----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

EMPAT PERKARA YANG TIDAK MERUGIKAN

Setiap orang, apalagi sebagai muslim, pasti menginginkan keberuntungan
dalam hidupnya. Karenanya, manusia biasanya selalu berusaha untuk meraih
keberuntungan itu, baik berupa materi, kepercayaan dari orang lain yang
kemudian membawa keberuntungan, jabatan yang tinggi, popularitas yang tidak
tertandingi , keturunan yang menyenangkan dan sebagainya. Namun tidak semua
keinginan duniawi manusia bisa diraihnya. Ada banyak orang yang berambisi
untuk mendapatkan banyak hal dari kenikmatan duniawi tapi dia tidak
memperolehnya.

Bagi seorang muslim, manakala keinginan duniawinya tidak tercapai, dia
tidak akan menganggap hidupnya menjadi sia-sia, apalagi sampai putus asa.
Masih ada harapan yang lebih mulia untuk diraihnya, yakni keridhaan Allah
dan syurga yang penuh dengan kenikmatan. Karenanya bila kenikamatan duniawi
itu tidak diraihnya, dia tidak merasa hal itu sebagai suatu kerugian besar,
karena yang rugi bukanlah orang yang tidak memperoleh kenikmatan duniawi,
Allah berfirman yang artinya: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu
benar-benar berada dalam kerugian, kecuali yang beriman dan beramal shaleh,
nasihat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya
menetapi keshabaran (QS 103:1-3).

Oleh karena itu, ada satu hadits Nabi Muhammad Saw yang memberikan resep
kepada kita untuk merasa tidak rugi dalam menjalani kehidupan di dunia ini
hanya karena tidak memperoleh kenikmatan duniawi. Rasulullah Saw bersabda:

Empat perkara, apabila keempatnya ada padamu, maka tidak merugikan engkau
dari apa yang tidak engkau peroleh dari dunia, yaitu: benar dalam
berbicara, menjaga amanat, akhlak yang baik dan tidak serakah dalam makanan
(HR. Ahmad, Thabrani, Hakim dan Baihaqi).

EMPAT RESEP.

Dari hadits di atas, terdapat empat resep dari Rasulullah Saw agar
seandainya kita tidak memperoleh apapun dari kenikmatan duniawi, kita tidak
menganggapnya sebagai kerugian yang besar, sebab masih ada keberuntungan
yang lebih besar lagi dan justeru hal itu memberikan kenikmatan tersendiri
dalam hidup ini.

1. Benar Dalam Berbicara.

Bicara yang benar merupakan salah satu dari ciri orang yang beriman. Karena
itu, bila seseorang benar dalam berbicara, maka dia telah memenuhi salah
satu syarat guna memperoleh jaminan syurga. Rasulullah Saw bersabda:

Barangsiapa yang memberi jaminan kepadaku untuk memelihara diantara
rahangnya (mulutnya) dan diantara kedua pahanya (kemaluan) niscaya aku
menjamin baginya syurga (HR. Bukhari).

Orang yang kaya, cantik atau gandeng, populer, tinggi kedudukannya bahkan
dianggap terhhormat di dalam masyarakat, tapi kalau sudah tidak benar dalam
berbicara, maka dia akan menjadi manusia yang sangat hina dihadapan Allah
dan rendah kedudukannya dihadapan sesama manusia. Oleh karena itu, sebagai
muslim kita punya keharusan yang sangat untuk menjaga bahaya lidah.

Untuk itu, setiap muslim memiliki tanggung jawab untuk berusaha selalu
benar dalam berbicara, baik benar dalam masalah yang dibicarakan maupun
benar penggunaan bahasanya. Itu pula sebab, mengapa salah satu satu tanda
orang munafik adalah dusta atau bohong dalam pembicaraannya. Al-Qur

--------------------------------------------------------------------------------

�an
sendiri menegaskan bahwa setiap pembicaraan ada pertanggung-jawabannya
dihadapan Allah Swt, karenanya ucapan kita itu dicatat oleh Malaikat yang
selalu menyertai manusia di kanan dan kirinya, Allah berfirman yang
artinya: Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya
malaikat pengawas yang selalu hadir (QS 50:18).

2. Menjaga Amanat.

Kehidupan di dunia ini tak lepas dari amanat. Jasmani yang sehat, harta
yang banyak, ilmu yang luas, kedudukan yang tinggi merupakan amanat yang
diberikan Allah Swt kepada kita. Belum lagi kepercayaan yang diberikan
orang lain kepada kita dalam berbagai hal. Semua amanat itu harus dijaga,
dan digunakan dengan sebaik-baiknya. Karena itu, manakala seseorang tidak
memiliki sifat amanat, keimanan dianggap tidak ada pada dirinya dan
manakala dia selalu mengkhianati amanat yang diberikan kepadanya, maka dia
dianggap tidak memiliki agama, meskipun dia penganut agama. Rasulullah Saw
bersabda:

Tidak beriman orang yang tidak memegang amanat, dan tidak ada agama bagi
orang yang tidak menepati (HR. Ahmad).

Dengan demikian, manakala kita memiliki harta, menunaikan amanatnya adalah
dalam bentuk membelanjakannya untuk kebaikan, jasmani yang sehat untuk
mengabdi kepada Allah dan berjuang di jalan-Nya, ilmu yang luas untuk
meningkatkan matabat kehidupan manusia, sedangkan kedudukan yang tinggi
untuk menegakkan kebenaran. Oleh karena itu, manakala kita ingin memberikan
amanah kepada seseorang, berikanlah kepada orang yang ahli agar bisa
dihindari kehancurannya. Manakala seseorang selalu menunaikan amanat yang
diberikan kepadanya, maka dia akan menjadi manusia yang istimewa, meskipun
tidak memperoleh kenikmatan duniawi.

3. Akhlak Yang Baik.

Akhlak yang baik merupakan kekayaan yang paling mahal harganya bagi seorang
muslim. Karena itu, Rasulullah Saw diutus untuk memperbaiki akhlak manusia.
Itu pula sebabnya, manakala orang tua telah mendidik akhlak anaknya dengan
baik, itu menjadi pemberian yang paling berharga ketimbang pemberian materi
yang paling mahal sekalipun. Rasulullah Saw bersabda:

Tidak ada pemberian yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya yang lebih
baik dari pendidikan adab (akhlak) yang baik (HR. Tirmidzi).

Meskipun seseorang, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara telah mencapai
kemajuan dan kemakmuran yang besar, hal itu dapat kita rasakan sebagai
sesuatu yang tidak ada artinya kalau masyarakat memiliki akhlak yang mulia.
Karena itu, seorang ulama yang bernama Syauqi Bey berkata: Suatu akan tegak
apabila baik akhlaknya, bila akhlak hancur, maka hancurlah bangsa itu.

4. Tidak Serakah.

Tamak atau serakah merupakan salah satu sifat tercela. Meskipun seseorang
telah memperoleh materi yang banyak, tapi kalau dia tidak bersyukur dan
tidak ada puasnya, maka dia menjadi orang yang terasa miskin. Keserakahan
ternyata bukan hanya membuat seseorang tidak pandai bersyukur, tapi juga
untuk memperoleh kenikmatan yang lebih banyak dia akan menempuh cara-cara
yang tidak halal dan merampas hak-hak orang lain, meskipun mereka orang
yang dirampas hak-haknya itu tergolong miskin.

Rasa syukur kepada Allah Swt membuat seseorang memperoleh keberuntungan
yang besar, karena memang sudah janji Allah untuk menambah nikmat-Nya
kepada siapa saja yang bersyukur, Allah berfirman yang artinya: Dan
ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur,
pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (QS 14:7).

Sementara orang yang tamak akan mengalami kerugian bagi dirinya sendiri dan
merugikan orang lain, dia tidak memiliki rasa optimis terhadap hari-hari
mendatang, selalu curiga terhadap kemajuan yang dicapai orang lain dan pada
akhirnya dia tidak disukai oleh Allah Swt dan sesama manusia. Ketika
seorang sahabat datang kepada Rasulullah Saw guna menanyakan tentang amalan
yang akan membuat manusia dicintai Allah dan manusia, Rasulullah Saw
menjawab: Hiduplah di dunia dengan zuhud (bersahaja), maka kamu akan
dicintai Allah, dan janganlah tamak terhadap apa yang di tangan manusia,
niscaya kamu akan disenangi manusia (HR. Ibnu Majah).

Akhirnya, semakin kita sadari kalau keberuntungan dalam hidup di dunia
tidak bisa semata-mata kita ukur dengan tinjauan materi. Karena itu,
seandainya seseorang tidak memperoleh kenikmatan materi sekalipun, dia
masih tergolong orang yang beruntung manakala menjalani kehidupan yang
sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Drs. H. Ahmad Yani

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 13 Mar 2000 jam 16:25:20 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke