---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http: under construction Xpos, No 25/III/20-26 Agustus 2000 ================================================ KABINET BARU, PERSOALAN BARU (PERISTIWA): Inilah calon-calon terkuat kabinet Gus Dur. Mengapa bisa jadi sumber masalah baru? Politik "dagang sapi" boleh saja berlangsung di antara para elit politik. Namun, apapun yang dibicarakan, takkan mungkin memuaskan keinginan mereka. Soalnya, Gus Dur sudah bilang, jatah untuk partai politik hanyalah 40% di kabinet. Bila Gus Dur konsisten dengan niatannya membentuk kabinet yang simple, yang kemungkinan terdiri dari 20 pos kementerian, jatah partai-partai politik, lebih sedikit lagi. Sejauh ini, nama-nama yang masuk ke tangan Presiden, kebanyakan adalah para akademisi maupun profesional di bidangnya. Misalnya untuk jabatan Menteri Keuangan --yang paling banyak calonnya-- terdapat nama-nama Sri Mulyani, Syahrir, Anwar Nasution, Rizal Ramli serta Dorodjatun Kuntjorojakti. Nama Faisal Basri dari PAN, sebetulnya, juga disebut-sebut. Hanya saja, kendati ia dianggap kompeten di bidang ini, Ketua DPP PAN Amien Rais, justru kurang berkenan. Di pos kementerian kehutanan dan perkebunan yang kemungkinan digabung dengan kementerian pertanian, sama sekali tak ada (belum?) nama politisi. Anggota Komnas HAM dan Dewan Ekonomi Nasional HS Dillon dan Guru Besar IPB Bungaran Saragih yang paling dijagokan untuk jabatan ini. Demikian pula pos kementerian pendidikan nasional yang kemungkinan digabung dengan riset dan teknologi, hanya terdapat dua nama unggulan, yaitu Rektor UGM Ichlasul Amal serta Muhammad AS Hikam yang masih menjabat sebagai Menristek. Di pos kementerian dalam negeri yang kemungkinan disatukan kembali dengan otonomi daerah, nama Ichlasul Amal kembali disebut bersama Ryaas Rasyid. Sedangkan di pos kementerian pertahanan, Yuwono Sudarsono masih kuat kansnya. Pada pos kementerian eksplorasi laut, yang kemungkinan digabung dengan kementerian lingkungan hidup, pekerjaan umum serta transmigrasi, terdapat nama Erna Witoelar dan Sony Keraf. Jabatan sekretaris pemerintahan pun, tampaknya juga takkan diisi partai politik. Nama Marsilam Simanjuntak dan Djohan Effendy dijagokan di pos yang bakal mendapat tambahan tugas mengurusi aparatur negara ini. Begitu juga dengan jabatan Menteri Kesehatan yang disebut-sebut akan dipegang oleh profesor dari Unair, Puruhito. Nama Marsilam juga disebut-sebut pantas mengisi pos Jaksa Agung, bersama-sama dengan Baharuddin Lopa dan Albert Hasibuan. Sementara itu, seandainya diberlakukan, jabatan Menteri Utama atau satu-satunya Menteri Koordinator kemungkinan besar akan diberikan pada tentara. Nama yang paling dijagokan adalah Susilo Bambang Yudhoyono serta Luhut Panjaitan. Selain itu, tentara juga dijagokan memegang pos kementerian perhubungan yang kemungkinan digabung dengan pos telekomunikasi dan pariwisata, yaitu Agum Gumelar. Di pos Mentamben, seandainya jabatan Menteri Utama tak jadi diadakan, Susilo Bambang Yudhoyono kemungkinan kembali akan bertugas di situ. Nama lain untuk pos itu adalah Dirut PN Timah Erry Ryana Hardjapamekas. Para politisi tampaknya akan memegang kendali pada pos Menlu, yang kemungkinan diambil-alih Marzuki Darusman (Golkar). Lalu pos "basah" Pendayagunaan BUMN, yang calon kuatnya adalah, yaitu Gunawan Sumodiningrat (Golkar) dan Rozy Munir (PKB). Di samping Ketua Bappenas, yang calon terkuatnya Kwik Kian Gie (PDIP) serta kementerian tenaga kerja yang kemungkinan jadi satu dengan pengentasan kemiskinan dan koperasi, yang calonnya adalah Budiono (PDIP) dan Gunawan Sumodiningrat. Menkumdang sepertinya akan tetap dipegang oleh Yusril Ihza Mahendra (PBB). Nama-nama ini kemungkinan bisa berubah --tergantung proses politik yang terjadi. Yang jelas, jatah sedikit yang diperoleh parpol, berpotensi membuat perpolitikan Indonesia ke depan masih akan cenderung tidak stabil. Apalagi, masih ada elit tertentu yang menyimpan ambisi jadi orang "nomor satu". Tetaplah waspada. (*) ========================================================= Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] - ----------------------------------- SiaR WEBSITE: http://www.minihub.org/siarlist/maillist.html --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 21 Aug 2000 jam 04:57:52 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
