----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 15 Mei 2000 15:30 UTC

** TOPIK GEMA WARTA: TIDAK ADA PERTENTANGAN ANTARA MABES POLRI DENGAN
POLDA JAYA

* KEMUNGKINAN TIDAK ADA LAGI KORBAN HIDUP DI KAWASAN BENCANA ENSCHEDE

KEMUNGKINAN TIDAK ADA LAGI KORBAN HIDUP DI KAWASAN BENCANA ENSCHEDE

Di kawasan bencana ledakan gudang petasan Enschede, Belanda Timut,
sudah nyaris tidak mungkin ada korban hidup, demikian kepala Tim
Identifikasi Bencana. Jumlah korban tewas yang berhasil ditemukan
mencapai 15 orang. Sementara itu 200 warga masih dilaporkan hilang.
Sebagian dikhawatirkan tewas di bawah puing-puing reruntuhan beton.
Sementara sebagian lain diduga berada di luar tempat kejadian dan
masih belum melaporkan diri. Regu penolong belum bisa memasuki
sebagian besar wilayah bencana dikarenakan suhu yang masih sangat
panas. Di sana-sini masih ditemukan bara api akibat bocornya
pipa-pipa gas.
Ledakan hebat pada gudang petasan dan mesiu petasan di tengah
perkampungan Enschede Belanda Timur Sabtu lalu, melukai sedikitnya
600 orang, 56 diantaranya masih dirawat di rumah sakit. Selanjutnya
sekitar seribu rumah rusak, 400 di antaranya hancur lebur. Penyebab
kecelakaan hingga kini masih belum diketahui. Apabila terdapat
indikasi adanya faktor kesengajaan, Kejaksaan Belanda kemungkinan
mengawali pemeriksaan hukum.

* LEDAKAN BOM DI KASHMIR INDIA TEWASKAN SEORANG MENTERI

LEDAKAN BOM DI KASHMIR INDIA TEWASKAN SEORANG MENTERI

Seorang menteri negara bagian Jammu-Kashmir India tewas akibat
ledakan bom. Menteri Urusan Energi, Ghulam Hasan Bhatt tewas ketika
kendaraan anti peluru yang ia tumpangi meledak akibat menggilas
ranjau. Di samping itu dua pengawal, pengemudi dan seorang wartawan
radio yang mendampinginya juga tewas dalam aksi peledakan itu.  Jammu
dan Kashmir merupakan satu-satunya negara bagian India yang mayoritas
penduduknya beragama Islam.  Perjuangan kemerdekaan kelompok muslim
Kashmir dan Jammu sampai sekarang  telah menewaskan sepuluhan ribu
jiwa.

* ISRAEL SERAHKAN TIGA KAMPUNG JERUSALEM KE PENGUASA PALESTINA

ISRAEL SERAHKAN TIGA KAMPUNG JERUSALEM KE PENGUASA PALESTINA

Kabinet Israel menyepakati penyerahan tiga kampung  Yerusalem ke
penguasa Palestina. Kelompok fundamentalis Yahudi mencemaskan langkah
tersebut sebagai awal terpecahnya ibukota Israel yang 'utuh dan
abadi'.  Enam dari 21 menteri partai konservatif dan ortodoks
menentang langkah kabinet Israel tersebut. Parlemen Israel Knesset,
Senin ini mengadakan pemungutan suara menentukan penyerahan
perkampungan.
Saat ini delegasi Israel dan Palestina di Stockholm Swedia mengadakan
pembicaraan tertutup mengenai kerangka perdamaian definitif.  Perdana
Menteri Ehud Barak mengutus Menteri  Keamanan Slomo Ben Ali bertolak
ke Eropa menghadiri perundingan.  Kendala paling penting sengketa
Timur Tengah ini adalah status kota Yerusalem dan tapal batas Israel
dengan negara Palestina yang mau didirikan. Di samping itu nasib
pemukiman Yahudi di Negara Pelestina dan nasib pengungsi Palestina
juga merupakan kendala penting.

* MANILA TOLAK TARIK MUNDUR PASUKAN DARI PULAU JOLO

MANILA TOLAK TARIK MUNDUR PASUKAN DARI PULAU JOLO

Pemerintah Filipina menolak tuntutan pemberontak Abu Sayyaf agar
menarik pasukan dari pulau Jolo. Manila menyatakan selama ini telah
cukup menuruti mermintaan pemberontak yang menyandera 21 warga asing.
Di samping menhendaki penarikan mundur pasukan dari Jolo, pemberontak
Abu Sayyaf juga menuntut uang tebusan antara dua hingga tiga juta
dolar. Sementara itu kelompok perlawanan muslim terbesar Mindanao,
MILF, menyatakan bersedia melanjutkan perundingan dengan pemerintah.
Dengan demikian MILF telah menyambut baik imbauan gereja katolik
Filipina dan mantan Presiden Corazon Aquino.  Sebagai langkah arif,
MILF mengakhiri pendudukan jalur utama Mindanao. Selama
bertahun-tahun MILF memperjuangkan kemerdekaan Mindanao dari
Filipina.

* DEMONSTRASI PALESTINA BENTROK DENGAN  PASUKAN ISRAEL

Seorang pemuda Palestina tewas dan sedikitnya 30 luka-luka akibat
bentrokan dengan tentara Israel di beberapa lokasi Jalur Gaza.  Sejak
beberapa hari belakangan timbul kerusuhan dibeberapa tempat Tepi
Barat Sungai Yordan. Para demonstran Palestina menuntut pembebasan
1600 warga Palestina yang mendekam di penjara Israel. Sehubungan
perundingan Israel-Palestina yang masih tersendat-sendat, Israel
untuk sementara belum ingin melepaskan para tahanan.

* TIDAK ADA PERTENTANGAN ANTARA MABES POLRI DAN POLDA JAYA

Intro: Aparat negara khususnya Polri, meski sudah lepas dari dominasi
Angkatan Darat, tampaknya masih belum berubah. Peristiwa kerusuhan
Glodok dengan jelas menunjukkan konflik kepentingan antara polisi.
Berikut laporan korresponden Syahrir dari Jakarta.

Editorial harian Media Indonesia kemarin menyalahkan Polri soal
kerusuhan Glodok yang terjadi  tepat pada tanggal 13 Mei. Polisi
bikin blunder, tulis koran tersebut. Ingin memberangus industi VCD
gelap, hasilnya malah bumerang. Terjadi kerusuhan dan pembakaran.
Celakanya, itu terjadi 13 Mei, di Glodok pula. Maka ramailah orang
menghubungkannya dengan kerusuhan Mei yang terjadi dua tahun lalu.

Industri VCD atau Video Compact Disk gelap memang merupakan kenyataan
hidup, tulis Media Indonesia. Hasil industri gelap itu dapat dengan
mudah diperoleh di Glodok. Dan harus dibilang, bahwa Glodok merupakan
pusat urat syaraf dari seluruh sindikasi industri gelap itu. Ia
sentral karena dari sanalah industri ini mendapat kekuatan hidupnya.
Yaitu, uang. Apabila ada uang, dan berasal dari dunia gelap,
disanalah pula ada para pelindung. Inilah pelindung, yang menjadikan
dunia gelap itu sebagai sapi perah.

Ada dua macam pelindung. Yang satu dunia preman, dan yang lainnya
dunia aparat. Dari sinilah kerusuhan Glodok itu harus
diterangjelaskan keanehannya,  tulis Media. Lebih lanjut dari
penjelasan koran itu dapat ditangkap adanya pertentangan antara
polisi dibelakang peristiwa kerusuhan Glodok tersebut. Bahkan menurut
suatu sumber "bentrokan" kepentingan antara Mabes Polri dan Polda
Jaya itu khususnya Polres Jakarta Barat sempat melibatkan pula
unsur-unsur Banser NU. Mengapa Banser ikut melakukan pengamanan dan
bukannya Kamra? Apakah organisasi pemuda NU itu juga membutuhkan
dana dari hasil perdagangan industri VCD
tersebut?

Menurut sumber-sumber lain Polri sebenarnya sudah terlibat dalam
pertarungan antar artis. Antara Rinto Harahap dan Dedi Dores.
Dibelakangnya Dedi Dores ada Gus Wahid, adiknya Gus Dur yang
melindungi asosiasi artis-artis anti pembajakan. Sedangkan Rinto
Harahap yang dekat dengan kelompok Cendana meminta dukungan Mabes
Polri. Seminggu sebelum peristiwa kerusuhan Glodok, ada penggrebegan
Bandar VCD gelap yang dilakukan pihak Polda Metro Jaya. Bandar
tersebut, menurut sumber ini, pro Mabes Polri. Maka dengan
laatarbelakang ini dapat demengerti mengapa Mabes menggrebeg pedagang
VCD Glodok yang didukung Polda Jaya.

Tetapi mengapa penggebegan tersebut dilakukan tanggal 13 Mei? Apakah
karena ada titipan khsuus dari kelompok Cendana yang seolah-olah
ingin memperingati peristiwa Mei dua tahun lalu? Pihak Ikatan Artis
Anti Pembajakan VCD yang didukung unsur-unsur NU jelas tidak mau VCD
gelap itu beredar.Tetapi demi Gus Dur jelas mereka tidak mau bergerak
sebelum bulan Agustus. Pihak kepolisian belum lama ini pernah menyita
mesin pencetak VCD seharga 12 milyar rupiah. Tetapi alat milik Cina
Malaysia tersebut kemudian dilego dengan harga 8 milyar rupiah. Pihak
Polda sempat marah karena tidak dilibatkan dalam penjualan tersebut.

Sementara itu Wakapolri Letjen Pol Bimantoro menegaskan bahwa
kerusuhan Glodok sama sekali bukan hasil rekayasa Polri untuk
mengalihkan perhatian masyarakat dari Kasus Kerusuhan Mei 1998.
"Untuk apa merekayasa yang menimbulkan masalah yang harus kita
sendiri menghadapinya," katanya seusai melantik Kapolda NTB Kolonel
Pol Jonny Jodjana di Mataram, Senen kemarin.Menurut Wakapolri,
operasi terhadap perdagangan VCD bajakan tersebut merupakan
kesepakatan Polri dan Asirevi, karena pembajakan VCD sudah sangat
serius dan merugikan negara dalam jumlah yang cukup besar.

Bimantoro menjelaskan, operasi hari Sabtu itu dilakukan sejak pukul
04.00 pagi karena lebih ditujukan kepada para penyalur yang membawa
boks barang. "Tapi, yang bereaksi justru pedagang eceran,"
katanya.Menanggapi pernyataan Polda Metro Jaya bahwa mereka
tidak mengetahui operasi tersebut, Wakapolri menegaskan itu
dimungkinkan. Mabes Polri, katanya, dapat melakukan operasi sendiri
dengan menggunakan kekuatan operasionalnya sendiri."Sedangkan soal
pemberitahuan lebih dahulu atau tidak adalah kepentingan taktis di
lapangan saja," jelasnya.

* TOPIK GEMA WARTA:
PEMUKIMAN DI ENSCHEDE UTARA IBARAT KEHUJANAN BOM

PEMUKIMAN DI ENSCHEDE UTARA IBARAT KEHUJANAN BOM

Intro: Pagi ini regu penyelamat masih sibuk mencari para korban
eksplosi gudang petasan di kota Enschede, Belanda Timur. Gudang
petasan  milik perusahaan yang bernama S.E. Fireworks itu meledak
yang penyebabnya sampai sekarang belum diketahui. Akibatnya
setidaknya 15 orang meninggal dunia dan 600 warga terluka. Sebagian
besar kawasan pemukiman Enschede Utara itu musnah seperti
dibumihanguskan. Sampai Senin petang sekitar 200 warga masih raib.
Berikut laporan redaktur Gert Jan Rohmensen.

Sore Sabtu lalu banyak warga kawasan pemukiman Roombeek, Enschede
Utara, Belanda Timur duduk di luar menikmati sinar matahari. Maklum
negeri kincir angin ini jarang dikunjungi matahari. Sekitar jam empat
sore terjadi kebakaran kecil di kawasan industri yang terletak di
tengah perkampungan itu. Petugas keamanan pun cepat datang dan mulai
menjalankan tugasnya memadamkan api. Warga juga mulai berdatangan
tetapi mereka dilarang mendekat ke tempat kebakaran.  Tiba-tiba
terdengar suara petasan seperti malam tahun baru. Setelah cukup lama
terdengar gemuruh petasan itu, lalu disusul dengan suara ledakan
dahsyat. Akibatnya jendela rumah penduduk pecah, potongan-potongan
beton, kayu, kaca dan sebagainya beterbangan, sehingga warga menjadi
panik. Tidak lama setelah itu terdengar ledakan yang lebih dahsyat
lagi yang memusnahkan total kawasan itu.

" Ledakan itu dahsyat sekali ", tegas seorang saksi mata yang
berhasil merekam peristiwa itu dengan video camera. Seorang ibu yang
tinggal lima puluh meter dari gudang petasan itu menceritakan
pengalamannya: "Batu-batu ..ya nggak tahu lagi. Jeritan orang
terdengar di mana-mana. Ada yang luka. Ada anak-anak yang muka robek.
Ngeri deh. Nggak tahan melihatnya. Lewat televisi saya lihat rumah
saya menjadi datar. Adik perempuan saya yang bilang begitu."

Ledakan tersebut tidak hanya dirasakan di tempat sekitar musibah,
namun juga terasa sampai ke tempat-tempat yang berkilo-kilo meter
jauhnya. Wisnu Wibowo, seorang warga Indonesia yang tinggal sekitar 2
kilometer dari tempat kejadian menceritakan pengalamannya kepada
Radio Nederland:

 Radio Nederland [RN] : Waktu kejadian berlangsung Sabtu lalu, Pak
Wisnu berada di mana?

Wisnu  Wibowo [WW  ] : Saya berada di rumah, pertama-tama saya dengar
bunyi seperti petasan atau tembakan, der..der..der..saya pikir biasa
kalau di sini banyak petasan. Trus saya pikir ada pesta di kota.
Tetapi setelah satu menit bunyi petasan setelah itu ada bunyi ledakan
seperti bom ..bummm..Trus saya lari ke atas ketempat kamar anak saya,
kemudian saya ambil anak saya trus saya lari ke luar. Saya lihat asap
tebal di langit, saya pikir kantor polisi meledak hah..hah..hah..
Trus ada ledakan yang ke dua itu lebih besar daripada yang pertama
dan sampai rumah saya bergetar.

RN : Padahal rumah bapak terletak sekitar 2 kilometer dari tempat
kejadian. Dan itu terasa di sana getarannya?

WW : Ya, 2 kilometer dari tempat kejadian. Sampai buku-buku di plank
(papan buku) jatuh semua.

RN : Bapak lari ke luar, kemudian apa yang bapak saksikan di jalanan,
atau sepi-sepi saja?

WW : Saya lari keluar juga karena ingin tahu apa yang terjadi trus
saya dengan anak saya, tidak ke tempat kejadian, tapi mendekat ke
arah kejadian dan di sana saya lihat banyak orang dengan tangan penuh
darah, dengan kaki yang penuh darah, dengan kepala penuh darah
lari-lari di jalanan. Ya saya tidak bisa apa-apa, saya mau menolong
tapi terlalu banyak orang yang penuh darah.

RN : Apa yang terlintas dalam pikiran bapak waktu melihat itu semua?

WW : Saya bertanya-tanya apa yang terjadi. Ya saya belum tahu bahwa
itu adalah pabrik petasan, saya pikir di Enschede tidak ada pabrik
petasan. Saya hanya bertanya-tanya apa yang terjadi, apakah perang
atau apa..

RN : Memang kalau kita lihat kerusakan yang terjadi pada
gambar-gambar televisi, memang sungguh hebat sekali seperti telah
terjadi perang, tertimpa bom begitu yah?

WW : Ya memang ledakannya besar sekali, tapi sebelum melihat televisi
saya tidak tahu apa yang terjadi.
Demikian tadi wawancara Wisnu Wibowo dengan Radio Nederland.

Setelah dua hari penuh menyusul musibah itu kawasan Enschede Utara
itu tampak seperti dihujani bom dalam suatu peperangan. Dalam radius
seratus meter dari tempat gudang petasan yang meledak itu hampir
tidak ada rumah atau gedung yang masih berdiri. Arang-arang bekas
rumah terbakar, bangkai mobil yang terbakar menunjukkan betapa
dahsyat eksplosi yang terjadi Sabtu lalu. Petugas pemadam kebakaran
masih sibuk mematikan sisa-sisa api. Regu penyelamat mencari korban
di tengah reruntuhan. Tugas berat ini diduga akan berlangsung
beberapa hari.

Puluhan korban luka dirawat di pelbagai rumah sakit. Ada yang
kondisinya sangat parah. Di antara 15 orang korban jiwa terdapat
beberapa orang petugas pemadam kebakaran. Kawasan itu dihuni sekitar
dua ribu orang warga. Dalam waktu beberapa menit saja mereka
kehilangan semuanya. Sebagian  ditampung oleh sanak saudara dan teman
dan yang lainnya ditampung di sebuah gedung olahraga. 400 rumah
musnah total. Ratusan rumah lainnnya rusak.

Hari ini, sekitar 200 orang masih dinyatakan hilang. Mungkin sebagian
besar tidak menyadari bahwa mereka dinyatakan hilang, tapi yang jelas
jumlah korban tewas masih akan bertambah banyak.  Minggu kemarin,
Perdana Menteri Wim Kok dan Ratu Beatrix mengunjungi tempat musibah
dengan penuh emosi. Mereka menyatakan rasa sependeritaan dengan
mengunjungi para korban yang ditampung di sebuah gedung olah raga.
Dalam konperensi pers yang digelar sesudah kunjungan tersebut,
Perdana Menteri Kok mengatakan betapa ia sangat terpukul dengan apa
yang disaksikannya. Kok mengatakan, tenggorokan anda secara tercekik
menyaksikan itu semua, sungguh luar biasa seolah-olah bom baru saja
berjatuhan di tempat tersebut.

Perdana Menteri Belanda, Wim Kok mengatakan :" Apabila anda berjalan
di sana dan menghirup asap kebakaran yang belum sepenuhnya padam dan
menyadari bahwa masih ada orang-orang yang tertimbun dan membayangkan
neraka seperti apa yang mereka alami selama 5 sampai 10 menit.
Sungguh mengerikan".

Perdana Menetri Kok menjanjikan para korban bahwa pemerintah akan
menyediakan semua bantuan yang dibutuhkan dan memuji tim-tim
penyelamat atas dedikasi yang mereka tunjukkan.

Perdana Menteri Kok juga memerintahkan dilakukannnya penyelidikan
terhadap sebab-sebab musibah. Mengenai hal itu, saat ini masih banyak
ketidakjelasan dan setumpuk pertanyaan yang belum terjawab. Banyak
warga Enschede yang marah setelah mengetahui bahwa di hunian tersebut
tersimpan 100 ton petasan dan kembang api yang sangat berbahaya.
Warga di sekitar gudang  banyak yang tidak mengetahui hal itu.
Pemerintah kotamadya membenarkan bahwa gudang tersebut telah memenuhi
semua persyaratan perijinan yang ada bahkan  kontrol baru saja
dilangsungkan  pekan lalu. Menimbang hal itu, nampaknya tidak mungkin
bahwa musibah disebabkan oleh keslahan teknis. Kebanyakan pengamat,
termasuk pakar petasan, berpendapat telah terjadi kesalahan yang
disebabkan oleh manusia. Di bunker-bunker tersimpan petasan dan
kembang api yang digunakan untuk perayaan-perayaan. Kemungkinan Sabtu
siang itu, di gudang tersebut tengah dipersiapkan petasan dan pintu
dari bunker-bunker tersebut terbuka. Kebakaran yang berlangsung di
luar, seperti yang pada awalnya terjadi, berdampak  menjadi musibah
seperti kita semua ketahui. Dari banyak pertanyaan yang muncul,
nampaknya beberapa tidak akan pernah terjawab, melihat kehancuran
kampung hunian itu. Ini juga akan semakin mempersulit para korban dan
keluarga korban untuk bisa mengatasi trauma mereka.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 May 2000 jam 16:56:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke