---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- "Fundamentalist Islam adalah SUMBER berbagai MALAPETAKA" Menurut berita terakhir yg beredar di Ibu Kota, Fundamentalist Islam 'Mujahidin Khandaq' mengaku bertanggungjawab terhadap pemboman di kediaman kedubes Philiphina. Dua orang tidak bersalah telah mati sia-sia di jalan Imam Bonjol Jakarta Pusat, termasuk pembantu rumah tangga wanita yg tubuhnya hancur akibat ledakan bom dengan kekuatan tinggi. Penyelidikan masih terus dilanjutkan, tetapi mencermati 'track record' sepak terjang para Fundamentalist Islam selama ini, maka para Fundamentalist Islam dimungkinkan terlibat dalam berbagai MALAPETAKA tragedi kemanusiaan yang selama ini terjadi di Indonesia. Kontribusi Fundamentalist Islam dalam berbagai malapetaka di Indonesia sudah begitu TRANSPARAN. Rakyat Indonesia dapat melihat sepak terjang mereka mulai dari kasus Ambon, sebagai kelanjutan pengerusakkan ratusan gereja di daerah-daerah di Pulau Jawa (Situbondo, Tasikmalaya, Rengas Dengklok, Doulos di Jakarta Timur, dsb). Semua peristiwa itu sudah jelas pelakunya yaitu para Fundamentalist Islam, tetapi anehnya sampai saat ini mereka tidak pernah ditangkap. Bahkan Presiden Gus Dur sendiripun tidak mampu menghambat kedatangan gerombolan Laskar Jihad- nya si Jafar Thalib datang membantai manusia ke Ambon. Agaknya jika rakyat Indonesia menginginkan Demokrasi dapat tumbuh dengan semestinya, maka TNI dan POLRI harus sudah mulai DIDESAK supaya bertindak tegas kepada para pengusik ketenangan ini. Bilamana perlu para Fundamentalis Islam ini dihancurkan seperti di Tanjung Priuk, karena korban sepak terjang mereka adalah orang-orang yang tidak bersalah, seperti keluarga Cina yang dibakar hidup-hidup di dalam Apotik milik mereka sendiri, juga belum terhitung wanita, anak-anak dan orang tidak bersalah yang harus mati sia-sia karena dibantai para Fundamentalist Islam ini. Manipulasi dan kebohongan adalah alat mereka untuk menutupi sepak terjang biadab para Fundamentalist Islam ini. Mereka sama sekali jauh dari sifat FAIRNESS. Jika kita di Jakarta sudah kaget dengan dasyatnya pemboman di kediaman kedubes Philipina, maka bayangkan bahwa para Fundamentalist ini bukan hanya membom pemukiman penduduk, tetapi sudah menghujaninya dengan bom mortir di Ambon. Orang Jawa sebagai suku yang paling dirugikan jika terjadi DISINTEGRASI, harus siap menerima resiko itu; kecuali para politisi di Jakarta mulai sadar dan mengutuk sepak terjang Laskar Jihad yang sebagian dari mereka adalah orang Jawa keblinger termasuk si Jafar Thalib (ada yg menyebutnya si Jafar Thalib adalah Habib turunan Arab). Fundamentalisme ini bukan kesalahan orang Jawa semata. Sebab ternyata orang Philipina Selatan pun bisa menjadi ekstrim seperti gerombolan Abu Sayef dan kelompok Mujahidin Khandaq Philipina yg diduga terlibat dalam aksi teror pemboman di kediaman kedubes Philipina di Jakarta. Para fundamentalis Islam adalah PENGACAU, dan jika kepada mereka diberikan perlindungan HAM (Hak Asasi Manusia), maka NKRI (Negara Kesatuan RI) bisa berantakan, sebagai konsekuensi sepak terjang para Fundamentalit Islam ini. Para Fundamentalist Islam ini dengan tanpa malu menggunakan isu HAM, bukan untuk membuat NKRI menjadi Jaya, tetapi merongrongnya dengan pemaksaan kehendak yang menurut mereka ISLAMI sehingga perlu diadopsi oleh seluruh rakyat Indonesia walaupun mereka bukan Muslim. Bukankah pemikiran PICIK seperti diatas adalah sangat DESTRUKTIF !!! Apalagi dalam mencapai tujuannya para Fundamentalist Islam ini tidak segan-segan bertindak brutal dan tidak berperikemanusiaan, yg menurut mereka dilakukan atas RIDHO Allah swt. Perlu ada pemikiran ulang terhadap perlindungan HAM kepada rakyat Indonesia, dimana Perlindungan Hak Asasi Manusia HANYA RELEVAN bagi orang yg MENGHARGAI hak asasi orang lain. Para Habib Arab radikal, ekstrimis Islam dan para Fundamentalist TIDAK PERLU MENDAPATKAN perlindungan HAM aparat, seperti pada kasus Tanjung Priuk dan di Aljazair, dimana para Fundamentalist ini di-RESPON aparat dengan sangat REPRESIF. Sepak terjang kelompok fundamentalist seperti FPI (Front Pembela Islam) di Jabotabek adalah seperti "memotong ayam dihadapan burung-burung merpati agar burung merpati menjadi TAKUT". (*) Pada awalnya Fundamentalist Islam FPI akan menghancurkan tempat-tempat maksiat, tetapi setelah itu mereka akan menghancurkan rumah ibadah seperti gereja dan sekolah. Lalu selanjutnya, mereka pun tidak segan-segan mengancam media massa yang memberitakan sepak terjang destruktif para Fundamentalist Islam ini. Jadi sepak terjang Fundamentalist FPI dalam memberantas tempat-tempat maksiat adalah MANIPULATIF, karena tujuan utama mereka sesungguhnya adalah menunjukkan superiotas mereka untuk menghancurkan apa saja, termasuk gereja dan membunuh orang yg menurut mereka orang KAFIR. Pertanyaan kepada seluruh rakyat Indonesia yang masih mempunyai Nurani. Tegakah kita melihat Indonesia dihancurkan oleh para Fundamentalist Islam ini ... ?!! R. Sutjipto [EMAIL PROTECTED] Orang Jawa yg prihatin Note: (*) Saya teringat ketika masih kecil dikampung, saya tidak diperbolehkan oleh orang tua saya untuk memotong ayam di dekat kandang merpati, agar merpati yg saya pelihara tidak kabur semua. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 7 Aug 2000 jam 05:31:03 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
