----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

UPAYA CENDANA GONCANG ISTANA

        JAKARTA, (SiaR, 17/6/2000). Dugaan bahwa kalangan Cendana ikut
bermain dalam membuat kisruh perpolitikan nasional mulai kelihatan.
Para operator politik Cendana satu-persatu mulai terkuak. Sugeng
Suparwoto (orang kepercayaan Bambang Tri) dan Jenderal (pur) R.
Hartono (mantan KASAD), mulai bergerak merongrong kabinet Gus Dur.
Ditengarai kasus Bulog yang melibatkan Suwondo dan Istiqhosah Karya
Peduli Bangsa (KPB) di Serang bagian dari skenario besar kelompok
Soehartois tersebut.

        Diperoleh info bahwa Sugeng Suparwoto seorang mantan aktivis
mahasiswa 80-an adalah orang yang membawa Suwondo pada Gus Dur saat
masih di Ciganjur. Menurut sumber SiaR, Sugeng pula yang membawa
Suwondo lagi sesaat Gus Dur dipilih menjadi presiden. Melalui kepala
biro protokol dan pers Istana Wahyu Muryadi, Sugeng merekomendasi agar
Suwondo diterima Gus Dur. Wahyu yang sempat di Harian Media Indonesia
ini mengenal dekat Sugeng saat bekerja di harian milik Surya Paloh
tersebut. Sumber itu menegaskan, Suwondo ditugaskan untuk mencoba
melobi Gus Dur untuk memberikan impunity (pengampunan) bagi bekas
orang nomer satu itu.

        Sementara R Hartono sendiri melakukan manuver lewat ormasnya yang
bernama Karya Peduli Bangsa (KPB) dengan memobilisasi 50.000 massa
lewat Istiqhosah yang diadakan KPB di Serang, Jawa Barat, beberapa
waktu yang lalu. Sebuah sumber SiaR menyebutkan, Hartono yang dekat
dengan Tutut bahkan diisukan disebut-sebut sejumlah kalangan sebagai
"pacar Tutut" ini dibantu oleh Irsyad  Djueli, yang sehari-hari
dikenal sebagai pimpinan lembaga pendidikan Islam "Mataul Anwar".
Lembaga ini memiliki sejumlah pondok pesantren hingga universitas.

        Menurut kabar, biaya untuk Istiqhosah selama sehari tersebut sebesar
Rp 300 juta. Semua dana langsung diperoleh dari Cendana lewat Hartono.
Sumber SiaR menyebutkan Irsyad Djueli ini pula yang saat maraknya demo
mahasiswa menjelang Sidang Istimewa, November 98 lalu terlibat sebagai
tenaga pengerah barisan Pam Swakarsa. Sumber tersebut menyebutkan,
"agaknya kelompok Soehartois akan habis-habisan agar tidak diadili
oleh pemerintahan Gus Dur."

        Dugaan banyak kalangan tentang keterlibatan kelompok Soehartois dalam
berbagai skenario untuk menjatuhkan kabinet Gus Dur ini masih cukup
tinggi. Bahkan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono sendiri
mengungkapkan hal itu. "Saya menduga semua kerusuhan yang terjadi
belakangan ini ada kaitannya dengan Soeharto, namun kita harus
mengakui bahwa kita tak punya cukup data untuk membuktikan hal
tersebut, ujarnya pada Rabu (14/6).***

- --------------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Jun 2000 jam 04:45:51 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke