----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

From: Adi Susetyo

Sejalan dengan rencana Otonomi daerah sudah mulai terlihat gelagat yang
kurang sehat diantaranya saya sudah mendengar isu-isu bahwa didaerah ada
bupati-bupati yang mulai merasa wilayahnya adalah kekuasaannya 100%
sehingga mulai ada bupati yang membuat ketentuan-ketentuan sendiri untuk
didaerahnya yang tidak diketahui apa itu seizin pemerintah pusat atau
tidak.

Namun itu semua isu yang saya dengar, hal yang saya alami langsung
adalah adanya kepala desa yang sudah berani mengambil retribusi jalan desa
persis seperti kita lewat jalan tol.

Bedanya kalau jalan tol lumayan mulus, jalan desa ini justru keadaannya
buruk. Justru keadaan ini yang dimanfaatkan sebagai dalih untuk menarik
retribusi sebesar Rp. 1000,- dengan alasan untuk perbaikan jalan.

Namun dari apa yang saya alami ada 2 lokasi yang menjalan praktek ini
kenyataannya jalan tetap jelek tapi retribusi tetap jalan.

Mohon bantuan para milis untuk menyampaikan pada pemerintah RI dan
pemerintah daerah tanggerang sebab kejadian ini ada ditanggerang jawa
barat. hal-hal yang harus disampaikan adalah:

1. Apakah dasar hukumnya sah bila kepala desa dan rapat LKMD dan LMD
menyetujui penarikan retribusi.
2. Apa gunanya kami sebagai warga negara yang memiliki kendaraan mobil
dan sudah membayar pajak kendaraan kemudian ada orang yang tidak jelas
dasar hukumnya melakukan pungutan seperti itu.
3. Apa gunanya Departemen PU kalau masalah jalan dibebankan lagi ke kami
para pemilik kendaraan pribadi &/ umum.

Perlu juga disampaikan bahwa pelaku pemungutan itu adalah DESA SARUA
INDAH - KECAMATAN CIPUTAT (saya tidak tahu ada lagi atau tidak ditempat
lain)

Saya sangat prihatin dengan kegiatan ini, mengingat bila hal ini
didiamkan akan terjadi banyak kejadian sejenis ditempat lain dan bagi saya
ini seperti premanisme terorganisir yang harus dibasmi di era reformasi ini.

Kelihatannya tujuan pungutan baik namun cara dan hasilnya yang kurang
baik. Perbaikan tidak terlihat tapi pungutan jalan terus.

Saya mensinyalir praktek ini sama dengan isu diatas, raja-raja kecil
bermunculan.

Atas bantuan Indo news dan rekan milis lain diucapkan terima-kasih.

Adi Susetyo

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Mar 2000 jam 15:38:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke