---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Bobot demokrasi SBY diragukan satunet.com - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikhawatirkan akan mewarnai demokrasi dengan bobot militer jika ia ditunjuk sebagai menteri utama/pertama, kata satu pimpinan Golkar. Wakil Sekjen Golkar, Ecky Syahruddin kepada wartawan menyatakan hal itu di MPR, Senin ini. Menurut Ecky selama ini masyarakat tak tahu track record SBY dalam reformasi. Karena itu, sudah sepantasnya jika Megawati tidak setuju SBY naik untuk posisi itu. SBY disebut-sebut sebagai sosok yang 'dijagokan' utnuk menjadi menteri utama atau menteri pertama di kabinet terutama karena kemampuan manajerialnya. Selain itu, katanya, jika posisi itu benar akan diduduki SBY akan ada anggapan bahawa Presiden KH Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid melakukan kompromi dengan militer. SBY menyandang pangkat militer letnan jenderal. Ecky justru menyebut nama Agus Wirahadikusumah, mantan pangkostrad, sebagai tokoh militer yang pantas menduduki posisi menteri utama, karena dianggap cukup reformis ketimbang SBY. Agus juga menyandang pangkat militer letnan jenderal. Di luar tokoh Agus, tandasnya, posisi jabatan itu harus diisi sipil. "Tampaknya, Mega setuju jika sipil yang dipilih," katanya. Menurutnya, bisa saja Wapres jadi menteri utama, tapi hal itu harus ditetapkan lewat Tap MPR. "Hal itu juga bisa jika Gus Dur hanya ingin menjabat sebagai kepala negara, mengingat selama ini presiden repot sehingga bisa saja ada kompromi semacam itu," demikian dinyatakan Ecky.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 7 Aug 2000 jam 11:32:05 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
