----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Kepulauan Raja Ampat Sorong Jadi Sasaran Droping Laskar Jihad

Jayapura,  Kepulauan Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Papua, diduga keras kini
menjadi sasaran droping laskar jihad untuk mengacaukan situasi di propinsi
Papua sehingga masyarakat perlu mewaspadainya.
Gugusan Kepulauan Raja Ampat yaitu pulau Missol, Batanta, Waigeo dan pulau
Salawati diduga keras menjadi daerah masuknya laskar Jihad yang telah
memporak-porandakan kota Ambon dan sekitarnya.
Laskar tersebut yang didukung oknum kesatuan TNI menggunakan perahu Johnson
dari Seram Timur ke kepulauan Raja Ampat bahkan ada yang sudah masuk ke kota
Sorong dengan status warga biasa.
Kapolres Sorong, Superindent Drs Ch. V. Sitorus ketiga ditanya di Sorong,
Rabu belum berani mengungkapkan indikasi masuknya laskar jihad melalui
kepulauan Raja Ampat. "Sampai saat ini belum ada laporan jelas masuknya
laskar jihad itu," katanya.
Tetapi Sitorus mengakui, dikepulauan tersebut telah ditemukan warga yang
masuk dari wilayah Maluku membawa senjata api otomat, senjata rakitan maupun
bahan peledak kimia dan bahan peledak rakitan.
Sampai saat ini pihaknya telah menyita 19 pucuk senjata api otomat maupun
senjata rakitan dimana delapan pucuk senjata rakitan dibuat di wilayah Aimas
dipinggiran kota Sorong.
Oleh karena itu tidak tertutup kemungkinan masuknya pihak-pihak yang ingin
mengacaukan wilayah Papua khususnya kota Sorong dengan alasan SARA.
Kapolres Sitorus mengatakan pihaknya telah menyikapi berbagai situasi yang
sedang berkembang atas kerjasama dengan Muspida, Lembaga Masyarakat Adat,
Lembaga-Lembaga Keagmaan maupun organisasi pemuda.
"Masyarakat jangan terhasut dengan isue menyesatkan yang dikembamgkan oleh
kelompok tertentu dan bila masyarakat menemukan ada kelompok yang berusaha
mengacau segera lapor agar bisa diambil tindakan pencegahan," katanya.
Menyinggung aksi pengibaran bendera "Bintang Kejora", di Sorong, Sitorus
menilai, kegiatan tersebut masih dalam batas kewajaran sehinggga situasi
umum masih aman dan terkendali.
Walaupun begitu, sesuai pantauan, bendera Merah Putih dan Bintang Kejora
yang dikibarkan oleh Komite Nasional Pemuda Papua (KNPP) di Lapangan
Pertamina Unit Eksplorasi Sorong Pusat (Sorpus) sejak 14 Juli tetap berkibar
hingga saat ini dari pagi hingga sore hari.
Namun sayangnya tiang dan bendera Bintang Kejora sama panjang dan sama lebar
dengan bendera Merah Putih, walaupun sesuai keputusan Presiden tiang bendera
Bintang Kejora harus lebih pendek begitu juga bendera tersebut harus lebih
kecil dari bendera merah putih.
"Kalau sampai batas waktu yang ditentukan yaitu 2 Agustus 2000 tidak ada
perubahan tiang dan ukuran bendera, sesuai ketentuan, maka kami akan
mengambil tindakan," tegas Kapolres.
Sesuai ijin Kapolda Papua, Brigjen Pol Drs. SY Wenas, tanggal 30 Juni 2000
para pemuda Papua boleh mengibarkan bendera Bintang Kejora asalkan tiang dan
ukuran benderanya lebih pendek dan kecil dari bendera Merah Putih. (ant)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Jul 2000 jam 03:55:48 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke