----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Antara, 27 Juni 2000

PANGDAM PATTIMURA PERINTAHKAN APARAT KEAMANAN KEMBALI KE
KESATUAN

Ambon, 27/6 (ANTARA) - Pangdam XVI/Pattimura yang baru Kolonel
Inf I Made Yassa memerintahkan aparat keamanan, baik TNI maupun
Polri, yang sementara terpisah dari induk pasukannya akibat
pertikaian bernuansa SARA sejak enam hari terakhir, agar segera
kembali dan bergabung dengan kesatuannya masing-masing.

"Saya minta aparat yang terpisah untuk segera kembali dan
bergabung dengan induk pasukannya, atau minimal melaporkan diri
pada pos-pos keamanan terdekat," katanya seusai Serah Terima
Jabatan (Sertijab) dengan Brigjen TNI Max Tamaela, di Ambon,
Senin.

Penegasan itu disampaikan Pangdam Made Yassa, sehubungan banyak
aparat TNI maupun Polri yang tercerai- berai akibat pertikaian,
sehingga mempersulit penanganan dan penyelesaian konflik
kemanusiaan, yang terjadi sejak 19 Januari 1999.

Bahkan, Pangdam juga memberikan toleransi batas waktu melaporkan
diri dan bergabung dengan induk pasukan paling lambat 1 Juli
2000, sehingga konsolidasi kekuatan pasukan dapat segera
dilakukan, di samping pemantapan dan penerapan strategi serta
langkah-langkah penanganan konflik kemanusiaan itu.

Ia juga mengatakan, tidak akan menutup mata terhadap kemungkinan
adanya oknum-oknum TNI/Polri yang tidak netral dan berpihak,
terutama yang terlibat langsung dengan salah satu kelompok untuk
menyerang kelompok lainnya.

"Pastinya jika ada oknum-oknum aparat yang tidak netral maupun
terlibat langsung dalam kerusuhan akan diproses sesuai ketentuan
hukum dan undang-undang yang berlaku," tegasnya.

Ia pun menghimbau tokoh masyarakat, alim-ulama serta tokoh
Gereja, untuk secara bersama-sama secara sukarela dan ikhlas
mengajak masyarakat untuk menghentikan pertikaian guna
menciptakan rasa aman di lingkungan masing-masing.

Masyarakat juga dihimbau untuk mengantisipasi, mewaspadai serta
mencegah masuknya para provokator di lingkungan masing-masing,
yang dapat menciptakan konfrontasi-konfrontasi serta mencemaskan
dan menakutkan.

Ditambahkannya, pihaknya bersama aparat keamanan serta Gubernur
dan Kapolda Maluku, serta semua komponen di daerah itu akan
berperan aktif, termasuk bertindak arif dan bijaksana
menghentikan kerusuhan yang semakin meningkat dan sulit
dikendalikan, sesuai sesuai norma hukum dan agama yang berlaku.

Ia mengharapkan, perlunya partisipasi masyarakat untuk bersama-
sama dengan aparat TNI/Polri mengupayakan terciptanya keamanan
yang kondusif dengan cara menahan diri serta tidak emosi, di
samping menegakkan keadilan, mengingat dampak kerusuhan sangat
merugikan masyarakat.

"Masyarakat hendaknya tidak emosi, dapat mengendalikan diri
serta menghentikan aksi saling menyerang maupun tembak-menembak,
mengingat berdampak menimbulkan korban jiwa maupun harta benda
sangat besar di samping melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial
kemasyarakatan di daerah ini," tandasnya.

Made Yassa juga berharap masyarakat secara iklas dan sukarela
bersedia menyerahkan senjata api maupun rakitan yang dimiliki
kepada aparat TNI/Polri di pos-pos pengamanan terdekat, sebelum
dilakukan razia secara besar-besaran dan serentak di semua
wilayah, sehingga tercipta rasa aman di kalangan masyarakat.
(U.ABNPK01/PK02/ABN02/ABN03/ABN01/B/ND07/27/06/:0 02:43)
2706000239 NNNN

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Jun 2000 jam 07:27:39 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke