----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------
Media Indonesia, 19 Juli 2000
Mortir Meledak, Empat Terluka, TNI-AL Tangkap 48 Kapal Perusuh
di Maluku
AMBON (Media): Dua buah mortir yang dilepaskan dari arah
Ponogoro, Kecamatan Sirimau meledak di Jalan Setiabudi, Ambon,
Selasa petang, mengakibatkan sedikitnya empat orang terluka.
Menurut Antara, dua mortir itu merupakan bagian dari sekitar 20
mortir yang dilontarkan perusuh, termasuk granat tangan dan bom
rakitan.
Akibat pertikaian di kawasan Ponogoro dan Manggadua sejak Selasa
pagi, berdasarkan data di RS Bhakti, Rahayu, tercatat 20 orang
terluka. Sedangkan di RS Bersalin Al Fatah Ambon tiga orang
meninggal dan enam lainnya luka-luka.
Aparat keamanan yang didukung panser berusaha menghalau para
perusuh yang semakin brutal karena didukung persenjataan standar
militer. Seperti dua mortir yang meledak di Jalan Setiabudi
berlabel Military One/M-1.
Pangdam XVI/Pattimura Brigjen I Made Yasa menyatakan, pihaknya
siap memulangkan Laskar Jihad sekiranya ada surat perintah dari
penguasa darurat sipil Maluku yang juga gubernur setempat.
Begitupun personel TNI yang diduga terlibat kerusuhan.
Sementara itu penguasa darurat sipil Maluku Saleh Latuconsina
mengatakan, pihaknya akan mengisolasi wilayah Ambon. "Jadi akan
tertutup bagi orang luar yang masuk dengan kepentingan tidak
jelas, dan mengeluarkan orang yang bukan penduduk Maluku," kata
Saleh Latuconsina yang juga Gubernur Maluku.
Sementara itu Kadispenal Laksamana Pertama T Oentowiryo, Selasa
di Jakarta, mengatakan, armada kapal TNI-AL menangkap 48 kapal
motor yang diduga akan melakukan kerusuhan di wilayah Ambon,
Maluku, Minggu.
Menurut T Oentowiryo, dari kapal-kapal tersebut disita sejumlah
senjata seperti pistol, peluru, bom rakitan, dan senjata tajam.
Kendati operasi penertiban terus dilakukan oleh aparat keamanan,
kemarin, kawasan Ponogoro dan Manggadua, Kecamatan Sirimau,
Kodya Ambon, bergejolak lagi. Kerusuhan di dua kawasan itu
diwarnai serentetan bunyi tembakan senjata organik, mortir,
granat tangan, serta bom rakitan.
Akibat kerusuhan itu, masyarakat di kawasan tersebut berusaha
menyelamatkan diri ke daerah perbukitan dan pegunungan.
Insiden yang terjadi di dekat Markas Kodam XVI/Pattimura dan
Pendopo Gubernur Maluku itu, mengakibatkan sejumlah rumah
penduduk terbakar.
Insiden di kawasan Ponogoro terjadi sejak Kamis pekan lalu
(13/7), dan mengakibatkan puluhan rumah penduduk serta satu
tempat ibadah terbakar.
Menolak
Kepala Staf TNI-AD (KSAD) Jenderal Tyasno Sudarto maupun Menteri
Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono secara terpisah mengatakan
menolak setiap campur tangan asing dalam penyelesaian masalah
Maluku dan Maluku Utara.
"Saya khawatir kalau sampai ada campur tangan pihak asing dalam
penyelesaian masalah Ambon dan Maluku. Hal itu sangat berbahaya
bagi integritas bangsa dan negara Republik Indonesia," kata KSAD
menanggapi pertanyaan wartawan sesaat setelah tiba dari Medan di
Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Selasa.
Sedangkan Menhan Juwono Sudarsono usai melakukan kunjungan kerja
ke Akademi Angkatan Udara Yogyakarta dan Akademi Militer
Magelang, kemarin, mengatakan status darurat sipil masih dapat
diandalkan untuk mengendalikan konflik yang bersifat SARA di
Maluku. Diperkirakan dalam waktu satu setengah bulan atau dua
bulan mendatang, keadaan di Maluku segera dapat dikuasai.
Sementara itu Forum Komunikasi Ahlussunnah Wal Jamaah mendesak
pemerintahan Abdurrahman Wahid untuk menetapkan perang di Maluku
sebagai suatu pemberontakan yang dilakukan unsur RMS (Republik
Maluku Selatan) terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Permintaan ini disampaikan Ustad Ja`far Umar Thalib dalam jumpa
pers di Gedung DDII, Selasa (18/7). Menurut Panglima Laskar
Jihad yang didampingi Ketua KISDI Hussein Umar, mestinya
pemerintah sepakat untuk menghadapi pemberontakan itu dengan
cara represif dan bukannya dialog.
Dalam rapat Tim Perumus RUU Perjanjian Internasional dengan
Deplu, di DPR kemarin, Ketua Komisi I Yasril Ananta Baharudin,
mengimbau pemerintah melalui Menlu Alwi Shihab, agar lebih
serius menyelesaikan masalah Ambon. DPR selama ini menilai
pemerintah belum menangani masalah ini secara maksimal.
Sementara Fraksi TNI/Polri mengakui sejauh ini pemerintah telah
melakukan usaha pencegahan terhadap sejumlah usaha intervensi
asing. Setelah beberapa pekan sejak diberlakukannya keadaan
darurat sipil di Maluku telah terlihat sejumlah reaksi positif
seperti adanya 20 kapal yang dihentikan dan dikembalikan, dan
4.000 pucuk senjata organik maupun senjata rakitan yang dapat
ditarik. (Ril/NV/CR-20/X-5)
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Jul 2000 jam 06:26:50 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++