---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Media Indonesia, 25 Juli 2000 Cina Dukung Kedaulatan RI. Kedua Negara Sepakati Kerja Sama Hukum JAKARTA (Media): Indonesia dan Cina menandatangani kerja sama bantuan hukum untuk menangani perkara tindak pidana transnasional. Dirjen Kumdang Romli Atmasasmita mewakili pemerintah Indonesia dan Dubes RRC untuk Indonesia Chen Shiqiu menandatangani kerja sama itu di Istana Wapres, Merdeka Selatan, kemarin. Menurut Wapres Cina Hu Jintao, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kunjungan Gus Dur ke Cina beberapa waktu lalu. "Keduanya saling mendukung kedaulatan wilayah negara dengan memperkuat koordinasi, baik internasional maupun regional. Kerja sama hukum dan pidana untuk memerangi pidana antara bangsa, ekonomi, dan perdagangan," katanya. Sedangan Wapres Megawati yang menyaksikan penandatanganan itu mengatakan kerja sama ini memperkuat hubungan Indonesia-Cina. Selain itu, kerja sama ini mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk menegakkan hukum. "Penandatanganan itu membantu memberikan wacana dan citra internasional bahwa Indonesia adalah negara hukum. Ini diharapkan betul-betul dijalankan dengan konsekuen," ujarnya. Saat berbicara di forum Indonesian Council on World Affairs (ICWA), Wapres Hu Jintao mengatakan tidak ada kekuatan asing mana pun yang dapat menekan Indonesia dalam mempertahankan keutuhan wilayahnya. "Cina akan selalu berada di garis pertama dalam memberi dukungan terhadap langkah tersebut," katanya, menjawab pertanyaan. Sementara itu, Dirjen Kumdang Romli Atmasasmita mengatakan penandatanganan bilateral ini merupakan kerja sama dalam masalah bantuan hukum timbal balik dalam perkara tindak pidana. "Jadi ini penandatanganan bilateral yang drafnya selesai Mei 1998 tapi baru ditandatangani hari ini," jelasnya. Kerja sama ini, kata dia, dimaksudkan akan semakin meningkatkan pencegahan dan pemberantasan kejahatan lintas batas Indonesia- Cina. Caranya antara lain dengan tukar-menukar dokumen dalam rangka penyelidikan, penuntutan, dan pemeriksaan perkara di pengadilan. "Jadi setelah penandatanganan ini diratifikasi DPR, maka pemberantasan tindak kejahatan akan dilakukan upaya lebih optimal dan efektif untuk meningkatkan kelancaran penyidikan, penuntutan, pemeriksaan terhadap tindak pidana yang sifatnya transnasional," tuturnya. Romli mengungkapkan kerja sama ini berbeda dengan ekstradisi karena ekstradisi itu adalah penyerahan tersangka dari satu negara ke negara lain. Sedangkan ini lebih banyak bersifat tukar-menukar bantuan hukum dalam dokumen, saksi, dan barang bukti serta transkrip hasil kejahatan. Para penegak hukum, lanjutnya, bisa menggunakan kerja sama ini untuk menyelidiki semua kasus yang menyangkut tindak pidana yang ada di dalam kerangka transnasional termasuk pengusutan kasus Edi Tansil dan kasus KKN mantan Presiden Soeharto. "Saya kira dengan penandatanganan ini, semua kasus yang menyangkut tindak pidana yang ada di dalam kerangka transnasional, crime antara kita dan Cina itu bisa dilakukan," katanya. (Hot/I-4) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Jul 2000 jam 08:07:42 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
