----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Presiden: Agenda Reformasi Terlaksana, bila Masyarakat Sabar

Jakarta - 07 Aug 00 12:23 WIB (Astaga.com)

Di bidang politik dan keamanan kita mewarisi keadaan yang sarat dengan
pertentangan kepentingan di sana-sini disertai dengan berbagai pelanggaran
hukum. Meski begitu, sebenarnya, seluruh agenda reformasi dapat dilaksanakan
secara sistematis, dengan hasil yang lebih baik seandainya masyarakat secara
keseluruhan mau bersikap sabar dan sepakat menciptakan suasana kondusif.
Yaitu dengan menghindari konflik sosial dan tindak kekerasan. Hal ini
dikemukakan Presiden Abdurrahman Wahid dalam pidato laporan kemajuan
(progress report) di depan MPR, Senin (7/8), di Jakarta.

Dikatakan, Walau pemeritnah yang lahir dari pemilu 1999 ini telah memiliki
legitimasi dan merefleksikan kehendak rakyat, kehadirannya tidak serta merta
dapata meredam seluruh konflik yang akar-akarnya tertanam jauh ke dalam bumi
politik, ekonomi dan sosial.

Di dalam pidato setebal 34 halaman tersebut juga disampaikan, disharmoni
sosial yang terjadi dalam hubungan antarsuku, antarapenganut ama dan
antarkelompok rasial, seperti kita saksikan, telah menyulitkan pemerintah
dalam menetapkan prioritas kebijksanaan.  Semua masalah yang dihadapi sama
pentingnya, sehingga tidak ada jalan lain kecuali menangani secara
simultan,  kata Gus Dur.

Sebenarnya, seluruh agenda reformassi ini dapat kita laksanakan secara
sistematis dengan hasil yang lebih baik bils masyarakat sabar dan tidak ada
konflik sosial. Tetapi ini terjadi, sehingga dari tenaga dan waktu yang
semestinya dapat untuk mempercepat pelaksanaan reformasi, terpaksa untuk
menyelesaikan berbagai masalah tambahan tadi.

 Reformasi politik yang kita lakukan baru sampai pada taraf peletakan
berbagai peraturan perundang-undangan sebagai landasan bekerja proses
demokrasi, pengembangan berbagai kelembagaan baru, pada taraf
refungsionalisasi lembaga-lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Demokrasi telah bergerak jauh, rakyat tidak sabar, akibatnya terjadilab
berbagai penyimpangan substansial. Demokrasi diperdangkal jadi sekadar
demonstrasi.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 7 Aug 2000 jam 11:33:23 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke