---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Umat Islam Keberatan, Irian Jaya Terapkan Ajaran Kristen Jakarta -- Ketua MUI Irian Jaya Drs Zubair D Hussein menegaskan, bahwa umat Islam keberatan kalau Irian Jaya menerapkan ajaran Kristen ketika propinsi itu mendapat otonomi dari Pemerintah Pusat. "Umat Islam khawatir kalau Irian Jaya diberlakukan otonomi, kemudian diterapkan ajaran Kristen, Umat Islam tidak aman," ujar Zubair disela-sela Munas MUI di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, hari ini. Sebab, RUU Otonomi Khusus Irian Jaya sudah disampaikan kepada DPR RI bersamaan dengan RUU Aceh beberapa waktu lalu yang memungkinkan akan memberikan hak otonomi luas kepada propinsi itu. Masalahnya, usulan dalam RUU itu adalah pemberlakuan ajaran Kristen di Irian Jaya. Menurut Zubair, tuntutan pemberlakuan ajaran agama di Irian Jaya tidak bisa disamakan dengan tuntutan di Aceh. "Penduduk Irian Jaya tidak seluruhnya beragama Kristen, karena itu perlu persetujuan umat Islam" katanya. Umat Islam Irian Jaya, kata Zubair, minta jaminan kalau di Irian Jaya terpaksa diberlakukan tuntutan Kristen. Soalnya, apakah umat Islam akan dilindungi bila ajaran Kristen diberlakukan di Irian Jaya? Padahal, kebebasan melaksanakan ajaran Islam bagi umatnya adalah bagian dari hak asasi yang harus mendapat perlindungan. Umat Islam di Irian Jaya berjumlah 10% dari total penduduk Irian Jaya yang berjumlah 2 juta. Jadi, keberadaan umat Islam tidak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi, "Karena Islam masuk ke Irian lebih dahulu, lalu menyusul Kristen," tegas Zubair. Sehingga, umat Islam sebenarnya adalah tuan rumah; yang mempunyai hak dalam menentukan masa depan Irian Jaya. Sekali pun demikian, menurut Zubair, umat Islam di Irian Jaya tidak pernah melakukan pemberontakan. "Umat Islam hidup cukup rukun dengan umat dari agama lainnya di Irian Jaya. Lebih aman situasi di Irian Jaya dari pada situasi di Maluku sekarang ini." Umat Islam di Irian Jaya relatif rukun dengan siapa saja, terlebih di daerah kantong-kantong muslim seperti Fakfak, Kaimanan, Manokwari Selatan dan Raja Empat. Karena itu, menurut Ketua MUI Irian Jaya itu, pemerintah harus memperhatikan aspirasi umat Islam, karena umat Islam di Irian Jaya selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah. "Umat Islam Irian Jaya tidak pernah mendapat posisi yang baik dalam pemerintahan." Sebab itulah, umat Islam di Irian Jaya menyesalkan sikap pemerintah yang tidak jelas dalam soal Papua. Sikap pemerintah dinilai terlalu toleran dengan merestui Kongres Papua belum lama ini. "Pengibaran bendera bintang kejora di Irian Jaya adalah bukti kesalahan pihak pemerintah karena bersikap tidak tegas," kata Zubair. *** (zul) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Aug 2000 jam 08:30:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
