----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 21 Maret 2000 15:40 UTC

** GAM BISA SAJA MASUK TNI ASAL LULUS TES

** KUNJUNGAN CLINTON DI INDIA DIBAYANGI PEMBUNUHAN MASAL SIKH

** TAIWAN CABUT LARANGAN DAGANG DENGAN CINA

** PAUS YOHANNES PAULUS II PIMPIN MISA DI AMMAN

** TOPIK GEMA WARTA: ABDUL KADIR DJAELANI INGIN TUNTUT GUS DUR DALAM
KASUS TANJUNG PRIOK

** TOPIK GEMA WARTA: HARUSKAH POLISI, SEPERTI TENTARA DI ACEH, IKUT
BERPERANG?

* GAM BISA SAJA MASUK TNI ASAL LULUS TES

Presiden Abdurrahman Wahid hari ini di Jakarta mengatakan Jakarta
harus berani mengaku terlibat dalam konflik berdarah di Aceh.
Presiden selanjutnya mengatakan tentara Gerakan Atjeh Merdeka, GAM,
bisa saja masuk ke dalam jajaran TNI apabila perdamaian telah
disepakati. "Kalau GAM ingin masuk TNI, silakan saja, asal lulus
tes", demikian presiden. Gus Dur selanjutnya menganggap tentara GAM
sebagai saudara dan bukannya musuh. Indonesia, demikian Gus Dur,
telah membuat berbagai kesalahan dalam mengatasi masalah Daerah
Istimewa Aceh. "GAM memberontak karena kesalah-kesalahan kita di masa
lampau. Kita bukan malaekat melainkan manusia yang membuat
kesalahan." Demikian Presiden Abdurrahman Wahid pada acara kunjungan
di markas besar angkatan laut.

* KUNJUNGAN CLINTON DI INDIA DIBAYANGI PEMBUNUHAN MASAL SIKH

India tetap mempertahankan pemilikan senjata nuklirnya, tetapi tidak
akan melakukan ujicoba nuklir lagi. Demikian pernyataan Perdana
Menteri India Atal Behari Vajpayee kepada Presiden Amerika Bill
Clinton yang tengah berkunjung selama lima hari di India. Perdana
Menteri India itu mengatakan tidak mencari konflik bersenjata atau
perlombaan senjata dengan Pakistan. Presiden Clinton menyambut
optimis kemungkinan India menandatangani perjanjian perlucutan
senjata nuklir sedunia. Pertemuan di ibukota India New Delhi
dibayangi pembunuhan masal 36 orang Sikh di Kashmir, wilayah yang
dipersengketakan India dan Pakistan. Polisi India menuduh kelompok
separatis pro Pakistan melakukan pembunuhan massal itu. Pakistan
menyangkal terlibat. Orang Sikh jarang sekali menjadi sasaran aksi
serupa. Orang Hindu yang kerapkali dijadikan korban.  Presiden
Clinton menyatakan terkejut atas kekerasan di Kashmir dan berseru
kepada New Delhi dan Islamabad agar kembali melanjutkan dialog.
Presiden Clinton juga akan berkunjung ke Pakistan.

* TAIWAN CABUT LARANGAN DAGANG DENGAN CINA

Taiwan mencabut larangan dagang dengan Cina setelah 50 tahun.
Parlemen Taiwan menyetujui gagasan untuk kembali mengijinkan hubungan
dagang dan perkapalan dengan Cina. Pengiriman langsung lewat pos juga
kembali diijinkan. Sejauh ini dunia usaha Taiwan berbisnis dengan
Cina melalui Hongkong. Beijing tidak terlalu mempedulikan pencabutan
boikot dagang oleh Taipei. Angkatan laut Cina sangat aktif di Selat
Taiwan, tetapi, demikian Taiwan, mereka hanya melakukan latihan rutin
dan bukan ancaman langsung dari Cina. Duta besar Amerika untuk PBB,
Richard Holbrooke, pada pertemuan di Beijing membahas berbagai
masalah, antara lain hubungan Cina-Taiwan. Seusai pertemuan,
Holbrooke hanya mengatakan pembicaraan bersifat konstruktif.

* PAUS YOHANNES PAULUS II PIMPIN MISA DI AMMAN

Paus Yohannes Paulus II memimpin misa terbuka di ibukota Yordania
Amman. Sekitar 70.000 orang hadir pada misa itu. Sri Paus berdoa
untuk kesatuan, solidaritas dan keadilan. Misa pimpinan Sri Paus itu
merupakan yang pertama di Yordania, yang hanya sekitar 8% penduduknya
beragama kristen. Di antara hadirin banyak juga pengungsi Irak, yang
berharap Sri Paus akan mencurahkan perhatian pada penderitaaan rakyat
Irak, akibat sanksi PBB. Semula, Paus Yohannes Paulus ingin memulai
ziarahnya di kota Ur, Irak, tetapi karena alasan keamanan, Sri Paus
membatalkan niatnya. Paus Yohannes Paulus kemudian akan bertolak ke
Israel dan wilayah Palestina.

* TENTARA ISRAEL TEMBAKMATI PEREMPUAN PALESTINA

Tentara Israel menembakmati seorang perempuan Palestina di Tepi Barat
Sungai Yordan. Suami korban cedera berat. Tentara Israel di dekat pos
pemeriksaan melancarkan tembakan terhadap mobil yang ditumpangi
pasangan Palestina itu, karena mereka memberi kesan seolah-olah tidak
mau berhenti. Kematian perempuan Palestina itu menimbulkan kemarahan
penduduk Hebron, tempat terjadinya pelemparan bom bensin terhadap
sebuah mobil Israel. Sesaat sebelum insiden penembakan di dekat pos
pemeriksaan, tiga warga Israel luka-luka akibat tembakan warga
Palestina yang militan, tidak jauh dari pos tersebut.

* ISRAEL KEMBALI SERAHKAN BAGIAN DAERAH PENDUDUKAN KEPADA PALESTINA

Israel hari ini kembali menyerahkan bagian daerah pendudukan kepada
otorita Palestina. Bagian itu adalah sejumlah desa di dekat Ramallah,
Bethlehem, Hebron, Yerikho dan Yenin. Pengembalian 6% lebih Tepi
Barat Sungai Yordan ini seharusnya sudah dilakukan Januari silam,
tetapi selalu ditunda karena selisih pendapat mengenai daerah-daerah
mana saja yang akan diserahkan oleh Israel. Otorita Palestina kini
menguasai 40% Tepi Barat Sungai Yordan dan duapertiga Jalur Gaza.
Penyerahan tanah ini melempangkan jalan bagi perlanjutan perundingan
perjanjian perdamaian akhir antara Israel dan Palestina.

* MILISI SERBIA JUGA LAKUKAN PEMERKOSAAN DI KOSOVO

Milisi-milisi Serbia juga melakukan pemerkosaan di Kosovo. Organisasi
hak-hak asasi manusia Amerika, Human Rights Watch memberitakan
sedikitnya 96 perempuan Albania diperkosa. Tetapi kemungkinan jumlah
itu lebih tinggi. Aksi-aksi pemerkosaan dimaksudkan menteror rakyat
Albania. Human Rights Watch menghendaki agar para pemerkosa diadili.
Organisasi HAM itu selanjutnya mengatakan enam perempuan dibunuh
setelah diperkosa. Pemerkosaan besar-besaran juga terjadi di masa
perang Bosnia. Senin kemarin, Tribunal Yugoslavia di Den Haag, Negeri
Belanda, menggelar proses pertama mengenai pemerkosaan massal di
Bosnia.

* SEBAGIAN BESAR PIALA OSKAR DITEMUKAN

Di Los Angeles, Kalifornia, 52 dari 55 Piala Oskar yang hilang telah
ditemukan kembali. Piala Oskar ditemukan dalam kemasan asli di sebuah
tong sampah di belakang sebuah pasar swalayan. Polisi menangkap dua
pria yang diduga mencuri piala Oskar itu. Mereka bekerja untuk
perusahaan yang mengangkut piala-piala Oskar ke Hollywood. Upacara
penyerahan  penghargaan filem itu berlangsung Ahad mendatang.

* POLISI BELGIA CENDERUNG RASIALIS

Menurut Dewan Eropa polisi Belgia menunjukkan gejala-gejala
rasialisme. Suatu hal yang, demikian Dewan Eropa, sangat
memprihatinkan. Hal ini tertera dalam laporan komisi anti rasialisme
dan sikap tidak toleran. Komisi tersebut selanjutnya mengatakan bahwa
di Belgia terdapat banyak laporan mengenai pemeriksaan identitas yang
bersifat diskriminatif, penghinaan dan luka-luka yang dialami pada
penangkapan. Kelompok pendatang kerapkali dihina oleh polisi. Menurut
Dewan Eropa laporan-laporan itu tidak ditindaklanjuti. Dewan
selanjutnya prihatin akan pengaruh partai-partai ekstrim-kanan
terhadap polisi. Hari ini adalah Hari Internasional Anti
Dsikriminasi.

* ABDUL KADIR DJAELANI INGIN TUNTUT GUS DUR DALAM KASUS TANJUNG PRIOK

Intro: Komisi Penyelidik kasus Tanjung Priok KP3P mulai pengusutan
hari ini, dan akan memeriksa tiga tersangka yaitu Jenderal
purnawirawan Benny Moerdani, Jenderal purnawirawan Try Sutrisno dan
Kolonel Butar-Butar antara 5 sampai 20 April mendatang. Namun Abdul
Kadir Djaelani, salah satu korban Tanjung Priok yang sekarang anggota
DPR menginginkan agar Kyai Haji Abdurrahman Wahid, Presiden Republik
Indonesia, juga dianggap terlibat. Berikut ini keterangannya:

Abdul Kadir Djaelani [AKD]: Mengenai rencana pemeriksaan saksi, itu
baru yang diajukan oleh panitia korban-korban Tanjung Priok.
Saksi-saksi lainnya itu masih banyak sekali ya. Oleh karena itu apa
yang dilakukan itu baru syarat permulaan dan tentunya termasuk kami
yang sekarang juga jadi panitia atau katakanlah kelompok yang ada di
DPR itu juga akan mengajukan data-data atau saksi saksi lain selain
yang telah diajukan oleh sebagian masyarakat yang korban Tanjung
Priok itu.

Radio Nederland [RN]: Jadi bapak tidak duduk di dalam panitia KBKK
ini?

AKD: Ndak. Saya tidak duduk ya. Jadi kami ini sendiri yang di DPR ini
tidak duduk situ. Cuma kami juga kan punya tim. Ya tim masalah
Tanjung Priok ini yang dibentuk oleh masyarakat itu ada beberapa
macam. Termasuk yang tadi.

RN: Mengapa ada bermacam-macam komisi dari korban-korban yang sama,
pak?

AKD: Ya memang karena masyarakat yang itu banyak sekali. Jadi di satu
organisasi yang mengadakannya ada dua tiga macam itu. Jadi kita
masing-masing bekerjasama, ya. Jadi DPR pun itu kan bagian daripada
timnya yang ada di masyarakat itu. Cuma kami menempuh jalan melalui
DPR ya dan memberikan bahan-bahan juga kepada KPP-Ham. Yang sekarang
pun kami sebagian ini sedang menyusun data-data otentik dari media
masa yang semenjak tahun 1984 itu sudah terkumpul.

RN: Data seperti apa misalnya yang terpenting?

AKD: Ya dari mulai pernyataan siapa yang bertanggungjawab, berapa
yang mati dan sebagainya. Dan kemudian pernyataan tokoh-tokoh yang
katakanlah membenarkan tindak penguasa untuk membunuh umat Islam
Tanjung Priok itu.

RN: Siapa tokoh-tokoh itu pak?

AKD: Tokoh-tokoh itu umpamanya antara lain selain jenderal yang
terlibat model Benny Moerdani, Try Sutrisno, Butar-Butar, Ali
Hanafiah juga ada tokoh yang sekarang jadi Presiden Republik
Indonesia, yaitu Abdurrahman Wahid, yang ketika itu pada dasarnya
membenarkan pembantaian umat Islam di Tanjung Priok. Ketika itu
posisi Abdurrahman Wahid sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul
Ulama.

RN:  Jadi bentuk keterlibatan Kyai Abdurrahman Wahid yang sekarang
presiden ini bersifat pernyataan pembenaran ataukah suatu tindakan?

AKD: Pernyataan dia di dalam media masa yang dimuat secara luas dari
bermacam surat kabar maupun majalah, gitu.

RN: Bunyinya bagaimana?

AKD: Ya isinya antara lain dia membenarkan pemerintah dalam hal ini
Orde Baru yaitu ABRI yang  di bawah pimpinan Benny Moerdani ketika
itu untuk menembak atau membunuh umat Islam di Tanjung Priok karena
katanya, menurut pernyataan itu ya, bahwa umat islam Tanjung Priok
telah melakukan pemberontakan, mau mendirikan negara Islam dan
melakukan penjarahan. Dan data itu sekarang sudah terrekam luas di
media massa dan sedang kita kumpulkan.

RN: Apakah saksi-saksi yang bapak ingin ajukan atau tersangka
termasuk pak Abdurrahman Wahid itu sudah termasuk dalam 36 saksi yang
akan diajukan?

AKD: Belum itu. Yang kita majukan sekarang ini kan saking banyaknya
itu, kita pilih. Dan 36 itu kan diajukan oleh kelompok sebagian dari
panitia yang tergabung di masyarakat Tanjung Priok itu.

RN: Ini yang sering disebut-sebut sebagai tersangka, pak ya, adalah
Jenderal Benny Moerdani yang ketika itu Pangab, Try Sutrisno yang
ketika itu Pangdam dan Kolonel Butar-Butar yang ketika itu Dandim,
ya. Nah, kalau tadi bapak mengatakan pak Wahid juga terlibat akan
diajukan. Bagaimana cara mengajukan seorang presiden sebagai
tersangka?

AKD: Saat terjadi itu dia bukan seorang presiden. Andaikata dia sudah
presiden.......

RN: Ya, yang saya maksudkan sekarang. Bagaimana prosedur mengajukan
seseorang yang sekarang adalah kepala negara?

AKD: KPP-HAM itu apakah dia nanti akan melakukan tuntutan atau tidak
terserah dia.

Demikian tadi Abdul Kadir Dajelani anggota DPR

* HARUSKAH POLISI, SEPERTI TENTARA DI ACEH, IKUT BERPERANG?

Peran polisi di Aceh hari-hari belakangan, yang ternyata tidak jauh
berbeda dengan peran TNI Angkatan Darat, menimbulkan banyak
pertanyaan. Haruskah polisi berperang seperti tentara? Apa sebenarnya
tugas polisi? Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari
Jakarta:

Sama seperti Kapolri-Kapolri yang lain, Kapolri Letjen Polisi
Rusdiharjo lagi-lagi membela anak buahnya meski telah melakukan
kesalahan. Meski mengakui adanya tindakan aparatnya di lapangan
terhadap anggota GAM pada saat Bondan Gunawan, utusan Presiden
bertemu Panglima AGAM, namun ia mengakui tindakan anak buahnya itu
keliru. Soalnya pada saat itu pemerintah sedang melakukan upaya
rekonsiliasi. Anehnya, Kapolri hanya menganggap tindakan anak buahnya
itu keliru dan bukannya salah. Ia hanya melihat tindakan anak buahnya
tidak arif, tidak bijaksana dan tidak tepat waktu. Dan sebagaimana
halnya TNI, lagi-lagi yang dipersalahkan adalah bawahan tingkat
polsek. Padahal seharusnya tidak ada prajurit yang salah, tetapi
perwira. Masalahnya, para perwira di Polda itu kecewa karena utusan
Presiden bisa bertemu dengan pihak gerilyawan pemberontak. Kapolri
Rusdiharjo membela anak buahnya dengan mengatakan bahwa "mereka yang
di lapangan mungkin dikendalikan emosi mereka. Karena di lapangan ada
yang mati. Maka semua bisa saja terjadi".

Sehubungan dengan itu kalangan perwira polisi pensiunan menganggap
aneh mengapa polisi disuruh berperang. Pada zaman Belanda maupun pada
awal-awal republik, polisi tidak pernah disuruh berperang. Yang
menjadi persoalan saat ini ialah bahwa pembagian tugas antara Polri
dan TNI belumlah jelas. Seharusnya Polri itu di bawah Mendagri dan
bukannya langsung di bawah Presiden, kata seorang mantan Komisaris
Besar Polisi. Kalau polisi berada di bawah Mendagri  maka itu berarti
bahwa polisi sudah kembali pada masyarakat. Polisi harus menyatu
dengan rakyat, jelasnya. Ia mengakui bahwa saat ini banyak pemimpin
di Polri tidak menghendaki hal itu karena sudah terbiasa untuk ikut
berkuasa bersama dengan TNI.

Diceriterakannya pula bagaimana pada tahun-tahun 50an, Kepala Polisi
Negara Soekamto, pernah menyuruh memasang papan dengan tulisan
Departemen Kepolisian Negara. Tetapi dua hari kemudian Presiden
Soekarno menginstruksikan supaya papan itu dicopot. Jadi sejak 10
tahun pertama umur kepolisian negara, sudah ada usaha-usaha untuk
melepaskan diri dari Departemen Dalam Negeri. Usaha ini belakangan
berhasil setelah Soekarno membutuhkan empat angkatan yang terpisah
dan dapat dimanipulasi untuk melanggengkan kekuasaannya. Kemudian
Soeharto, hanya dalam rangka mempertahankan kekuasaan yang
diperolehnya secara inkonstitusional, menggabungkan keempat angkatan
itu di dalam ABRI. Dan tentu saja ia mengangkat diri sebagai Panglima
Tertinggi ABRI.  Sejak tampilnya Habibie, Polri meski masih menerima
gaji dari Menhankam namun sudah dipisahkan dari ABRI. Dan Gus Dur
hanya melanjutkan kebijakan Habibie itu.

Mantan Komisaris Besar Polisi tersebut juga mengecam pangkat-pangkat
a la militer yang sampai saat ini masih dipakai Polri. "Masak kita
harus pakai pangkat-pangkat kuning", katanya kesal. Pengetahuan
seorang inspektur polisi dan wewenang serta tanggungjawabnya jauh
lebih luas ketimbang seorang mayor atau bahkan kolonel TNI, ujarnya.
Ia juga menunjuk pada kebiasaan kepala polisi dahulu yang biasa
memakai pakaian preman. Dengan demikian polisi tidak nampak angkuh.
Sekarang ini polisi  seolah-olah ingin mengambilalih kekuasaan
Departemen Dalam Negeri. Padahal dahulu pada awal kemerdekaan polisi
mengeluarkan Surat Ijin Mengemudi atas nama Residen. Kekuasaan yang
sudah ada di tangan Polri sejak awal Orde Baru sampai saat ini tidak
mau dilepaskannya. Mantan komisaris besar polisi itu pun melihat
bahwa DPKN atau Dinas Pengawasan Keselamatan Negara perlu dihidupkan
kembali.

Bagaimanapun dengan merosotnya citra dan peran tentara di masyarakat,
maka polisi harus kembali mengambilalih tugas-tugas keamanan. Tetapi
benar-benar tugas keamanan dan bukannya "keamanan" yang hanya untuk
berkuasa seperti pada zaman rejim Orde Baru. Dan ini berarti pula
bahwa polisi tidak harus berperang seperti yang terjadi di Aceh
hari-hari belakangan.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Mar 2000 jam 17:12:58 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke