----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 21/III/19-25 Juni 2000
================================================

BABAK BERIKUT: MARZUKI VS AKBAR

(POLITIK): "Pertandingan" Gus Dur vs Syahril Sabirin berbuntut
perseteruan antara Marzuki vs Akbar. Jika Marzuki masih nekad
menggelar pemeriksaan Syahril, ia akan disingkirkan Golkar.

Ruang rapat pimpinan puncak Golkar minggu lalu sudah memanas sejak
rapat belum dibuka. Akbar Tanjung yang baru datang langsung menyalami
Marzuki dengan tersenyum dan setengah bergurau, "Selamat ya atas
award-nya". Sehari sebelumnya memang, para mahasiswa Universitas
Indonesia menganugerahkan Soeharto Award untuk Marzuki Darusman,
Presiden Gus Dur dan Benny Moerdani. Marzuki, meski garis matanya
menunjukkan rasa tak senang, masih bisa tersenyum dan membalas, "Iya
terima kasih, tapi kok muridnya yang lihai malah nggak dapat". Yang
dimaksud oleh Marzuki dengan murid yang lihai, siapa lagi kalau bukan
Akbar Tanjung. Ketua Umum Golkar yang merangkap jadi ketua DPR itupun
tersenyum diplomatis.

Rapat berlanjut di ruangan tertutup tanpa staf yang biasa menguping.
Tapi dari notulensi rapat, ketahuan bahwa salah satu agenda yang
dibahas hangat adalah kelanjutan Kasus Bank Bali. Akbar Tanjung
kabarnya tetap ngotot bahwa Syahril Sabirin sebagai Gubernur Bank
Indonesia tidak bisa diintervensi pemerintah karena independensi Bank
Indonesia dilindungi Undang-Undang. Argumen Akbar yang lain adalah,
merosotnya nilai rupiah beberapa bulan belakangan ini terjadi bukan
karena BI tidak mau intervensi, melainkan justru karena ucapan-ucapan
Gus Dur sendiri yang disebutnya tidak ramah pasar.

Marzuki Darusman punya argumen lain, bagaimana mungkin jabatan bisa
terus berjalan bila penjabatnya berstatus tersangka? Siapa jamin tidak
akan terjadi konflik kepentingan? "Apalagi dalam UU Bank Indonesia itu
juga disebut dalam penjelasan, Gubernur BI harus mundur bila terkena
kasus yang melibatkan dirinya sebagai tersangka," ujar Marzuki dalam
suatu kesempatan dirubung wartawan tanpa menyebut penjelasan pasal
berapa. Argumen lain yang lebih luas, menurut Marzuki, Syahril Sabirin
memang gagal bertugas sebagai Gubernur BI justru di saat kritis yang
menentukan seperti krisis ekonomi sekarang ini, bahkan sebelum Gus Dur
berkuasa sekalipun. "Ia gagal menjadikan BI sebagai otoritas moneter
yang berfungsi menyehatkan perbankan Indonesia," tandas Marzuki tanpa
basa-basi.

Bila menyimak adu argumen di atas, keduanya seolah bersikap sebagai
orang idealis yang berada di jalur hukum. Tapi di balik argumen lihai
di atas, sebetulnya masing-masing punya kepentingan politik ekonomi
yang tak kurang licik. Akbar Tanjung punya kepentingan untuk
melindungi Golkar sebagai mesin politik yang mendukung dirinya.
Syahril Sabirin jelas adalah orang kunci dalam kasus Bank Bali. Dan
kasus ini merupakan pintu sisi gelap penggalangan dana bagi Golkar.
Pemerasan terhadap Bank Bali hanyalah bagian dari cara-cara busuk
Golkar dalam menghimpun dana. Bila kasus ini terungkap habis,
bisa-bisa buntutnya akan merembet jauh hingga menjerat kasus-kasus
penghimpunan dana lainnya oleh Golkar. Maka bisa dipahami mengapa
manuver Syahril Sabirin menyambangi DPR untuk "minta perlindungan"
diterima dengan jabat tangan erat oleh Akbar Tanjung.

Marzuki Darusman tak kalah ngotot-nya dalam kasus ini. Ia harus
menunjukkan pada publik bahwa ia masih layak dipercaya. Dan yang
paling penting tentu saja, layak dipercaya oleh Gus Dur yang
menentukan posisinya sebagai jaksa agung. Santer kabar bila Agustus
nanti Gus Dur akan merombak total kabinetnya, dan siapa yang tidak
loyal bisa saja terpental. Prestasi Marzuki sebagai Jaksa Agung
sebetulnya meragukan karena belum ada satu pun kasus besar yang
tuntas. Mengadili Soeharto? Seperti benang ruwet menelusurnya.
Pengadilan HAM untuk para jendral dalam kasus 27 Juli? Masih lemah
perangkat undang-undangnya. Yang paling gampang tentu saja adalah
menyelesaikan kasus Bank Bali yang melibatkan Syahril Sabirin.

Perseteruan antara Marzuki dengan Akbar Tanjung yang kini masih
terpendam, tampaknya bakal meledak bilamana Syahril Sabirin mulai
diperiksa sebagai tersangka mulai minggu ini. Syahril sudah mengirim
sinyal ke Akbar Tanjung bahwa pada kenyataannya Kasus Bank Bali ini
akan berujung ke Golkar sebagai pemrakarsa. Akbar bakal mati-matian
menggalang dukungan para anggota DPR untuk menyelamatkan Syahril, dan
hal itu sudah dilakukan lewat pernyataan-pernyataan awal bahwa DPR lah
yang menentukan siapa yang akan jadi Gubernur BI. Sebagai politisi
ulung, tentu Akbar Tanjung akan mencoba pula merangkul Marzuki untuk
lebih "akrab" ke Golkar ketimbang diketiaki Gus Dur. Itu berarti Akbar
akan menawarkan posisi atau keuntungan yang lebih menarik untuk
Marzuki yang selama ini kewalahan menjadi Jaksa Agung. Bila Marzuki
bergeming, Golkar yang akan menyingkirkan dia. Pesoalannya, seandainya
persoalan publik ini memang diselesaikan lewat jalan belakang maka
yang jadi korban adalah tegaknya hukum, di mana siapa yang diindikasi
bersalah memang harus diadili dan diganjar hukuman bila akhirnya
terbukti salah. (*)

=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- ------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Jun 2000 jam 06:57:12 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke