----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diketahui Sedang Menghasut Massa. Provokator Asing Ditangkap di
Palopo

Media Indonesia - Nusantara (6/13/00)

PALU (Media): Kodam VII/Wirabuana berhasil menciduk seorang warga
negara asing yang tengah memprovokasi masyarakat di Kabupaten Tana
Toraja dan Palopo, Sulawesi Selatan, guna menciptakan permusuhan
antarpemeluk agama.

"Selain orang asing itu, seorang penduduk setempat juga tertangkap
basah sedang memprovokasi massa," kata Pangdam VII/Wirabuana
Mayjen Slamet Kirbiantoro kepada {Antara] di Palu Sabtu. Namun
untuk kejelasan kasus tersebut Pangdam menganjurkan sebelum
disiarkan hendaknya mengkonfirmasikannya lagi kepada Danrem
Parepare, Sulsel.

Ia mengaku tidak ingat nama serta waktu dan tempat penangkapan
provokator asing dan penduduk lokal tersebut, kecuali menyatakan
salah seorang provokator lokal berhasil melarikan diri, namun
identitasnya sudah diketahui aparat keamanan.

"Silakan Anda publikasikan masalah ini, dan untuk kejelasan
informasinya hubungi Komandan Korem Parepare di Sulawesi Selatan,"
pinta perwira tinggi berbintang dua itu.

Sementara itu, Danrem Parepare Kol Inf Soeharnanto yang dihubungi
dari Palu per telepon, Senin, di Makale (ibu kota Kabupaten Tana
Toraja) menjelaskan provokator asing asal Jerman yang tertangkap
itu bernama Karl Heinz Reiche. Ia ditangkap petugas di Kabupaten
Palopo pada 5 Juni lalu, setelah sebelumnya berhasil melarikan
diri dari Makale.

Kolonel Soeharnanto juga mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan
sementara aparat keamanan, Reiche mengaku sempat mondar-mandir dan
melakukan kegiatan serupa di wilayah Sulawesi Tengah, terutama
Palu, Poso, dan Tentena (kota kecil di tepian Danau Poso).

"Kegiatan tersebut dilakukan Reiche beberapa saat sebelum pecah
kerusuhan bernuansa SARA fase ketiga yang melanda Kota Poso
tanggal 23 Mei lalu," katanya.

Pertikaian yang berlanjut dengan kerusuhan di Poso itu sendiri
hingga Senin ini dilaporkan telah menelan korban jiwa lebih 200
orang, dan hampir 3.000 bangunan penduduk dan fasilitas umum
terbakar.

Soeharnanto juga mengatakan bersamaan dengan penangkapan Reiche,
pihaknya telah pula mengamankan satu dari dua penduduk lokal yang
selama ini ikut bersama Reiche memprovokasi massa di sejumlah
daerah di Sulawesi. "Kedua provokator itu kini diamankan di Markas
Polwil Parepare, dan tengah menjalani pemeriksaan intensif petugas
reserse setempat," ujarnya.

Menjawab pertanyaan, Danrem Parepare mengatakan semua ruas jalan
trans Sulawesi, terutama di wilayah perbatasan Sulawesi Selatan-
Sulawesi Tengah yang dalam waktu tiga pekan terakhir putus total
karena dibarikade oleh kelompok-kelompok massa yang bertikai di
Kabupaten Poso dengan pepohonan besar, sejak dua hari lalu sudah
bisa dilalui kendaraan bermotor.

"Semua rintangan yang dipasang di ruas jalan trans Sulawesi di
kawasan perbatasan Sulsel-Sulteng sudah dibersihkan masyarakat
setempat bersama aparat keamanan, sehingga tidak ada masalah lagi
bagi angkutan umum untuk melintasinya," ujarnya.

Hubungan transpotasi darat antarkota di Pulau Sulawesi melalui
Kota Poso sempat lumpuh total selama tiga pekan terakhir akibat
semua jalan masuk ke kota itu diblokade dengan pepohonan oleh
kelompok massa yang bertikai. (N-2)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Jun 2000 jam 10:46:09 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke