riuh suara ringkik kijang Di bawah sinar matahari makan rumput di ladang. Hari ini tamu terhormat kujumpai Petikan senar shi dan tiupan sheng berbunyi. Suara bumbung sheng berkumandang jauh Kearanjang-keranjang hadiah berjajar-jajar. Orang yang datang ke rumahku mengagumkan Mendatangkan cinta, bahagia dan gembira. Betapa riuh suara ringkik kijang Di bawah sinar matahari makan rumput di ladang. Hari ini tamu terhormat kujumpai Berwibawa, kata-katanya ibarat nujum. Menunjukkan kekurangan, memberikan nasihat Menjadi panutan seluruh rakyat. Gelas anggur yang kusuguhkan beliau kosongkan Tamu terhormat dalam kegembiraan. Betapa riuh suara ringkik kijang Di bawah sinar matahari makan rumput di ladang. Hari ini tamu terhormat kujumpai Terdengar qin dan shi berbunyi . Merupakan paduan harmoni. Pertemuan yang menggembirakan telah ditakdirkan. Gelas anggur yang kusuguhkan beliau kosongkan Tamu terhormat riang gembira dalam pesta. Dari Buku Ode (Xiaoya) sheng - alat musik yang dibuat dari beberapa bumbung bambu yang dimasukkan ke dalam labu. qin --- semacam kecapi atau siter. shi -- alat musik kuna semula bersenar tujuh, kemudian berkembang menjadi duapuluh lima, suaranya berderai. CINTA SAUDARA Pandanglah bunga-bunga lizi kita Betapa indah, semua menyala! Tiada hubungan yang erat Seerat hubungan saudara. Menjelang ajal ada yang menakutkan Cinta kuat terhadap saudara. Mayat-mayat di lembah Mencari saudaranya sendiri. Di lembah bersarang burung-burung kepodang Banyak saudara menderita kemalangan. Tiap orang punya teman baik Tapi belum tentu membantu. Di rumah keluarga sering bertengkar Pertengkaran adalah musuh persatuan. Tiap orang punya teman baik Tapi belum tentu membantu. Bila kematian dan kesukaran teratasi Dalam negeri tenang dan damai. Kita harus menghormati teman Lebih-lebih saudara sendiri. Sebaiknya cedok dan cangkir disediakan Untuk minum anggur bersama. Cedok dan cangkir berdampingan Agar muncul mufakat, gembira dan rasa cinta. Cinta kita kepada keluarga Seperti paduan qin dan shi. Bila dengan saudara berhubungan erat Rasa gembira akan melekat. Ketika kerapian rumah kau jaga Semua penghuni akan gembira. Pikirkanlah tentang keluarga Dan carilah kebenaran sejati! Dari Buku Ode (Xiaoya) DI DALAM KELENTENG Oo, kelenteng ini agung dan suci! Para pembantu gemilang melaksanakan upacara sepenuh hati. Para pengunjung mulai muncul berbondong-bondong. Kini kewibawaan dan peradaban akan diperlihatkan. Dengan suasana tenang, dan langkah besar Sang Baginda datang. Beliaulah yang bertanggung jawab terhadap langit. Bukankah ini suatu yang gemilang dan terhormat selama-lamanya? Dan orang-orangpun kepada Baginda selalu mencinta! Dari Buku Himne (Song) istana Zhou. Diterjemahkan oleh Kuslan Budiman dari Edisi Rusia: SHITSIN kniga pesen i gimov Perevod s kitaiskogo A.Shtukina Moskva, Xudozhestvennaya literatura 1987 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 7 Feb 2000 jam 03:24:05 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
