----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Wah, Microsoft Vs Octal!

Laporan : Deni Arisandy & Roberto T Sanjaya

Jakarta, Glodok Standard Berita mengejutkan diperoleh Glodok Standard (GS)
dari sumber yang berada di kawasan Mal Mangga Dua (M2M). Hal ini tak lain
dikarenakan //sweeping// atau razia software asli yang dilakukan oleh pihak
yang masih belum jelas identitasnya.   Sebuah sumber menyebutkan bahwa
kejadian tersebut terjadi sekitar seminggu yang lalu. Menurutnya, saat itu
ada beberapa orang yang berpura-pura sebagai konsumen. Mereka datang ke
sebuah toko komputer lalu meminta persolan komputer (PC) miliknya diinstal
Windows (tidak diketahui apakah Windows 95/98 atau 2000, red), sekaligus
pada saat yang sama mereka menyatakan niatnya membeli PC dengan basis
Windows 2000. "Setelah PC mereka diinstal dengan software Microsoft Windows,
barulah mereka mengaku berasal dari Microsoft," ujar sumber tadi menjelaskan
kronologis kejadian. Dia memberikan informasi bahwa di kawasan M2M, korban
razia tersebut adalah Octal Computer, sedangkan di kawasan Gajah Mada Plaza
(GM) korbannya adalah SCC Computer.

Dengan isu yang hangat ini, maka beredarlah berbagai spekulasi diantara para
pengusaha komputer di dua kawasan tersebut. Ada yang menyatakan bahwa pihak
razia itu bukanlah Microsoft, melainkan pemeras yang ingin mengeruk
keuntungan di air keruh, ada lagi yang menyatakan bahwa sang perazia bukan
Microsoft melainkan BSA (//Business Software Alliances//) - yang memang
paling keras mengecam Indonesia. Ada lagi yang menyatakan bahwa tak lama
lagi akan ada razia besar-besaran dan masih banyak isu lainnya.

Sementara itu dari pihak Microsoft menyangkal bahwa mereka turun langsung
dalam razia tersebut. "Tidak benar bahwa Microsoft langsung turun tangan
untuk melakukan razia," ujar Richard Kartawijaya - Presiden Direktur PT.
Microsoft Indonesia kepada Glodok Standard.

Walaupun demikian, diakuinya bahwa memang baru-baru ini ada petugas hukum
dari Microsoft region yang melakukan pemanggilan terhadap beberapa toko
komputer yang melakukan pembajakan untuk menjawab beberapa pertanyaan.
"Sayangnya Microsoft Indonesia tidak dilibatkan sama sekali. Sehingga kami
juga tidak tahu apakah bukan si pengacara tersebut yang mempunyai inisiatif
untuk melakukan hal tersebut," katanya lebih jauh.

Situasi menjadi lebih membingungkan ketika GS mengkonfirmasikan berita ini
kepada SCC dan Octal. Pihak SCC dengan tegas membantah informasi tersebut.
"Kami tidak mengalaminya. Kami hanya menjual hardware bukan software," tegas
seorang pria yang mengaku sebagai karyawan dari toko komputer.

Walau demikian, sikapnya yang sedikit "terlalu" curiga malah membuat kami
menjadi lebih bertanya-tanya. Akhirnya dengan sedikit enggan dia
memperlihatkan salah satu contoh produk Microsoft asli yang mereka jual.
"Kami disini hanya menjual barang-barang yang asli dan legal," tegasnya
lagi.

Sebaliknya, pihak Octal Computer mengakui telah didatangi orang yang mengaku
dari Microsoft - yang sebelumnya berpura-pura sebagai konsumen. "Tapi mereka
baru memberi peringatan yang disampaikan melalui pengacara," ujar salah
seorang sumber Octal yang enggan disebutkan namanya. Dia menambahkan bahwa
saat ini masalahnya sedang diangani pihak Asosiasi. Selain
informasi-informasi tersebut, dia menolak memberikan informasi lebih jauh.
"No comment," katanya meniru gaya Desy Ratnasari menjawab pertanyaan
wartawan berkali-kali setiap kali dimintai keterangan. (rob)

Asosiasi JaCC Tak Bisa Membantu

SEMENTARA itu, pihak JaCC (Jakarta Computer Centre) - asosiasi komputer di
kawasan Mal Mangga Dua (M2M) mengaku tidak bisa membantu banyak dalam urusan
ini.

"Secara hukum, kami tidak dapat berbuat banyak," kata Ir Budiarto Winarto -
ketua JaCC. Menurutnya, JaCC hanya dapat memberi bantuan dalam bentuk
sumbangan pemikiran, terutama sebagai asosiasi yang berada dalam kawasan
regional.

Satu hal yang patut menjadi pemikiran di sini, adalah undang-undang dan
perangkatnya yang masih belum dapat memenuhi kebutuhan HAKI (hak atas
kekayaan intelektual).  Sehingga kejadian razia yang katanya dilakukan dari
pihak Microsoft ini menimbulkan polemik tersendiri. Pertama dari caranya
yang mula-mula mengaku sebagai konsumenYang membingungkan saya, apakah bukti
tertangkaptangannya mereka dengan cara seperti itu(berpura-pura), bukti
tersebut sah di mata hukum?Karena sering terjadi banyak kasus dimana si
Abenar-benar bersalah, tapi karena cara mendapatkanbukti tersebut tidak
mengikuti prosedur yang berlakumaka si A dapat bebas. Bisa memberikan aspek
hukum dari pandangan MicrosoftPak?

Tapi fihak SCC Computer membantah informasi tersebut.  "Kami tidak
mengalaminya, dan kami hanya menjual hardware bukan software, jadi tanyakan
saja pada toko-toko kawasan sini yang menjual software, dan Microsoft itu
perusahaan besar," kata seorang pria yang mengaku sebagai pegawai SCC
Computer di kawasan Gajah Mada Plaza.  Bahkan sebelumnya fihak SCC tampak
curiga kepada Glodok Standard (GS).  "Kartu nama anda mana," katanya curiga.
"Kami disini menjual barang-barang yang orisinil dan legal," katanya sambil
menunjukkan salah satu contoh produk Microsoft orisinil yang mereka jual.
Sedangkan fihak Octal Computer di kawasan Mal Mangga Dua mengakui hal
tersebut.  Saat ditanyakan apakah benar ada seseorang yang mengaku dari
Microsoft yang berpura-pura sebagai konsumen.  "Ya benar, dan mereka baru
memberikan surat peringatan," kata salah seorang pengelola Octal Computer di
kawasan Mal Mangga Dua.  'Mereka memberikan suratnya melalui pengacara,"
kata pria tersebut.  "Sekarang ini masalahnya sedang ditangani oleh fihak
Asosiasi," katanya lebih lanjut, tanpa merinci apakah JaCC atau yang
Apkomindo atau yang lainnya.  Saat ditanyakan lebih lajut mengenai bagaimana
masalahnya terjadi, ia tidak mau berkomentar lagi.  "No comment," katanya.

Sedangkan fihak JaCC sebagai Asosiasi Komputer di kawasan Mal Mangga Dua,
saat dihubungi mengaku tidak mengetahui apa-apa mengenai masalah tersebut.
"JaCC hanya membantu dalam bentuk sumbangan pemikiran,terutama sebagai
Asosiasi yang berada dalam kawasan Regional," kata Budiarto, ketua JaCc Mal
Mangga Dua.   "Karena secara legal, JaCC tidak bisa berbuat apa-apa," kata
Budi lagi.  Tampaknya yang memberikan surat peringatan inipun bukan langsung
dari fihak Microsoft.   (den)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 30 Jun 2000 jam 13:45:46 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke