----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

MENGAPA PERSONEL KODAM BRAWIJAYA DISALAHKAN

        JAKARTA, (TNI Watch! 27/6/2000). Sosiolog Dr Thamrin Amal Tomagola
secara terang-terangan menyebutkan, pasukan dari Kodam Brawijaya
sebagai unsur pemicu kerusuhan di Maluku. Menurut Thamrin Amal, ketika
memasuki perkampungan Muslim, mereka ikut membantu menyerang orang
Kristen. Sedang ketika di perkampungan Kristen, pasukan itu membantu
menyerang kelompok Islam.

        Oleh karena itu, Thamrin Amal meminta, agar pasukan dari Kodam
Brawijaya ditarik, dan diganti pasukan dari Kodam Siliwangi.
Selanjutnya Thamrin Amal juga mengatakan, Kol Inf Sutrisno selaku
Komandan Satgas Operasi Pemulihan Keamanan Maluku Utara, kurang cakap
dalam memimpin anak buahnya.

        Adapun pasukan organik Kodam Brawijaya yang kini sedang bertugas di
Maluku (Maluku Utara dan Ambon) adalah Yonif 521/Dadaha Jaya (basis
Kediri), Yonif  512/Quratara Yudha (Malang), serta masing-masing satu
kompi dari Yon Armed 1 (Singosari, Malang), dan Yon Zeni Tempur 5
(Kepanjen, Malang).

        Selain dari Kodam Brawjaya, ada juga satuan dari Kostrad, seperti
Yonif Linud 501/Braja Yodha (Madiun), Yonif 303/SSM (Garut), dan Yonif
509 (Jember). Selain itu ada Yonif 403 (Yogya), satuan organik Kodam
IV/Diponegoro. Dan satuan lain dari Brimob dan Marinir.

        Harapan Thamrin Amal agaknya akan terkabul, karena Pangdam
V/Brawijaya Mayjen TNI Sudi Silalahi, berencana akan menarik pasukan
organik Kodam Brawijaya dari Maluku. Namun ternyata Pangdam Brawijaya
telah menyiapkan penggantinya, juga pasukan organik Kodam Brawijaya,
yaitu Yonif 527/ Baladibya Yudha, yang bermarkas di Lumajang.

        Ungkapan senada diungkapkan oleh Pastor Agus Ulahayana, dari
Keuskupan Ambon, bahwa dalam satuan yang bertugas di Ambon, terdapat
pribadi yang buruk, meski Pastor Agus juga mengakui, masih ada juga
yang baik. Namun langkah yang ditempuh Pastor Agus, lebih jauh
ketimbang permintaan Thamrin. Pastor Agus bersama pemuka agama lainnya
(Islam dan Kristen), telah berkirim surat pada Sekjen PBB Kofie Anan,
agar dikirim pasukan perdamaian (Peace Keeping Force) yang bernaung di
bawah PBB. Hal itu dilakukan, karena tak ada lagi kepercayaan terhadap
kemampuan dan netralitas pasukan dari dalam negeri.

        Pernyataan Pastor Agus, bisa dianggap merupakan tanggapan terhadap
Thamrin Amal, bahwa memang ada oknum dalam satuan yang tidak benar,
jadi berlaku secara umum, bukan hanya pasukan dari Kodam Brawijaya.
Konflik di Maluku demikian ruwetnya, hingga pasukan dari mana pun yang
dikirim bertugas di sana, akan menghadapi kesulitan yang sama.

        Kalau kita lihat daftar pasukan di atas, ternyata tidak semuanya dari
Kodam Brawijaya. Juga Komandan Satgas Kol Inf Sutrisno, bukan dari
Kodam Brawijaya. Kol Inf Sutrisno adalah Komandan Brigif 13/Galuh
Kostrad, yang bermarkas di Tasikmalaya. Ia alumni Akmil 1978. Dulu
memang pernah bertugas di Kodam Brawijaya, yaitu sebagai Komandan
Yonif 507/Sikatan, yang merupakan kesatuan pemukul Kodam V/Brawijaya.
***

_______________
TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku
TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan
ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia
yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya.
Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi
bersama-sama.

- --------------------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Jun 2000 jam 19:20:41 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke