----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Media Indonesia, 26 Juni 2000

TNI Setuju Darurat Sipil di Maluku. Kodam Brawijaya Siapkan
Pasukan

MAGELANG (Media): Panglima TNI Laksamana Widodo AS menyatakan
setuju pemberlakuan darurat sipil di Maluku untuk mencegah
masuknya orang-orang luar ke `Wilayah Seribu Pulau` tersebut.
Demikian ditegaskan Widodo kepada pers usai upacara Prasetya
Perwira Prajurit Karier TNI, Sabtu lalu, di Akmil, Magelang.

Berdasarkan ketentuan, darurat sipil atau militer merupakan
wewenang pemerintah atau Presiden Abdurrahman Wahid. Tugas TNI
hanya memberikan masukan dan menjalankan perintah presiden
selaku penguasa tertinggi atas TNI dan Polri.

Mengingat kritisnya situasi di Maluku, TNI bersama aparat
keamanan setempat akan bertindak tegas. Langkah yang segera
diambil, melakukan restrukturisasi gelar pasukan. TNI akan
menyesuaikan jumlah pasukan dengan tingkat kerawanan di beberapa
spot yang dikonsentrasikan.

Restrukturisasi pasukan di Maluku bertujuan mencegah terjadinya
pertikaian berikutnya. Sejalan dengan itu, Panglima TNI akan
mengeluarkan seruan kepada masyarakat agar segera menyerahkan
senjata. Bila perlu, TNI akan memberikan batas waktu penyerahan
senjata.

Kalau dalam waktu yang telah ditentukan penyerahan senjata ini
tidak tercapai, TNI akan melakukan razia senjata ke rumah-rumah
penduduk dan di jalan-jalan. Intinya, bila tak tercapai
penyerahan senjata itu, aparat akan proaktif merazia di jalan
dan ke rumah penduduk.

Penyerahan senjata dari masyarakat atau razia di jalan dan di
rumah ini merupakan landasan awal mengendalikan keamanan di
Maluku. Dalam razia tersebut, aparat takkan memihak kelompok
mana pun. Aparat hanya berdiri pada kepentingan nasional dan
demi keamanan rakyat Maluku.

Sementara itu dari Jakarta, Forum Organisasi Masyarakat Maluku
(Formatku) mendesak Panglima TNI segera mengeluarkan perintah
darurat militer di Maluku. Langkah itu penting, agar situasi
keamanan terkendali, selain menghindarkan bertambahnya korban
sia-sia, akibat konflik bernuansa SARA yang berkepanjangan di
sana.

"Untuk menyelamatkan umat kedua belah pihak yang bertikai di
Maluku itu satu-satunya cara, terapkan darurat militer di sana,"
kata Tahlib Hasan menjawab Media di Jakarta, kemarin.

Menurut Tahlib Hasan, tindakan keras dan tegas seperti itu sudah
harus diambil, setelah melihat perkembangan terakhir di wilayah
itu. Massa fanatik kedua belah pihak, kata dia, sudah bertekad
bertempur sampai titik darah penghabisan. "Ini yang keliru dan
harus dicegah pemerintah melalui TNI, agar korban jangan
bertambah lagi," katanya.

Dari Surabaya dilaporkan, Kodam Brawijaya menunda pengiriman
pasukan ke kawasan pertikaian bernuansa SARA di Ambon dan
Maluku, meski sudah menyiapkan tentara cadangan yang siap
ditugaskan. Pasalnya, kata Pangdam Mayjen Sudi Silalahi, di
Surabaya, kemarin, belum ada penugasan dari Mabes TNI.

"Apalagi, jadwal penarikan sekitar 3.000 prajurit Kodam
Brawijaya yang bertugas di Maluku dan Ambon baru
dilaksanakan secara bertahap mulai pertengahan Juli," katanya.

Menurut Sudi Silalahi, pasukan yang dipersiapkan berangkat itu
dari Batalyon 527 Lumajang. Sementara yang sudah di sana dari
Batalyon 512, Batalyon 521, Kavaleri, dan Zipur. "Mereka ditarik
secara bertahap sesuai masa penugasan, rata-rata enam bulan.
Malah, ada yang mulai Desember. Jadi, sudah tujuh bulan,"
katanya.

Meskipun ada yang bertugas lebih dari enam bulan, Pangdam
menjamin kondisi prajurit tidak perlu dikhawatirkan. Pangdam
mengakui, penugasan ke kawasan konflik di Ambon dan Maluku,
bukan tugas ringan. Alasannya, acap kali dua pihak yang bertikai
punya penilaian keliru terhadap langkah-langkah prajurit dalam
meredam konflik di sana.

"Sesuai penugasan, para prajurit selalu bersikap netral. Tapi
kadang-kadang ada yang salah paham. Saat bertugas melerai satu
pertikaian, dipikir melakukan pemihakan," katanya.

Yang jelas, konflik berkepanjangan di wilayah itu memakan korban
di pihak prajurit. Salah seorang anak buahnya kini sedang stres
dan dalam perawatan dokter di Malang. Prajurit dari Armed
Singosari ini, stres setelah pansernya diserang perusuh. Dalam
penyerangan ini, perusuh menembak kaca panser hingga tembus
dan menewaskan tiga prajurit dari kesatuan lain. "Prajurit kita
itu, menolong semua korban. Mungkin karena tak tahan, ia stres,"
ujar Sudi Silalahi. (Ril/AU/Win/RM/P-2)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Jun 2000 jam 10:06:15 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke