---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Sejumlah Parpol Rebutan Jatah Kabinet Baru Media Indonesia - Kamis, 10 Agustus 2000 JAKARTA (Media): Memasuki hari ketiga Sidang Tahunan MPR 2000, pembicaraan tidak lagi pada materi-materi yang disiapkan Badan Pekerja (BP) MPR. Yang ramai diperbincangkan justru siapa-siapa yang bakal masuk kabinet setelah diberitakan Presiden Abdurrahman Wahid bakal merombak kabinetnya, akhir Agustus ini. Beberapa sumber menyebutkan partai-partai telah meminta jatah untuk kabinet sebagai imbalan tidak mengambil tindakan keras terhadap Presiden Abdurrahman Wahid. Partai Golkar dan PDI Perjuangan disebut-sebut bakal mendapat jatah lima kursi, sementara PPP dan Fraksi Reformasi dua kursi. Lainnya, seperti TNI, PKB, PBB dan Partai Daulat Ummat masing-masing kebagian satu kursi di kabinet baru itu. Selain persoalan jatah untuk masing-masing partai, internal partai pun terjadi perdebatan. Ada pihak yang berpandangan, tekanan terhadap Presiden Gus Dur dalam ST MPR 2000 ini bisa mencapai titik paling rendah karena adanya energi interpelasi sebelumnya. Artinya, kader-kader yang terlibat dalam interpelasi perlu diakomodasi. Namun, di sisi lain, generasi tua dari masing-masing partai juga masih berminat duduk di kursi kabinet. Ketua Fraksi Partai Golkar MPR Fahmi Idris menyatakan, Presiden Abdurrahman Wahid telah menyusun kabinet baru hasil reshuffle. Di dalamnya antara lain termasuk PS Priyadi sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang Sudibyo. "Gus Dur sudah me-reshuffle kabinet, sudah ada susunannya. Itu hak prerogatif presiden," katanya. Priyadi sebelumnya Direktur BRI dan dikenal sebagai sahabat Gus Dur. Ia bahkan diusulkan Gus Dur untuk menduduki kursi Direktur Utama BRI. Namun, keinginan Presiden itu kandas, karena Priyadi gagal dalam fit and proper test yang diadakan Bank Indonesia. Menteri lain yang akan digeser, Menko Ekuin Kwik Kian Gie, Menko Polkam Surjadi Soedirdja, dan Jaksa Agung Marzuki Darusman. Kwik diproyeksikan ke posisi lain dalam kabinet, tetapi Fahmi Idris menduga aktivis PDI Perjuangan tersebut akan menolak jabatan baru tersebut. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti adalah kandidat kuat Menko Ekuin. Sementara pengganti Marzuki Darusman, menurut Fahmi, ada dua kandidat. Salah satunya, Sekretaris Kabinet Marsilam Simanjuntak. Calon lainnya menurut sumber Media adalah Baharuddin Lopa. Sedang Marzuki dikabarkan akan menjabat Menteri Luar Negeri menggantikan Alwi Shihab. Sumber lain menyebutkan, Laksamana Sukardi dan Yusuf Kalla besar kemungkinan kembali ke kabinet. Hal itu sekaligus untuk menjernihkan persoalan bahwa keduanya memang tidak terkena KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) seperti dituduhkan Gus Dur sebelumnya. Bahkan keduanya akan kembali ke posisi semula sebagai Menneg Pembinaan BUMN dan Menteri Perdagangan dan Industri. Menurut Fahmi Idris, jika jabatan menteri pertama jadi diwujudkan, keberadaan Menko Polkam dan Menko Kesra dihapus. "Fungsi-fungsi tersebut akan langsung dipegang Presiden," kata Fahmi di sela-sela rihat rapat fraksi Golkar dalam ST MPR 2000, kemarin. Menanggapi rencana reshuffle kabinet itu, Kwik berpendapat sebaiknya Gus Dur tetap mempertahankan Bambang Sudibyo sebagai Menkeu, karena kerjanya lebih berat. ``Sebaiknya Bambang Sudibyo dipertahankan. Yang kerja beneran seperti Bambang Sudibyo itu luar biasa. Anda bisa bayangkan nggak menyusun anggaran itu dapatnya dari mana keluarnya ke mana,`` katanya. Sebaliknya, Menkeu Bambang Sudibyo mengatakan, keberatan jika Kwik Kian Gie ikut diganti karena menurutnya Kwik adalah Menko Ekuin terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. ``Saya kira dia Menko Ekuin terbaik, karena memiliki hati nurani,`` katanya.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 11 Aug 2000 jam 06:51:40 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
