---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Golkar Main Politik Dua Muka Gus Dur Hadapi Pemerasan Politik koridor.com [13 Aug, 15:43] Fraksi Partai Golkar (F-PG) MPR dalam sidang tahunan, dituding memainkan politik dua muka. Mereka menggertak Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan memesrai sekaligus melambungkan Wapres Megawati Sukarnoputri. Secara politik, F-PG sebagai kekuatan lama (Orde Baru), melakukan pemerasan politik kepada Gus Dur. "Seluruh usaha mereka, terus-menerus menggertak Gus Dur, ditujukan bukan pertama-tama menggusurnya sebagai presiden, tetapi agar Golkar tidak dikeluarkan dari kabinet," demikian Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Hendardi, dalam komentarnya yang dikirimkan ke redaksi koridor.com, Minggu (13/8). Menyangkut beredarnya dokumen siluman, Rancangan Ketetapan (Rantap) MPR, tentang Penyelenggaraan Pemerintahan oleh Wakil Presiden serta Pengawasannya oleh DPR-RI dan Pertanggungjawabannya kepada MPR RI untuk Sisa Masa Jabatan Presiden 2000-2004, kata Hendardi, merupakan upaya pemerasan politik (political blackmai), sebagian anggota MPR, dengan setting Partai Golkar. Lebih jauh Hendardi menyatakan, upaya kudeta terselubung dengan menggunakan logika politik, yang mengadopsi SUPERSEMAR (Surat Perintah Sebelas Maret), yang digunakan Soeharto mengalihkan kekuasaan dari Soekarno. Rantap siluman, yang dikabarkan dirancang para politisi muda MPR dan dialirkan melalui Sidang Tahunan MPR, dan seolah-olah tidak diketahui pimpinan fraksi-fraksi di MPR, menurut Hendardi hanyalah suatu trik politik, untuk bersembunyi dari tudingan atau kesan inkonstitusional. Peredaran Rantap Siluman, pada dasarnya merupakan usaha coba-coba (test case) menaikkan posisi tawar-menawar. "Ujung-ujungnya, gampang diterka, yaitu menyangkut urusan perebutan jabatan menteri dalam reshuffle kabinet mendatang," papar Hendardi. Anasir-anasir kekuatan lama, terutama Golkar serta anasir Golkar yang berbaju partai lain, kata Hendardi, memainkan "proyek" siluman di Sidang Tahunan MPR. "Kalau dengan berbagai gertakan itu, Gus Dur jatuh dan Megawati naik, mereka tidak kehilangan kursi di kabinet," tandas Hendardi. Namun tambah Hendardi, perlu dicamkan Golkar sudah diblack list oleh rakyat. Golkar juga harus bertanggungjawab atas kehancuran kehidupan ekonomi dan politik selama dibawah rejim Soeharto. Tetapi, saat ini terus melakukan gerilya politik, agar tetap survive di jajaran pemerintahan. "Sekaligus meraup keuntungan untuk mencuci jubahnya, yang kotor oleh noda politik masa lalu, dengan menjadikan Gus Dur, sebagai papan bilas," tegas Hendardi.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Aug 2000 jam 10:04:41 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
