----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

F-PDIP Bantah Tak Serap Aspirasi
Fraksi Lain 'Sok' Anti TNI

koridor.com [14 Aug, 14:17]

Tudingan kalangan mahasiswa bahwa FPDI-P tidak mampu menyerap aspirasi
reformasi, dibantah oleh para eksponen fraksi tersebut. Tudingan ini muncul
setelah akhirnya Fraksi TNI dan Polri masih akan ada di DPR sampai 2004 dan
di MPR tahun 2009.

Sebagaimana diketahui, jauh sebelum ST MPR digelar, ada kesan nasib TNI di
lembaga legislatif tersebut akan divonis (berakhir) melalui sidang ini.
F-PDIP sebagai fraksi terbesar sudah memberi sinyal, akan mendukung
penghapusan fraksi TNI tersebut.

Menurut mereka timbulnya kesan bahwa F-PDIP tidak mampu menyerap aspirasi
masyarakat, antara lain disebabkan oleh adanya salah penafsiran tentang
eksistensi F-PDIP saat ini.

Masalah amandemen terhadap UUD misalnya ada yang menganggap bahwa F-PDIP
tidak menginginkan amandemen UUD'45. Padahal menurut I Gede Palguna yang
duduk di Komisi A (membahas amandemen UUD'45), yang tidak diinginkan oleh
F-PDIP hanyalah amandemen yang dilakukan secara parsial. Amandemen harus
dilakukan secara holistik (menyeluruh--Red). Hal ini dipertegas oleh Heri
Akhamadi bahwa sikap F-PDIP adalah untuk memperkuat UUD. Karena itu
pendekatannya tidak akan membicarakan bagian per bagian.

Sedangkan tentang pemilihan Presiden langsung atau tidak langsung F-PDIP
tetap berpendapat sebaiknya pemilihan tetap dengan cara melalui MPR atau
tidak langsung. Kalau ada pendapat bahwa F-PDIP tidak reformis, menurut
Panda Nababan, hal itu dikarenakan, mereka (para penuding) tidak melihat
akibat atau dampak langsung pemilihan Presiden dan Wapres secara langsung.

Sementara Sabam Sirait yang duduk di Komisi B (membahas Rantap--Red
menjelaskan bahwa pembahasan TNI/Polri harus berada di DPR sementara di MPR
telah selesai. Kalau hal ini dianggap sebagai kesalahan F-PDIP, maka
anggapan itu sebuah salah besar.

"Karena Rantap dan Amandemen UUD'45 sudah dikerjakan oleh Panitia Ad Hoc
(PAH) I dan II dimana di sana terdapat wakil-wakil semua fraksi. Jadi bukan
hanya F-PDIP", katanya.

Selain itu Panda menegaskan kalau ada anggota MPR yang seolah-olah mencari
popularitas dengan 'sok' ingin menggusur segera TNI/Polri dari DPR/MPR
berarti ia melupakan ludahnya yang belum kering. Karena dalam GBHN yang
merupakan TAP MPR nomor IV/99 eksistensi TNI tersebut jelas disebutkan.

F-PDIP sendiri bersikap TNI dan Polri sekarang harus ditentukan oleh rakyat,
TNI dan Polri seperti apa yang diinginkan rakyat.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Aug 2000 jam 11:22:39 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke