---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Rencana Jatuhkan Gus Dur Bocor Jakarta - (Astaga.com) Dokumen rencana menjatuhkan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam Sidang Tahunan (ST) MPR yang ditulis Priyo Budi Santoso (anggota Fraksi Golkar) bocor di arena Muktamar I Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Senin (24/7). "Saya mendapat bocoran dokumen sehari setelah sidang hak interpelasi di DPR pada 20 Juli lalu. Saya percaya isinya valid dan rapat yang disebut dalam dokumen benar-benar ada," kata Ketua DPW PKB Jatim Choirul Anam. Senada dengan itu, warga PKB dari Jember H Didik Arif Rusdi mengatakan dokumen itu sudah lama beredar dan dia menerima sebelum datang ke Muktamar PKB di Surabaya. "Saya terima dari Jakarta yang dikirim teman langsung ke Jember," katanya. Hampir semua Pengurus Wilayah se-Indonesia yang hadir di Muktamar I PKB di Surabaya ini telah memegang foto kopi dokumen tersebut. Menurut Ketua DPW PKB Jatim Choirul Anam, pada Sabtu malam (22/7), masalah dokumen tersebut telah dibicarakan para Pengrus Wilayah se-Indonesia dan pada umumnya mereka menyikapi jika ternyata dokumen benar-benar dilaksanakan, maka dinilai inkonstitusional. Sementara Priyo Budi Santoso ketika dikonfirmasi RCTI di Jakarta24/7 (pukul 06.00 WIB) mengatakan "Demi Allah saya tidak membuat dokumen itu dan tidak tahu menahu dengan pertemuan yang disebut dalam dokumen tersebut. Demi Allah saya tidak membuat Dokumen itu, ini fitnah, tapi saya tidak percaya kalau teman-teman PKB yang membuat. Sepertinya ada yang ingin membenturkan kelompok-kelompok di DPR," katanya. Surat satu lembar tertanggal 3 Juli 2000 dan bertuliskan "confidential" itu dilampiri kesimpulan hasil rapat setebal delapan halaman yang membahas tentang melemahnya posisi Gus Dur, rencana jangka pendek menaikkan Megawati menjadi presiden, kemungkinan serangan balik mobilisasi massa pendukung Gus Dur dan rencana aksi dan penugasan. Dalam pengantar surat beralamatkan "Yth Bang Akbar di Kuningan" itu dijelaskan adanya pertemuan terbatas di kediaman Arifin Panigoro di Jl Brawijaya, Jakarta pada 27 Juni 2000, pukul 21.00 WIB yang dihadiri oleh Fuad Bawazier, Ginandjar Kartasasmita, Arifin Panigoro, Kapolri, Kapolda Metro Jaya, Assisten Intel Kapolri,dan Ketua Umum PBHMI. Mereka yang absen juga disebutkan Priyo Budi Santoso (selaku pengundang), Wiranto, Djaja Suparman, Adi Sasono dan Dawam Rahardjo. Isi dokumen antara lain kampanye solidaritas PDIP, Golkar, Poros Tengah melawan Gus Dur melalui isu interpelasi, hak angket, pemeriksaan kesehatan Gus Dur dan mengarahkan Sidang Tahunan MPR menjadi Sidang Istimewa, ekspose media massa khususnya media elektronik secara gencar. Kapolri ditugasi menghentikan pemeriksaan Syahril Sabirin dan melokalisasi massa NU yang ke Jakarta, tapi massa kelompok lain akan dibiarkan mendekati Gedung DPR/MPR.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Jul 2000 jam 04:36:49 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
