----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

"Dalam Alam Demokrasi, Fundamentalisme Islam adalah SAMPAH"

Melihat sepak terjang para anggota
Fundamentalis Islam di Indonesia yg sudah
keterlaluan ini, membuat sebagain besar rakyat
Indonesia yg masih mempunyai nurani menjadi
begitu MUAK, sekaligus khawatir akan akibat
sepak terjang mereka yg GANAS dan BUAS ini
terhadap korban yg tak berdaya seperti wanita
dan anak-anak.

Resiko kehidupan wanita dan anak-anak Indonesia
telah secara nyata begitu RENTAN terhadap
kebiadaban manusia-manusia Fundamentalis ini.

Sering secara brutal dan pengecut, mereka
menyerang orang yg lemah dengan BIADAB, atas
nama agama ... contoh kasus Doulos di Jakarta.

Tetapi ketika mereka DITUMPAS seperti pada
kasus Tanjung Priuk, tanpa malu-malu mereka
berlindung dibalik isu HAM, padahal dalam sepak
terjang-nya; mereka telah membakar hidup-hidup
sebuah keluarga Cina yg tinggal di sebuah
apotik di Tj. Priuk, serta menelanjangi korban
perempuan yg berusaha lolos dari rumah yg
mereka bakar.

Para Funmentalis yg merasa dirinya melakukan
tugas mulia agama ini, sama sekali tidak
menghargai Hak Asasi orang lain.

Jadi kelompok Fundemantalis ini begitu HIPOKRIT
ketika mereka berbicara soal HAM.

Jika mereka terpojok, maka mereka membela diri
dengan isu HAM, tetapi sebaliknya jika
korbannya yg terpojok, mereka sama sekali tidak
berbicara soal HAM.

Sebaiknya terhadap para Fundamentalis Islam ini
tidaklah perlu mendapatkan perlindungan HAM.
Sebab mereka sudah tahu resiko bersikap fanatik
yaitu suatu KEYAKINAN SESAT sebagai akibat
pengertian sempit mereka tentang agama Islam.

Apalagi sepak terjang mereka telah
mengakibatkan ribuan orang yg tdk bersalah
seperti wanita dan anak-anak di Ambon menjadi
korban sia-sia.

Padahal wanita dan anak-anak ini masih INGIN
HIDUP LEBIH LAMA LAGI, sementara para
fundamentalis ini sebaliknya sudah BERSEDIA
MATI, yg menurut keyakinan mereka disebut
dengan MATI SAHID.

Adalah lebih baik 10 orang Fundamentalis Islam
ini mati ditembak karena suatu dugaan rencana
tindakan  kerusuhan, daripada 1000 wanita dan
anak-anak tak berdosa yg masih ingin menikmati
hidup, harus mati sia-sia terbantai di Ambon.

Orang Jawa yg biasanya halus ternyata bisa
menjadi TOLOL dan DUNGU, karena KORBAN paham
Fundamentalis Islam ini, contohnya adalah si
Jafar Thalib dan sebagian orang Jawa lainnya yg
menjadi anggota Laskar Jihad.

Padahal orang Bugis dan Aceh yg notabene
beragama Islam, malahan berpikir bahwa orang
Jawa telah MENJAJAH suku-suku lain di
Indonesia. Kemudian jika Indonesia pecah
berkeping-keping akibat kasus Ambon, maka orang
yg paling dirugikan adalah orang Jawa.

Ini bukan asal bicara, sebab saya pernah
bertemu dengan anggota DPRD asal Ujung Pandang
yg mengatakan bahwa sebetulnya orang Jawa
sedang menjajah orang Bugis. Begitu juga ada
orang Aceh yg mengatakan kepada saya hal yg
kurang lebih sama.

Paham Fundamentalis Islam ini sifatnya BEGITU
DETRUKTIF sehingga perlu DIHANCURKAN sampai
keakar-akarnya. Dan mereka SAMA SEKALI tidak
perlu mendapatkan perlindugan HAM.

Negara Aljazair telah melakukannya dengan
kekuatan militer, dimana kelompok Fundamentalis
Islam ini walaupun menang pemilu, tetapi tidak
diijinkan untuk memerintah.

Melihat akibat dendam di Ambon yg mungkin saja
tidak pernah pupus selama 7 turunan, maka
adalah suatu hal yg wajar demi perjalanan
Reformasi Indonesia yg mulus; maka para
Fundamentalis Islam ini dihancurkan saja, dan
para JAHANAM ini  pun tidaklah perlu
mendapatkan perlindungan HAM.

Para Fundamentalis Islam adalah SAMPAH !!!

Selama manusia sampah ini masih ada, maka
perjalanan Demokrasi di Indonesia BUKAN akan
bergelimangan dengan KEJAYAAN tetapi dengan
DARAH !!!

R. Sutjipto
Orang Jawa yg prihatin
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Jul 2000 jam 04:35:22 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke