---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Masa Depan Riau, Aceh, dan Papua Diseminarkan Serambi-Pekanbaru Aspirasi dan wacana merdeka yang muncul dari tiga daerah yakni Riau, Papua dan Aceh, akan diseminarkan di Pekanbaru yang ditaja (sponsori) Badan Pekerja Kongres Rakyat Riau (KRR) II, Kamis (29/6). Seminar ini merupakan forum untuk melihat kesamaan dan perbedaan ketiga daerah dalam menyikapi perilaku pemerintah pusat terhadap daerah selama ini, kata Ketua Panitia Seminar Drs Al Azhar dalam jumpa pers di Pekanbaru, Rabu. Menurut dia, ketiga kawasan ini (Riau, Papua dan Aceh) selain sama-sama memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang strategis, juga sama-sama mengalami "nasib buruk" berupa campur tangan aparat dalam menangani aksi-aksi yang dianggap gerakan disintegrasi. "Memang khusus Riau sendiri tidak mengalami hal serupa itu, tetapi dari sisi ekonomi, Riau juga menderita ketidakadilan pemerintah pusat dalam pengelolaan SDA," kata Al Azhar. Kata dia, gagasan seminar ini timbul setelah menyadari belum adanya tindak lanjut pasca KRR II tahun 1999, padahal Badan Pekerja Kongres hampir setahun telah dibentuk. "Karena itu kami pandang perlu ada pembahasan tentang prospek merdeka ketiga daerah ini melalui forum seminar," kata dosen Universitas Islam Riau itu. Ia menambahkan, para pembicara dalam seminar sehari itu sengaja didatangkan dari ketiga daerah itu yakni Dr Qismullah Yusuf dari Aceh, Dr Michael Manufandu MA dan dari Papua, Prof Dr Tabrani Rab dari Riau serta Dr Alfitra Salamm dari LIPI. Kemas rapi Sementara itu tokoh wanita reformis Riau, Hj Azlaini Agus SH pada kesempatan itu menilai, seminar seperti ini merupakan langkah awal sosialisasi atas amanah KRR II yang memilih opsi Riau Merdeka. Menurut Azlaini, pengertian merdeka di sini tidak harus selalu identik dengan mengangkat senjata, sebab merdeka juga bisa berarti keinginan untuk melepaskan diri dari tekanan dan penguasaan pihak lain. Karena itu, kata dia, pihaknya akan mengemas kemerdekaan ini dalam bentuk serapi mungkin, yang intinya agar rakyat Riau benar-benar merasa lepas dari rasa penindasan dan penipuan yang dilakukan sekelompok oknum, sehingga mereka tidak selalu dalam ketakutan untuk memenuhi kesejahteraannya. Lain lagi pendapat tokoh pencetus wacana Riau Merdeka, Prof Tabrani Rab pada jumpa pers itu mengakui, dirinya sudah melobi organisasi internasional seperti Dewan Keamanan PBB, Amnesti Internasional dan Pusat HAM di Jenewa melalui surat berisi pemaparan kronologis kemerdekaan Indonesia. Kata dia, sejak awal penjajahan Belanda, Jepang, Orde Lama, Orde Baru sampai Orde Reformasi, Riau selalu merasakan perlakuan tidak adil dari pemerintah pusat. Itulah sebabnya KRR II tahun 1999 menghasilkan keputusan memilih opsi Riau Merdeka. Namun demikian, tambahnya, tidak tertutup kemungkinan Riau tetap berada dalam negara kesatuan RI dengan syarat pemerintah pusat tidak sewenang-wenang terhadap Riau, dan pendapatan nasional yang berasal dari Riau selayaknya dikembalikan ke daerah penghasil.(ant) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 30 Jun 2000 jam 11:39:31 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
