----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

DUA ORANG TERTEMBAK, 17 DIANIAYA

        ACEH UTARA, (MeunaSAH, 13/6/2000). Kontak senjata kembali terjadi
lagi  di Kabupaten Aceh Utara, Senin (12/6). Dalam sehari terjadi dua
kali peristiwa kontak senjata di wilayah ini yaitu di Desa Babah
Buloh, Kecamatan Sawang, dan Kuala Dewa, Kecamatan Muara Batu. Dalam
peristiwa ini satu tentara TNI dan satu sipil tertembak serta 17 warga
lainnya menjadi korban tindak penganiayaan aparat keamanan. Menurut
informasi yang diperoleh, peristiwa yang terjadi di Desa Babah Buloh
itu menyebabkan selain tukang kayu Usman Yusra (50), tertembak dan
saat ini dalam kondisi sekarat di RSU Cut Meutia Lhokseumawe.

        Juga dilaporkan 17 warga menderita memar-memar akibat perlakuan kasar
aparat keamanan. Ke-17 warga Babah Buloh yang menjadi korban
penganiayaan aparat itu menurut adalah bernama Abdullah Yahya,
Jalaluddin, Ismail, Rusydi, Hasan, Zainuddin, A Rahman, Jailani,
Junaidi, Hasan Umar, Fakri, M Yusuf, Razali, Basri, Rahman AR,
Syawani, dan Mustafa.

        Dari desa yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari jalan raya
Medan-Banda Aceh kawasan Krueng Mane ini, aparat juga menyita 11 unit
kendaraan roda dua dan satu unit mobil. Menurut warga, Usman (50) yang
tertembak pada kedua kakinya, waktu kejadian ia sedang memperbaiki
rumah penduduk di Babah Buloh. Ketika kontak senjata antara aparat
keamanan dan sipil bersenjata terjadi ia cepat-cepat masuk ke dalam
rumah. Tapi tidak lama setelah suara tembakan reda, dua aparat datang
ke rumah dan meminta Usman dan rekannya, Ali, ke luar. Setelah ke
luar, ia langsung dipukuli. Bahkan ketika mau ambil baju pun,
dilarang. Setelah ke luar rumah, sekitar 25 meter beranjak bersama
aparat, tiba-tiba kakinya ditembak, kanan dan kiri hingga membuatnya
rubuh.

        Menurut Kapolres Aceh Utara Letkol Pol Drs Syafei Aksal, kedua
insiden bersenjata itu berawal ketika sebanyak 16 aparat kepolisian
melakukan patroli menurunkan bendera GAM di Desa Mane Tunong Kecamatan
Muara Batu. "Tapi ketika sedang menurunkan bendera pada tiang ketiga
di Desa Kuala Dewa, tiba-tiba kami diserang GBPK dengan GLM dan AK-47.
Tapi tak ada korban dalam kontak senjata yang terjadi selama satu
jam," ungkap Kapolres.

        Dari peristiwa di Babah Buloh, aparat menyita satu magazen M-16
berisi 28 amunisi, satu magazen pistol FN berisi enam amunisi, satu
pucuk pistol rakitan, dan 11 sepeda motor. ***

- ------------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Jun 2000 jam 07:44:01 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke