---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Matori: Apa mau Papua dipresideni Amien Rais Laporan Eko Warijadi satunet.com - Ketua Umum (demisioner) DPP PKB Matori Abdul Djalil agaknya masih gemes pada Amien Rais. Dalam Pidato Jawaban atas pemandangan umum DPW/DPC ia menyebut-nyebut nama Ketua MPR tersebut. "Kalau sampai Gus Dur diturunkan, Papua pertama yang siap merdeka. Bahkan mungkin juga Sulawesi Utara. Kenapa? Karena politik Gus Dur itu mengayomi warga minoritas di negeri ini. Gitu kok mau dijatuhkan," ujar Matori dalam Pidato Jawaban tanpa teks usai pemandangan umum DPW/DPC di Muktamar I PKB Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Senin (24/7). Tiba-tiba saja Matori berbelok menyerang Amien. Dikatakannya, apabila Amien Rais yang jadi presiden daerah-daerah justru berpotensi terlepas. "Misalnya Papua, apa mau dipresideni Amien Rais," tambah Matori yang disambut sorak meriah muktamirin. Ini dikatakan Matori secara pokok menanggapi kritikan beberapa DPW mengenai rendahnya kinerja anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) di DPR/MPR. Matori menambahkan, kalau sekarang DPR-nya masih ngotot dan ngeyel terhadap Gus Dur, mereka akan dapat penilaian kurang positif dari rakyat. Ia memaklumkan, bahwa anggota FKB relatif masih baru. Yakni, sejak terlepas dari politik praktis pada tahun 1984, atau keluar dari PPP dan kembali ke khittah NU 1926 alias tidak berpolitik lagi. "Nah, sekarang baru mulai, dan 12 % suara itu belum bisa berbuat apa-apa. Tapi kalau ada yang jelek, bukan mereka yang di DPR yang salah, tapi komandannya. Untuk itu saya minta maaf," ujar Matori dengan nada membujuk. Mengenai tiadanya laporan keuangan dalam Pidato Pertanggungjawaban DPP yang dikritik antara lain oleh DPW Jatim, Matori menyatakan semua laporan itu ada dan penanggungjawabnya adalah Nico Krismanto. Ia setuju dengan dibentuknya Tim Klairifikasi keuangan DPP agar bisa diketahui darimana saja dana itu berasal, siapa yang pegang, siapa yang tanggung jawab dan apakah si ketua umumnya mengkorupsi. "Kalau ketemu misalnya ketua umumnya (Matori, red) ngrampok, mengambil atau mengkorupsi, jangan ragu-ragu ketua umumnya dirangket (diringkus) saja dan dibawa ke polisi," tandas Matori dengan logat jawanya yang medok. Di sisi lain, Matori membantah kritikan beberapa DPW/DPC bahwa ada dualisme antara Dewan Syuro dan Dewan Tanfidzi. Ia menyebutkan sulitnya posisi DPP, misalnya terhadap usulan Presiden Gus Dur untuk mencabut Tap MPRS No. XXV/1966 tentang Pelarangan Komunisme. "Kalau presidennya yang dari PKB saja bilang begitu, masak saya yang ketua PKB lantas membantah? Wong bilang sependapat saja presidennya terus dirongorong, apalagi kalau beda," ujar Matori. Sebelum Sidang Pleno III ditutup, secara aklamasi para muktamirin menyatakan bersedia menerima pertanggungjawaban DPP periode 1998-2000. Juga, secara aklamasi mereka komitmen untuk mencalonkan Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syuro periode 5 tahun mendatang.[tna] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Jul 2000 jam 04:27:07 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
