----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 03 Juli 2000 15:30 UTC

** GUS DUR PERINTAHKAN KAPOLRI TANGKAP PROVOKATOR MEDAN

** LAISENIA, PERDANA MENTERI AD INTERIM FIJI

** TNI AL KERAHKAN 12 KRI AMANKAN PERAIRAN MALUKU

** KM Cahaya Bahari Diduga Sudah Tenggelam

** TOPIK GEMA WARTA: 11 KORBAN YANG DITEMUKAN BISA JADI BUKAN DARI KM
CAHAYA BAHARI

** TOPIK GEMA WARTA: KAPAN TOKOH-TOKOH PENTING DITANGKAP?

* GUS DUR PERINTAHKAN KAPOLRI TANGKAP PROVOKATOR MEDAN

Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid memerintahkan Kapolri, Jenderal
Pol. Drs. Rusdihardjo, segera menangkap para provokator yang dewasa
ini telah memicu munculnya berbagai kerusuhan di beberapa daerah,
bahkan mengambil korban jiwa manusia. "Saya memberi batas waktu
kepada Kapolri sampai tanggal 15 Juli, untuk menangkap provokator
tersebut," kata Gus Dur di Medan, Senin, menanggapi pertanyaan salah
seorang tokoh masyarakat Sumatera Utara, Asril Ali Syahbana.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Dur dalam acara dialog dan tatap
muka dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat daerah itu, dipandu
oleh gubernur Sumut, T.Rizal Nurdin, juga dihadiri oleh Menaker Bomer
Pasaribu dan Mendiknas Yahya Muhaimin
Menurut Gus Dur, pihak-pihak yang selama ini diduga sebagai penghasut
di tengah-tengah masyarakat itu, harus diamankan sebelum sidang
istimewa MPR-RI Agutus mendatang. Dikatakannya, jika para provokator
itu, berhasil ditangkap oleh petugas, maka, kalau tidak bersalah,
mereka  tidak akan dilepas sebelum berakhirnya sidang istimewa MPR.
"Kerenanya, bisa jadi, pihak-pihak provokator akan tetap melancarkan
aksi-aksi mereka, sehingga dapat menganggu jalannya sidang MPR-RI
tersebut," ucap Gus Dur, yang sebelumnya juga mengadakan tatap muka
dan pertemuan yang sama dengan pimpinan umum beragama non-Muslim di
daerah itu. Gus Dur mempertegas lagi bahwa pemerintah akan menindak
tegas tanpa pandang bulu para perusuh yang ingin membuat keributan,
menjelang diselanggarakannya sidang istimewa MPR tahun 2000 di
Jakarta. Menanggapi pertayaan Asril Syahbana, kenapa pemerintah dan
Presiden tidak mengumumkan secara langsung, nama-nama provokator yang
selama ini telah merugikan bangsa dan negara, Gus Dur menjawab,
selaku Presiden ia tidak mungkin mengumumkan secara formil nama
oknum-oknum provokator itu, karena jelas tidak baik dan ada aturan
permainan untuk itu. "Pihak provokator itu, tetap harus ditangkap dan
tidak akan dibiarkan begitu saja," tambah Gus Dur.

Sementara itu mengenai pencabutan TAP MPR-RI Nomor. 25 Tahun 1966,
Gus Dur menjawab dengan cukup singkat, alasannya pihak pemerintah
tidak dibenarkan untuk melarang faham ajaran leninisme dan marxisme
yang terdapat pada TAP MPR tersebut.
" Silahkan saja, pihak MPR-RI melarang partai komunisme berdiri di
Indonesia. Namun, tidak melarang faham marxisme dan leninisme seperti
yang tercantum pada TAP MPR-RI Nomor.25 Tahun 1966," kata Gus Dur.
"Saya tidak mau suatu saat nanti negara melarang pemahaman terhadap
ajaran agama di Indonesia," ucap Kepala Negara.
Menurut Gus Dur, mencabut TAP MPR 25/1966 tersebut perlu, karena
selain pemerintah tidak mencampuri hak seseorang untuk memahami suatu
aliran atau ajaran juga TAP tersebut dibuat secara serampangan.

* OPOSISI MENANGKAN PEMILU PRESIDEN DI MEKSIKO

Calon presiden dari kelompok oposisi, Vicente Fox, menang dalam
pemilihan presiden di Meksiko. Hasil resmi pertama menunjukkan, Fox
meraih antara 39 sampai 45 persen suara, sementara calon dari partai
yang memerintah, Francisco Labastida hanya meraih antara 35 sampai 39
persen suara. Mantan presiden Ernesto Zedillo mengucapkan selamat
kepada Vicente Fox dari partai oposisi yang sekaligus menandai
berakhirnya 71 tahun pemerintahan Partai Revolusi Institusional, PRI.
Vicente Fox mengatakan akan membagi kekuasaan dengan semua partai
politik, bahkan dengan PRI. Dikatakannya, pemerintahan yang stabil
mutlak diperlukan untuk memicu Meksiku menuju perubahan politik yang
sekarang sudah berlangsung.
Sekitar 59 juta warga Meksiko memberikan suaranya untuk memilih
anggota parlemen yang baru. Tampaknya, partai PRI akan kalah. Pemilu
kali ini dilaporkan sebagai pemilu paling jujur dalam sejarah
Meksiko.

* LAISENIA, PERDANA MENTERI AD INTERIM FIJI

Pihak militer Fiji mengangkat seorang pakar perbankan Laisenia Qarase
sebagai pejabat perdana menteri ad interim, menggantikan Perdana
Menteri Mahendra Chaudry, keturunan India yang masih disandera
bersama 26 sandera lainnya di gedung parlemen, di ibukota Suva, sejak
tgl 19 Mei lalu. Penyanderaan itu merupakan protes terhadap dominasi
minoritas keturunan India di Fiji. Pemerintahan baru, yang seluruhnya
terdiri dari suku Fiji, diangkat untuk masa jabatan paling lama dua
tahun. Orang yang paling berkusa di Fiji, Commodore Frank
Bainimarama, mengatakan dia sendiri mewakili pemerintahan tertinggi
sampai dipilih presiden yang baru. Mantan presiden mundur ketika
militer Fiji melakukan kudeta akhir Mei lalu.

* TNI AL KERAHKAN  12 KRI AMANKAN PERAIRAN MALUKU

TNI-AL saat ini mengerahkan 12 kapal perang RI (KRI) untuk
mengamankan wilayah perairan Maluku, baik Propinsi Maluku maupun
Propinsi Maluku Utara.
Komandan Pangkalan Utama TNI-AL V Jayapura, Laksamana Pertama Franky
Kayhatu menjawab pertanyaan kantor berita Antara di Jayapura, Senin,
mengatakan, ke 12 KRI itu dikerahkan khusus untuk melakukan
penyekatan guna menghindari masuknya kapal-kapal yang membawa senjata
api mengingat kedua kawasan itu saat ini masih dilanda pertikaian
berbau sara.
Dikatakan, kapal-kapal perang RI itu merupakan bagian dari 20 kapal
yang dikerahkan untuk menggamankan wilayah perairan Maluku dan Irian
Jaya.
"Delapan KRI lainnya itu selain melakukan operasi rutin juga
melaksanakan patroli keamanan laut," jelas Laksamana Pertama TNI
Franky Kayhatu.
Diakuinya, sejak meletusnya kembali pertikaian di wilayah Maluku dan
Maluku Utara pihaknya telah menjaring puluhan kapal motor yang
mengangkut senjata tajam.
Akan tetapi berapa banyak yang berhasil disita dan jumlah kapal yang
ditangkap belum dirinci, kata Franky Kayhatu.

* Dirjen Perhubungan Laut, Tjuk Sukardiman mengatakan, KM Cahaya
Bahari berpenumpang 492 orang yang hilang di sekitar perairan Sangihe
Talaud, Sulawesi Utara diduga sudah tenggelam. Dugaan tersebut
semakin kuat menyusul ditemukannya 11 orang penumpang kapal tersebut
oleh KM Minahasa-IX sekitar 40 mil arah Timur Pulau Salibabu,
kepulauan Talaud, kata Tjuk Sukardiman, Senin di Manado. Ke-11 orang
tersebut ditemukan mengapung di laut lepas, satu orang di antaranya
sudah meninggal dunia, 10 orang saat ini sedang dievakuasi KRI
Multatuli menuju pelabuhan Bitung untuk selanjutnya dibawa ke RSUP
Manado.

Menurut Tjuk Sukardiman, usaha penyelamatan penumpang kapal naas itu
terus dilakukan dengan melakukan penyisiran perairan yang diduga kuat
masih terdapat orang-orang yang masih hidup terapung di laut. Empat
buah kapal perang dan sebuah pesawat udara jenis Nomad milik TNL-AL
saat ini melakukan operasi pencarian sekaligus penyelamatan kapal
Cahaya Bahari dan para korban musibah laut tersebut.
Di samping itu, semua potensi SAR dan penduduk di pulau-pulau sekitar
perairan Satal maupun di laut Maluku serta kapal-kapal lainnya yang
melintas di perairan tersebut dikerahkan untuk kegiatan
penyelamatan.Sesuai keadaan arus diperairan tersebut, kemungkinan
besar para penumpang kapal terseret ke arah timur laut, kata Tjuk
Sukardiman sambil menambahkan, pencarian lebih mengarah kearah itu.
Menurut Tjuk, sesuai pengakuan pengelola kapal yang naas itu,
peralatan keselamatan yang ada di atas kapal terdiri dari pelampung
sebanyak 300 buah lebih dan terdapat sekoci.
Menanggapi jumlah penumpang yang mencapai 492 orang sedangkan
kapasitas kapal hanya 270 orang, Tjuk mengatakan, keadaan tersebut
terjadi karena keadaan darurat, dimana situasi keamanan di Tobelo
dalam keadaan mencekam.Dalam keadaan tersebut syahbandar menjadi
serba sulit sehingga tidak bisa mencegah keberangkatan Km Cahaya
Bahari walupun jumlah penumpang sudah melampaui batas toleransi
pelayaran.

Menurut Dirjen Perhubungan Laut, musibah KM Cahaya Bahari merupakan
kejadian terbesar kedua di tahun 2000 ini, sebelumnya telah menimpa
KM Masnait di perairan Maluku dengan korban mencapai 500 jiwa lebih.

* RATUSAN JUTA RAYAKAN JUARA EURO 2000 DI PRANCIS

Di Prancis, khususnya di Jalan Raya Champs Elysees, di ibukota Paris,
ratusan ribu warga tumpah ruah ke jalan merayakan kemenangan Prancis
sebagai juara Euro 2000, setelah Tim Ayam Jantan itu mengalahkan
Italia 2-1 di Stadion De Kuip, Rotterdam, semalam. Kekalahan tragis
Italia karena pada menjelang selesai, Italia sudah unggul satu kosong
atas Prancis, tetapi disamakan kedudukan 1-1, setelah Prancis
memasukkan gol menjelang bubaran. Akibatnya diadakan perpanjangan
waktu 15 menit, dan melalui gol emas David Trezeguet, Prancis
akhirnya unggul 2-1 atas Italia.
 Di Champs Elysee, warga yang terlalu gembira saling melempar botol
dan batu, dan dilaporkan 16 orang polisi menderita cedera.

* PARTAI KOMUNIS MENANG PEMILU PARLEMEN DI MONGOLIA

Partai  Komunis, Partai Rakyat Revolusioner, MPRP di Mongolia menang
dalam pemilu parlemen setelah tidak berkusa selama empat tahun. Hasil
pertama perhitungan suara menunjukkan bahwa MPRP meraih sekurangnya
70 dari 76 kursi di parlemen. Sebelumnya, partai itu hanya memperoleh
26 kursi. Ketua Partai Nambariin Enchbajar mempelajari cara kampanye
PM Tony Blair di Inggris dan menerapkan cara kampanye yang sama. Para
pemilih Mongolia menyatakan tidak puas karena meluasnya kemiskinan,
yang menurut mereka, merupakan akibat ekonomi pasar. Serangkaian
reformasi diterapkan oleh pemerintahan koalisi demokratik sebelumnya,
sementara selama 70 tahun di bawah partai komunis, banyak kebijakan
ekonomi dan politik dikaitkan dengan Uni Soviet. MPRP diharapkan
dapat mengubah kebijakan swastanisasi yang dijalankan oleh pemerintah
sebelumnya, dan berjanji akan tetap mempertahankan demokrasi dan
ekonomi pasar bebas.

* POLISI TELAH LUCUTI SENJATA MILIK EKSTRIMIS TIMTIM

Komandan Korem (Danrem) 161/Wirasakti, Kol Art Jurefar menyatakan,
TNI bersama aparat kepolisan telah melucuti seluruh senjata milik
para ekstrimis Timor Timur di kamp-kamp pengungsian Timor Barat Nusa
Tenggara Timur (NTT). "Sudah sekitar 300-an pucuk senjata api milik
ekstrimis Timtim telah kita lucuti sejak mereka masuk pertama di
Timor Barat pasca jajak pendapat," kata Kolonel Jurefar menjawab
Antara di Kupang, Senin.

Danrem Wirasakti dikonfirmasi sehubungan pernyataan Administrator
Pemerintahan Transisi PBB untuk Timtim (UNTAET), Sergio Vieira de
Mello yang meminta pemerintah Indonesia untuk melucuti seluruh
senjata milisi pro-Indonesia dan menariknya dari semua kamp pengungsi
Timtim di Timor Barat. Kepada para wartawan di PBB, New York, Kamis
lalu, Sergio Vieira de Mello mengatakan, kehadiran milisi
pro-Indonesia di pengungsian Timtim di Timor Barat telah menyebabkan
sekitar 100.000 pengungsi tak bisa kembali ke Timtim.

"Kami menghendaki militer Indonesia melangkah lebih maju yakni dengan
sepenuhnya melucuti para milisi dan mengusirnya dari semua kamp
pengungsi. Mereka (milisi) menteror pengungsi dan mencegah mereka
kembali ke Timtim," kata Vieira de Mello seperti dikutip Reuters dan
AFP.

Kol Jurefar menegaskan, "Kami telah melucuti seluruh senjata para
ekstrimis Timtim  ketika masuk Timor Barat, dan ada pula yang
menyerahkannya secara sukarela."
"Kami telah melakukan pelucutan senjata di kamp-kamp pengungsi,
tetapi kami tidak tahu dengan di tempat lain. Kami bersama Polri
tetap terus melakukan razia terhadap penduduk sipil bersenjata,"
katanya.

Kolonel Jurefar juga tidak sependapat dengan laporan UNTAET yang
menyebut bahwa milisi anti-kemerdekaan Timtim kini semakin banyak
memiliki senjata dan melakukan penyerangan terhadap sejumlah pos di
perbatasan.
Ketika ditanya tentang desakan UNTAET agar milisi anti kemerdekaan
Timtim segera diusir dari Timor Barat, Danrem Jurefar menegaskan
bahwa TNI tidak punya kewenangan apa pun untuk mengusir pengungsi
Timtim yang dilukiskan UNTAET sebagai milisi itu.

* SEBAGIAN JERMAN, BELGIA DAN BELANDA TENGGARA DILANDA BADAI

Hujan lebat di Belgia dan Belanda Tenggara mengkibatkan banyak jalan
dan rumah tergenang banjir. Di Jerman, badai dengan kecepakatan 140
kilometer per jaman menimpa banyak kawasan. Dilaporkan, banyak pohon,
lampu lalulintas dan listrik porak poranda. Juru bicara kepolisian
menyebut sebagai khaos. Seorang dilaporkan cedera.
Inggris barat daya juga dilanda hujan lebat, dan dilaporkan di kota
Chester, banyak gedung perkantoran digenang banjir. Kelompok pemadam
kebakaran sedang mengevakuasi puluhan keluarga yang rumahnya dilanda
banjir. Sejauh ini dilaporkan belum ada korban.

* DIPROTES KERAS PEMBERONDONGAN BRIMOB DI ACEH UTARA

Wakil pemerintah RI pada Komite Bersama Modalitas Keamanan (KBMK)
"Jeda Kemanusiaan", Senior Intendant, sebutan baru untuk Kolonel
Polisi Ridwan Karim, menyatakan protes keras aksi pemberondongan
terhadap Brimob yang dilakukan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di
Aceh Utara. "Kami akan protes terhadap aksi yang dilakukan oleh pihak
GAM. Dan itu tindakan yang sangat kami sesalkan serta jelas-jelas
melanggar butir-butir yang telah di sepakati yang tertera di dalam
nota Kesepahaman Bersama RI-GAM," katanya kepada pers di Banda Aceh,
hari ini.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 12 anggota Brimob BKO Polres Aceh
Utara pada Hari Minggu (2/7), sekitar pukul 14.45 WIB, dikabarkan
diberondong oleh kelompok GAM di kawasan Desa Blang Kareng, Kecamatan
Nisam, Aceh Utara. Peristiwa itu menyebabkan tiga orang Polri tewas
dan enam lainnya luka-luka. Penghadangan itu, kata Ridwan Karim,
berarti pihak GAM telah melanggar kesepakatan bersama antara RI dan
GAM, yang telah ditandatangani pada 12 Mei 2000 di Swiss.
"Pelanggaran ini sangat prinsip, yakni melanggar pasal 1 ayat 1 dan
pasal 2 ayat 1 dari aturan dasar yang telah disepakati," tegasnya.

Di dalam kesepakatan tersebut, dikatakan tidak ada penghadangan dan
penyerangan serta segala bentuk provokasi di lapangan.
Ditambahkannya, protes tersebut selain disampaikan kepada pihak GAM,
juga akan dilancarkan surat laporan kepada tim monitoring dan Badan
Komite Bersama di Jenewa, karena kasus tersebut termasuk pelanggaran
berat.

* SERANGAN BOM DI CHECHNYA TEWASKAN PULUHAN ORANG

Di Chechnya kembali terjadi serangan bom yang menewaskan puluhan
warga sipil Rusia. Dua insiden itu dilakukan oleh kelompok
pemberontak Chechnya. Hari Minggu lalu, sebuah mobil meledak di
Gudermes, kota kedua Chechnya. Dalam ledakan itu tiga tentara Rusia
tewas bersama delapan warga sipil lainnya.
Hari ini dilaporkan terjadi lagi ledakan di Argun, sekitar 10
kilometer dari ibukota Grozny, tak jauh dari tempat penginapan
tentara Rusia. Sekurangnya 25 warga Rusia tewas dalam ledakan itu,
sementara sumber di Chechnya menyebut sekitar 50 orang tewas.
Setelah sembilan bulan perang, pihak Rusia mengklaim kemenangan,
sementara pemberontak Chechnya bersembunyi dan melakukan serangan
tiba-tiba secara gerilya, dan mengakibatkan banyak kerusakan.

* 11 KORBAN YANG DITEMUKAN BISA JADI BUKAN DARI KM CAHAYA BAHARI

Intro: Pencarian KM Cahaya Bahari yang sejak Kamis lalu dinyatakan
hilang masih terus berlangsung. Sejauh ini tidak ada kemajuan. Tidak
ditemukan tanda-tanda, apakah itu barang-barang atau jenazah
penumpang yang terapung di laut. Sementara, hari ini komandan Gugus
Kamla Laksamana Djoko Soemaryono menjenguk  sepuluh anak, korban yang
diselamatkan kemarin. Apa hasil pertemuan tersebut masih belum jelas.
Berikut keterangan koordinator tim SAR untuk musibah KM Cahaya
Bahari, Udyanto SH di Manado.

Udyanto: Kemarin di perairan sekitar 30 mil sebelah timur kecamatam
Lirung, Sulawesi Utara, yaitu di Kepulauan Talaud tepatnya, itu
ditemukan 11 orang oleh kapal ikan, KM Minahasa-IX, sekitar pukul
7.30 pagi. Sepuluh masih hidup, satu meninggal. Korban tersebut
kemudian dievakuasi oleh KM Minahasa-IX, dan dibawa ke kota kecamatan
Lirung.

Radio Nederland [RN]: Kalau kami membaca data korban itu, nampaknya
sebagian besar korban adalah anak-anak.

Udyanto: Ya betul, dari nama-nama mereka dan umur mereka, kebanyakan
mereka putri-putri.

[RN]: Sewaktu mereka ditemukan, bagaimana keadaan mereka?

Udyanto: Sebetulnya kami belum bisa menceritakan bagaimana keadaan
mereka waktu ditemukan, karena kami sampai saat ini belum mendapatkan
laporan dari KM Minahasa IX, yang melakukan pertolongan pada waktu
itu. Bagaimana, apakah dalam keadaan berenang atau di atas apa, kami
belum mendapat laporan resmi, sehingga terus terang, kami belum
mengetahui persis. Kami hanya dapat melaporkan bahwa ke-10 anak yang
ditemukan ini dalam keadaan shock, sehingga belum dapat ditanyai
apa-apa.

[RN]: Jadi belum tahu apakah mereka berasal dari kapal Cahaya Bahari
?

Udyanto: Untuk kepastian, kemarin siang, Kepala Badan Nasional SAR
telah mencoba menanyakan kepada salah satu yang masih agak segar
barangkali dibanding dengan yang lain-lain. Dia sempat mengatakan
bahwa dia berasal dari KM Bahari, dan telah terkatung-katung selama
tiga hari dan empat malam.

[RN]: Kalau pencaharian yang dilakukan oleh tim SAR sampai saat ini,
Senin sore ini ya, sudah ada kemajuan atau ditemukan barang-barang
penumpang yang mengapung di laut?

Udyanto: Hingga saat  ini belum menemukan apa-apa lagi. Jadi, dari
kemarin itu, tidak ada kemajuan, karena memang juga kapal yang
menemukan maupun salah satu kapal yang ditugaskan untuk pencarian,
yaitu KRI  Multatuli, pada siang hari ini, mengevakuasi korban dari
Lirung, dan juga oleh Komandan  Gugus Gamla, Laksamana Djoko
Soemaryono, telah ditinjau, barangkali tadi telah diadakan tanya
jawab, kami harapkan supaya agak memberikan gambaran jelas kepada
kita sampai di mana keadaan mereka.

[RN]: Upaya pencaharian ini akan dilanjutkan sampai kapan?

Udyanto: Sesuai dengan  ketentuan internasional, tahap pertama adala
tujuh hari,  namun apabila dalam tujuh hari tersebut, jumlah para
penumpang tidak temukan atau kapalnya sendiri belum ditemukan, maka
kami akan menambah lagi selama tujuh hari yang kedua.

[RN]: Kalau kapal itu tenggelam, yang menjadi pertanyaan, mengapa
tidak ada barang-barang penumpang misalnya atau mayat dari mereka
yang terapung di laut?

Udyanto: Kami juga belum memecahkan misteri ini, maklum di laut itu,
ada banyak misteri, di luar pengetahuan kita, kenapa sampai terjadi
demikian, bukan kami pasrah kepada misteri karena takut terpecahkan,
tapi mungkin faktor-faktor alami memang dalam tempo tiga empat sampai
lima hari, andaikata ada jenazah-jenazah yang masih di dalam, memang
saatnya mereka keluar. Itu pengalaman kami.

Juga sangat mengherankan, baik dijelajah dengan kapal maupun dengan
selama hampir tiga hari dijelajahi dengan pesawat Nomad dari TNI
Angkatan Laut, itu tidak mendapatkan tanda-tanda apapun yang
mengapung ataukah itu buih-buih dari bawah ke atas, dan itu memang
tidak ditemukan, di samping itu pada waktu kita terbang atau
penelusuran dengan kapal, cuaca berhari-hari ini kurang begitu
mendukung, mungkin karena faktor itu sehingga tidak kelihatan.
Seandainya laut tenang, tapi terakhir kemarin itu juga laut tenang,
tapi tidak kelihatan.

Demikian keterangan koordinator tim SAR untuk musibah KM Cahaya
Bahari, Udyanto SH di Manado.

* KAPAN TOKOH-TOKOH PENTING DITANGKAP?

Adanya kembali tapol maupun napol tinggal menunggu waktu saja.
Kesabaran GusDur sudah habis, maka dalam beberapa hari mendatang,
perintah tangkap puluhan anggota MPR-DPR maupun tokoh-tokoh politik
akan dilaksanakan. Ulasan redaksi di Hilversum:

Desas-desus akan adanya penangkapan sekitar 40 orang anggota Dewan
Perwakilan Rakyat maupun tokoh-tokoh politik yang sudah bergulir
sejak pekan lalu nampakya akan menjadi kenyataan. Adalah Presiden
Abdurahman Wahid sendiri yang membenarkan bahwa ia telah
menandatangani surat perintah kepada kejaksaan untuk menangkap serta
memeriksa sejumlah anggota DPR-MPR. Mereka itu terindikasi terlibat
tindak pidana ataupun dalang di belakang kerusuhan-kerusuhan yang
terjadi, ujar Gus Dur didepan peserta Forum Rembuk Nasional Sabtu
pekan lalu. Sayangnya Gus Dur tidak mau menyebut siapa-siapa yang ia
perintahkan untuk ditangkap. Menariknya, ia sempat memberikan sebuah
nama samaran yaitu si Fulan yang dianggapnya sebagai biang kerok dari
semua kekacauan situasi politik sekarang ini.

Senin kemarin Gus Dur kembali mengulang penegasannya dan sekaligus
memastikan bahwa perintah tangkap dan periksa terhadap sejumlah
anggota Dewan akan dilakukan awal Juli hingga pertengahan Juli ini
juga. Bahkan berbeda dengan Sekretaris Kabinet, Marsillam
Simandjuntak yang menegaskan penangkapan ataupun pemeriksaan tersebut
akan melalui jalur-jalur hukum, Gus Dur yang nampaknya sudah sangat
geram itu memerintahkan tangkap dengan atau tanpa bukti sebelum
Sidang Tahunan MPR, Agustus nanti. Pokoknya tangkap saja dulu, bila
tidak terbukti nanti akan kita lepas setelah Sidang Tahunan MPR,
demikian perintah Presiden Abdurahman Wahid. Sumber di Istana
mengatakan data dari aparat keamanan tentang keterlibatan sejumlah
tokoh politik yang juga anggota Dewan itu sebenarnya sudah lama ada
di tangan Gus Dur. Dalam data tersebut ada sejumlah nama elit politik
yang sering menyerang kebijakan pemerintah seperti Ginandjar
Kartasasmita, Fuad Bawazier, Amien Rais, Arifin Panigoro, dan Ahmad
Sumargono. Namun, mungkin karena sangat ingin berdemokrasi, Gus Dur
membiarkannya, sampai kemudian jatuh ratusan korban jiwa di Maluku
Utara dalam kerusuhan terakhir itu. Barulah ia sadar bahwa
lawan-lawan politiknya memanfaatkan keinginan berdemokrasinya, ujar
sumber istana tadi.

Selain itu sejumlah media massa pun menunjuk Sofyan Wanandi sebagai
biang kerok yang mengusulkan penangkapan sejumlah anggota Dewan.
Kabarnya, dalam rapat pekan lalu konco Gus Dur itu meminta agar
pemerintah segera menangkap sejumlah tokoh politik guna menghindari
anarki pada Sidang Tahunan MPR, Agustus nanti. Ginandjar yang namanya
juga tertera sebagai salah seorang yang masuk dalam daftar target
penangkapan langsung saja bersikap seperti kebakaran jenggot. Ketika
dikonfirmasi ia menolak tuduhan sebagai dalang pelbagai kerusuhan
serta demonstrasi para guru yang menyudutkan posisi Gus Dur beberapa
waktu lalu. Lebih lanjut, ia juga akan menuntut Sofyan Wanandi alias
Liem Bian Koen bila benar konco Gus Dur itu yang menaruh namanya
dalam daftar penangkapan, demikian Ginandjar Kartasasmita yang
menurut pengamat politik Fadjroel, sebagai orang nomor dua terkaya di
Indonesia setelah mantan presiden Soeharto.

Pelbagai komentarpun mewarnai rencana penangkapan sejumlah anggota
Dewan tersebut. Ketua MPR, Amien Rais menilai pemerintahan Gus Dur
sama saja dengan Orba dan Orla, jika tetap akan melakukan rencana
penangkapan itu. Sedangkan Ketua DPR, Akbar Tandjung, Senin kemarin
menegaskan bahwa ia akan meminta klarifikasi kepada Gus Dur tentang
ucapannya mengenai rencana penangkapan sejumlah anggota dewan. Gus
Dur harus menjelaskan siapa-siapa saja mereka itu dan jangan asal
menuduh tanpa bukti, demikian Akbar Tandjung. Memang mendekati Sidang
Tahunan MPR perang pernyataan maupun saling ungkap pelbagai skandal
sebagai upaya politik untuk saling menjegal terkesan sangat jelas.
Apalagi setelah hak interplasi berhasil digolkan oleh para lawan
politik Gus Dur.

Keberhasilan ini bisa disebut sebagai awal bergulirnya skenario besar
mereka. Seperti diketahui, akibat pelbagai kekecewaan atau
ketidakpuasan terhadap beberapa kebijakan pemerintah, seperti niat
membuka hubungan dengan Israel, usulan pencabutan tap MPRS tentang
komunis dan terlebih lagi terakhir dengan pencopotan dua menteri dari
Golkar dan PDI-P oleh Gus Dur, maka lahir suatu kebersamaan antar
partai. Penggalangan kebersamaan antar partai makin hari makin
berkembang menjadi suatu persekongkolan atau bahkan bisa disebut
sebagai sebuah kaukus tetap yang terus menerus menekan Gus Dur.
Kaukus yang terdiri dari sejumlah anggota DPR dari lima fraksi:
Golkar, PPP, PBB, Reformasi dan PDI-P sering dan bahkan setiap minggu
melakukan pertemuan rutin. Bahkan sehari sebelum hak interplasi
digolkan melalui pemungutan suara pekan lalu, kaukus ini mengadakan
rapat di sebuah hotel bintang lima di Jakarta Selatan. Kabarnya rapat
yang dihadiri pula oleh suami Wapres Megawati inilah yang menggolkan
hak interplasi tersebut. Operator PDI-P dalam kaukus itu, Zulvan
Lindan membenarkan pertemuan atau rapat di sebuah hotel bintang lima
tersebut. Lebih lanjut Zulvan yang sangat dekat dengat Taufik Kiemas
menegaskan bahwa dalam beberapa kali pertemuan kaukus hal yang
dibicarakan adalah mengenai eksistensi Gus Dur. Dalam hal ini kaukus
menurutnya akan memberikan dua alternatif yaitu setelah Agustus nanti
Gus Dur hanya berperan sebagai kepala negara secara simbolis
sementara untuk urusan operasional pemerintahan harus dipegang oleh
Megawati. Jika Gus Dur menolak usulan kaukus lima partai ini maka mau
tidak mau kita akan jatuhkan ditengah jalan, demikian tegas Zulvan
Lindan. Kabarnya setelah hak interpelasi yang baru saja digolkan,
kaukus inipun akan kembali menggolkan hak angket untuk beberapa
skandal seperti Bulog Gate dan Brunei Gate.

Sementara itu menurut mantan aktivis Fadjroel Rahman, Gus Dur akan
lolos dari hak interplasi bahkan Agustus nantipun berjalan mulus bagi
Gus Dur. Namun tidak mudah bagi Gus Dur untuk menghadapi hak angket
khususnya dalam masalah bantuan Brunei. Ini bisa saja menjadi batu
sandungan bagi Gus Dur. Senada dengannya seorang pengamat politik
lain mengatakan bahwa dalam skandal Brunei, Gus Dur bisa dijaring
empat pelanggaran yaitu pelanggaran GBHN, Sumpah Jabatan, Tap MPR
tentang KKN dan Pendapatan Negara Bukan Pajak atau PNBP. Jika saja
pelanggaran-pelanggaran ini terbukti oleh Pansus yang akan terbentuk
atas dasar hak angket, maka Sidang Istimewa dapat menghadang Gus Dur.
Inilah skenario yang paling ingin digolkan oleh kaukus tadi dan
mudah-mudahan pula Gus Dur dapat melaluinya dengan melakukan
penangkapan-penangkapan sekarang juga terhadap tokoh-tokoh seperti
Ginandjar, Arifin Panigoro, Fuad Bawazier yang selama ini berada
dibalik layar, demikian pengamat tadi.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Jul 2000 jam 17:34:54 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke