----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Kwik: Saya Siap Masuk Kabinet Lagi

Jakarta, Buana

Kwik Kian Gie yang baru saja mengundurkan diri dari posisinya sebagai Menko
Ekuin menyatakan siap kembali membantu Presiden Abdurrahman Wahid dan Wapres
Megawati Soekarnoputri dalam kabinet mendatang. Namun Kwik akan melihat dulu
posisi yang ditawarkan kepadanya, termasuk dengan siapa dia akan bekerjasama
nanti. Hal itu dikatakan Kwik usai mengikuti upacara peringatan detik-detik
proklamasi di halaman Istana Merdeka, Kamis (17/8). Ia menyatakan sebenarnya
tim ekuin yang dipimpinnya dulu sangat bagus.

"Namun yang menjadi masalah, Gus Dur terpengaruh, atau tidak terpengaruh
oleh hujatan masyarat yang dibilang kabinet tidak kompak. Padahal kompaknya
bukan main," ujar Kwik yang menyatakan akan menolak jadi menteri lagi bila
jabatan yang ditawarkan adalah Menteri Pemuda dan Olahraga, karena tidak
mampu..Ketika ditanya apakah Kwik bersedia kembali ke kabinet dengan susunan
tim ekuin yang lama, dengan cepat Kwik menyatakan kesediaannya. Apalagi bila
posisi Menkeu tetap dipegang oleh Bambang Sudibyo, karena menurutnya kinerja
Bambang sangat baik.

Lebih lanjut Kwik menyatakan bahwa susunan tim sangat mempengaruhi
keputusannya untuk masuk dalam kabinet, melihat konsideransnya secara total
orang-orang tersebut. "Sebab kalau tidak bisa bekerjasama, nantinya dihujat
lagi. Jadi, tergantung apa bisa bekerjasama," paparnya. Menurut Kwik, sampai
saat ini ia belum memperoleh kepastian dari Presiden apakah dirinya akan
dipakai kembali dalam kabinet mendatang. Sementara mengenai Dorodjatun
Kuntjorojakti, Dubes Indonesia untuk AS, yang disebut-sebut termasuk salah
satu kandidat Menko Ekuin, Kwik menilainya sebagai seseorang yang memiliki
kinerja cukup bagus dan merupakan kandidat penggantinya.

Koperasi
Sementara itu, Menteri Negara Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah Zarkasih
Nur yakin bahwa Kantornya masih layak tetap ada dalam kabinet reshuffle
mendatang. Hal ini didasarkan pada alasan menteri-menteri sekarang concern
terhadap masalah perkoperasian. Bahkan dimungkinkan pula Kantor Meneg ini
akan dijadikan kementerian tersendiri. "Sampai saat ini, kita yakin bahwa
Presiden Abdurrahman Wahid akan tetap menjadikan Koperasi dan pengusaha
kecil menengah dalam suatu kementerian atau departemen tersendiri," kata
Zarkasih seusai peringatan HUT ke-55 Kemerdekaan RI di Kantor Menneg
Koperasi dan PKM Jakarta, Kamis (17/8).

Zarkasih yang juga mendengar seputar kabar yang bakal ditutupnya Kantor
Meneg, Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah (PKM) dalam kabinet baru
mendatang, malah menyatakan tetap optimis bahwa departmen ini akan tetap
ada. "Bahkan feeling politik saya mengatakan kemungkinan tugasnya bakal
bertambah," ujar Zarkasih. Sebelumnya, Rabu (16/7), Sri-Edi Swasono dalam
seminar koperasi juga menghendaki Departemen Koperasi dan PKM tetap ada. Ia
mengaku tidak menyetujui Kantor Meneg KPKM tersebut dihapuskan. Dia malah
mendukung jika Kantor Meneg ini dikembalikan fungsinya menjadi departemen.
Hal ini membuktikan komitmen pemerintah pada orientasi kerakyatan. "Kalau
dulu Depkop menghambat koperasi itu tidak benar seluruhnya, sebab dulu
karena pendekatannya top down," tambah Sri-Edi Swasono.

Menurutnya, departemen koperasi yang akan datang harus mampu mengalokasikan
anggaran pembangunan baik APBN maupun perbankan serta sumber lain bagi
pengembangan koperasi. Sebab, alokasi anggaran saat ini terlalu kecil,
seperti Kredit Usaha Tani (KUT) sebesar Rp 10 triliun dan yang sampai ke
koperasi/petani hanya 20%-30% saja. Ditegaskannya pula, peranan Departemen
KPKM bukannya top down tetapi memberikan motivasi kepada pengusaha kecil
untuk memberdayakan diri sendiri. Selain itu hal ini tergantung juga pada
Menteri serta program departemennya. Termasuk policy yang diterapkan oleh
presiden.

Sri juga mempertanyakan sulitnya pengusaha kecil dan menengah yang jumlahnya
ribuan mendapat keringanan di BPPN. Sementara di lain pihak, ada pengusaha
dengan utang Rp 52,7 triliun bisa selesai dengan Rp 20 triliun saja. "Bahkan
ketika saya mempersoalkan ada yang menegur saya lagi," kata Sri-Edi Swasono.
Sesuai catatan BPS, tahun 1998 tercatat usaha kecil sebanyak 36,8 juta orang
atau 99,58% dari jumlah pelaku ekonomi nasional. Sementara usaha menengah
mencapai 51,4 ribu atau mengisi 0,14% dari jumlah pelaku nasional. Sedangkan
koperasi yang sudah mencapai 90.335 unit dengan anggota 22,6 juta orang
mempunyai aset Rp 17,8 triliun dan volume usaha hingga Rp 22,3 triliun.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 18 Aug 2000 jam 11:25:05 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke