----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 22/III/26 Juni-2 Juli 2000
================================================

BI MEMANG SARANG PERAMPOK

(PERISTIWA): Gubernurnya ditangkap dan ditahan. Gedungnya sengaja
dibakar sendiri untuk melenyapkan dokumen kroni Soeharto.

Tak pelak, satu-satunya bank sentral di dunia ini yang sarat dengan
berbagai "borok" dan "koreng" tak lain dan tak bukan adalah Bank
Indonesia (BI). Setelah disebut sebagai "sarang penyamun", BI terus
ditempeli sejumlah predikat buruk lainnya.

Mulai dari skandal pengucuran Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)
yang diduga terkait dengan unsur korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN),
brengseknya pengawasan perbankan, sampai kesengajaan membakar sebagian
dokumen 16 bank yang dilikuidasi (BDL) di Gedung baru BI yang pada
Desmeber 1999 baru saja terbakar. Kasus ditahannya Gubernur BI Syahril
Sabirin, boleh jadi merupakan puncak dari citra buruk bank sentral
yang baru setahun ini menjadi independen.

Tampaknya, terbakarnya gedung baru BI tersebut, juga menjadi cerita
lain dari segala kebrengsekan pengelola BI, yang selama 33 tahun
berada dalam cengkeraman kekuasaan dan menjadi sumber duitnya
penguasa. Sebab, terjadinya kebakaran di salah satu gedung milik BI
tersebut, menjadi sebagain cerita dari cengkraman kuku penguasa untuk
mendikte dan mengarahkan BI menjadi kasirnya penguasa.

Itulah yang terungkap dari laporan World Bank Report No. 19100,
Indonesia Country Assitance Note tertanggal 29 Maret 1999. The next to
last sentence in this paragraph states: On December 22. four of the
seven BI's managing directors were fired by the Presidency and replace
by friend of the President's relatives. This sentece implies friends
of the former President's relatives. this shoul be substantiated.

Keempat kroni mantan Presiden Soeharto itu adalah Syahril Sabirin,
Aulia Pohan, Iwan S Prawiranata dan Miranda Swaray Goeltom. Mereka
diangkat menjadi Gubenur BI dan direktur BI (sebelum adanya UU No. 23
Tahun 1999 tentang BI) pada Desember 1997.

Menurut dokumen tersebut, mereka dilantik menjadi Dewan Direksi BI tak
lama setelah gedung BI itu terbakar. Menurut seorang Kepala Cabang BI
kepada Xpos, ada maksud kesengajaan dari Presiden Soeharto untuk
membakar gedung tersebut. Bukan hanya untuk melenyapkan dokumen yang
melibatkan diri dan anak-anaknya serta kroninya dalam skandal BLBI dan
kasus-kasus bank lainnya, tetapi juga untuk dijadikan alasan untuk
mencopot empat direksi BI waktu itu, di antaranya yaitu Paul Sutopo
dan Hendrobudiyanto.

Namun, sampai sekarang hal itu belum juga diungkapkan ke media massa.
Sementara, bahan-bahannya pun masih disimpan dan belum dibocorkan ke
media massa. Meski belum bocor, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) lebih
dulu membocorkan kaitan terbakarnya gedung baru BI dengan sejumlah
dokumen yang memang harus dilindungi untuk kepentingan keluarga
Cendana dan kroninya.

Itulah yang diakui oleh BPK. Menurut Auditor Utama Keuangan Negara II
BPK, Seno, yang menjadi salah satu ketua tim investigatif audit BLBI,
di kantornya, salah satu faktor penyebab keterlambatan tim audit
investigatif yang bertugas menelusuri pengucuran dan penggunaan dana
BLBI adalah karena hilangnya sebagian dokumen milik 16 bank dalam
likuidasi (BDL).

Sebagian dokumen BDL tersebut diakui oleh Bank Indonesia musnah dalam
peristiwa kebakaran Gedung A BI, Desember 1997. "Ketika bank itu
ditutup pada November 1997, banyak dokumen bank yang tercecer. Setelah
ditutup, bank itu diurusi oleh Tim Likuidasi yang dibentuk oleh BI dan
beranggotakan masing-masing dari bank yang bersangkutan. Karena
tugasnya, BI kemudian membawa sebagian dokumen itu untuk disimpan di
BI. Seperti Anda ketahui, gedung BI kemudian terbakar. Jadi, sebagian
dokumen itu pun ikut terbakar. Akan tetapi, saya tidak bicara kenapa
gedung itu terbakar. Jangan tanya saya," kata Seno.

Seno mengakui, akibat terbakarnya sebagian dokumen BDL itu, dampaknya
dapat mempengaruhi  kesimpulan hasil investigasi BPK. "Tentu saja ada
pengaruhnya. Besar atau kecilnya nanti saja dilihat lagi. Namun, yang
jelas audit investigatif itu kan tergantung bukti. Kalau tidak ada
datanya, tidak ada kesimpulannya. Kita lihat nanti saja," jelasnya.

Polisi membenarkan laporan itu. Menyangkut penyebab terjadinya
kebakaran, Wakil Kepala Pusat Laboratorium Forensik (Waka Puslabfor)
Polri Kolonel (Pol) Dudon Setia P, tahun lalu, menyatakan bahwa diduga
betul kuat adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran di
lantai 23, 24, dan lantai 25 Gedung A BI, Desember 1997.

Dugaan  itu didukung oleh fakta ditemukannya satu liter thinner
(cairan  pengencer cat) di lantai 18 gedung. Cairan itu kemudian
dianalisis di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Markas Besar
Polri.

BI mau apa lagi? (*)

=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- --------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://lawpc42.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 29 Jun 2000 jam 06:16:06 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke