----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Satukan Kaum Nasionalis dan Demokrat
# Cegah Bangkitnya Primordialisme

Media Indonesia - (2 Agustus 2000)
JAKARTA (Media):

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Matori Abdul Djalil menegaskan
bangsa ini harus terbebas dari rongrongan ideologi. Itu artinya, ideologi
Pancasila harus diselamatkan. Oleh sebab itu, kekuatan nasionalis dan
kekuatan demokrat harus menyatu. ``Bentuk konkretnya, PDI Perjuangan,
Golkar, PKB, PKP, PDKB harus secara bersama menyatukan kekuatan untuk
mengamankan ideologi bangsa itu,`` ujar Matori Abdul Djalil kepada wartawan
di Gedung DPR, kemarin, menanggapi berbagai masalah bangsa yang timbul
belakangan ini, terutama munculnya kekuatan yang ingin menghidupkan paham
primordialisme.

Menurut Ketua Umum PKB tersebut, apabila kekuatan nasionalis dan kekuatan
demokrat itu menyatu maka suasana jadi tenteram sekaligus ideologi akan aman
dan kelangsungan bangsa akan terjamin. Berkaitan itulah, kata Matori
menambahkan, sejak dini PKB telah membukakan diri supaya jangan dicap
bermain taktis atau retorik saja. ``Kita bertekad, kalau ingin
mendemokratisasi bangsa, maka pikiran yang orientasinya primordial dan SARA
harus hilang. Karena orientasi SARA dan primordial merupakan sumber dari
sikap diskriminatif,`` tegas Matori.

Lebih jauh, Matori menjelaskan proses kehancuran yang ditimbulkan oleh
semangat primoridialisme dan SARA. Awalnya, yang Kristen akan mengumpul
dengan yang Kristen, yang Islam ngumpul dengan Islam. Setelah itu lalu yang
Kristen tak mau dikumpulkan dengan yang Islam begitu sebaliknya. Kalau
suasana seperti ini dibiarkan maka yang akan terjadi adalah kehancuran satu
bangsa. ``Oleh karena itu, harus ada ketegasan terhadap masalah bangsa ini.
Sebagai bangsa dan negara, kita tidak perlu mempersoalkan asal usul etnik,``
tegas Matori.

Menurut dia, idealnya ke depan partai politik yang bisa menyelesaikan
masalah bangsa ini hanyalah PKB, PDI Perjuangan, Golkar bersama kekuatan
nasionalis lainnya. Ketiga partai inilah yang akan jadi penunjang bagi
suksesnya kehidupan bernegara dan berbangsa menuju negara kesatuan. ``Saya
sendiri selama ini bekerja untuk itu,`` ujarnya menambahkan.

Menjawab pertanyaan tentang adanya kesan bahwa PKB terus menyerang Golkar,
Matori membantahnya. ``Itu tidak benar,`` ujarnya. Namun dia mengatakan
bahwa PKB pada dasarnya mengharapkan kepada pemimpin Golkar agar jangan
berpikir pragmatis untuk sekadar mendapatkan kekuasaan saja. Golkar, menurut
Matori hendaknya segera berpikir sedikit ideologis.

Sekarang ini, kata Matori ada kesan para pimpinan Golkar lupa pada asas
dasar dulu. Asas dasar Golkar tidak seperti sekarang ini. Mengapa sekarang,
dalam suasana mendapat hantaman kiri-kanan malah memilih berpikir taktis dan
pragmatis. Sedangkan pikiran-pikiran ke arah kepentingan bangsa dan negara
menjadi kurang mendapatkan perhatian. ``Inilah yang diingatkan oleh PKB,``
ujar Matori.

``Jadi kalau PKB menggempur Golkar itu dalam rangka untuk mengingatkan
itu,`` tanya wartawan. ``Bukan menggempur tetapi mengingatkan. Saya melihat
Golkar sekarang ini menjadi tidak satu, seakan-akan sebagai kumpulan
biri-biri yang kehilangan gembalanya. Akibatnya arahnya menjadi tidak
jelas,`` ujar Matori.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Aug 2000 jam 08:07:51 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke