---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Pilih Presiden Langsung Paling Cepat 25 Tahun Lagi Selasa, 25 Juli 2000 detikcom - Yogyakarta, Pemilihan presiden langsung Indonesia baru bisa dilakukan sedikitnya 25 tahun lagi. Bila dipaksa dilakukan dalam pemilu 2004, maka Indonesia akan terjebak manipulasi modal karena struktur ekonomi belum bisa diubah. "Jangan terlalu berharap bisa dilakukan di pemilu 2004, bisa-bisa kecewa," tukas Revrisond. "Kalau pemilihan presiden langsung di Pemilu 2004, kita akan terjebak dalam jebakan manipulasi modal. Sebab struktur ekonomi kita belum bisa diubah," ujar Revrisond dalam acara debat "Pemilihan Presiden Langsung Dalam Wacana Penguatan Masyarakat Sipil" di Gedung Graha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Selasa (25/7/2000). Menurut Revrisond, faktor modal masih sangat mempengaruhi proses pemilihan di tingkat grass root. Dengan kata lain, siapa yang punya modal, dialah yang akan menang. "Jadi, bersiap-siaplah bagi pemilih rasional untuk kecewa. Karena pendidikan rakyat kita masih rendah sehingga kemungkinan manipulasi cukup besar dan terjebak dalam bias-bias primordialisme. Itu, bagi kita akan sangat mengecewakan," tutur Revrisond. Mungkin, sambung Revrisond, dalam 5 tahun ke depan pemilihan presiden secara langsung belum bisa dirasakan manfaatnya. Paling cepat 25 tahun mendatang baru bisa terasa manfaatnya. "Jadi, kalaupun pemilihan presiden secara langsung terjadi di pemilu 2004, kemungkinan terjadinya manipulasi politik juga besar karena ada intervensi modal," kata Revrisond. Sebab, sambung Revrisond, dalam proses politik di Indonesia sekarang faktor modal masih sangat berpengaruh. Maka tidak aneh kalau kemudian partai-partai politik saling berebut menjadi komisaris di BUMN-BUMN seperti terlihat dalam pemilu lalu. Revrisond juga melihat bahwa faktor modal memang sangat mempengaruhi proses politik di Indonesia saat ini. Sedangkan di tingkat bawah dengan dominasi modal akan sangat berpengaruh. "Di sisi lain masyarakat Indonesia belum menjadi pemilih yang rasional, tapi masih bersifat primordial. Sehingga yang mendapat suara terbanyak adalah yang bisa mengkombinasikan antara sentimen primordialisme dengan jaminan pemilik modal," tandas Revisond. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Jul 2000 jam 11:29:29 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
