----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http: under construction
Xpos, No 25/III/20-26 Agustus 2000
================================================

CODE RED UNTUK KIAI CECEP
oleh: Wong Sutejo

(OPINI): Front Pembela Islam (FPI) akhirnya mengeluarkan pernyataan
soal dibunuhnya KH Cecep Bustomi, Pangliam Front Hisbulah yang
bermarkas di Pandeglang, Banten, Jawa Barat. Menurut FPI, KH Cecep,
anak kiai kondang Banten, KH Bustomi, dibunuh oleh sepasukan Kopassus
Grup II/ Parakomando, Serang. KH Cecep Bustomi adalah salah seorang
pendiri FPI, sebuah organsasi Islam garis keras yang didukung kelompok
militer pro Soeharto.

FPI mengajukan bukti baru: hanya Wakil Komandan Kopassus Grup
II/Parakomando yang mengetahui keberadaan KH Cecep di Serang pada saat
ia dibunuh. "KH Cecep ke Markas Kopassus Serang karena panggilan pihak
Kopassus," ujar Habib Rizieq Shihab, Panglima FPI. Habib ini tampak
gusar.

KH Cecep dibunuh beberapa pekan lalu di Serang, Jawa Barat, selepas
bertemu dengan sejumlah perwira di Markas Grup II/Kopassus, Serang.
Begitu keluar dari Markas Kopassus, sejumlah lelaki bertopeng,
bersepeda motor dan bersenjata mencegat mobil Cecep dan
memberondongnya. Sopir Cecep, Mardiyanto tancap gas, dan sepasukan
lelaki bermotor itu mengejar dan di depan Pasar Serang, berondongan
peluru mengakhiri hidup kiai itu.

FPI mengkaitkan pembunuhan Cecep dengan terbunuhnya seorang prajurit
Kopassus dalam penyerangan pasukan Front Hisbulah di sebuah perhelatan
di Serang. Prajurit Kopassus yang hendak mengusir Front Hisbulah itu
dari perhelatan yang tuan rumahnya masih saudara sang prajurit, memang
tidak sekedar mati. Ia tewas dengan luka yang mengenaskan. Dan, ini
tak bisa diterima orang-orang Kopassus.

Bagaimanapun, Grup II/Kopassus memang pantas jadi tersangka dalam
kasus pembunuhan, atau lebih tepat pembantaian kiai itu. Ada motif
yang kuat dan ada kemampuan untuk melakukannya karena merupakan
prajurit parakomando. Dan, yang paling penting: hanya satuan-satuan
TNI yang masih punya mentalitas prima yang berani melakukan
pembantaian ini. Nah, pembantaian ini mengingatkan kita pada istilah
code red dalam satuan marinir militer Amerika Serikat. code red adalah
operasi yang dilakukan amat rahasia, bukan untuk kepentingan negara,
namun untuk kepentingan korps. Apa yang dimaksud dengan code  red ini
misalnya bisa ditonton di film A Few Good Men, yang dibintangi Demi
More dan Tom Cruise.

KH Cecep tampaknya memang menjadi target operasi code red Kopassus
Grup II/Parakomando, berkaitan dengan terbunuhnya seorang prajurit
Kopassus di tangan anak buah Cecep. Selain Cecep, tampaknya Habib
Soleh Abdulah, salah seorang sesepuh FPI juga menjadi target operasi
code red dari satuan lain di TNI. Habib Soleh ditembak mati oleh dua
pria tak dikenal di depan masjid dekat rumahnya di Cempaka Putih.
Keluarganya mengkaitkan dengan konflik tanah warisan. Namun, motif itu
kurang kuat. Yang patut juga disimak, FPI memiliki musuh yang banyak
karena kegemaran kelompok ini merusak kafe, diskotik, hotel dan tempat
lain yang dinilai kelompok ini sebagai tempat maksiat. Salah satu
musuh potensial FPI ya siapa lagi kalau bukan tentara yang membekingi
bisnis ini. Lalu, musuh lainnya adalah para "profesional" yang disewa
para pemilik modal untuk sekedar memberi warning atau bahkan untuk
memberesi para pimpinan FPI.

Pantas diingat, sebelum Habib Soleh dibunuh, FPI melakukan perusakan
di sejumlah kafe di Kemang, Jakarta Selatan, seperti kafe Jimbani,
kafe Salsa. Kafe Jimbani adalah kafe milik mantan istri Oky Hanoko
Dewantono yang selama ini dibekingi anggota Marinir TNI-Angkatan Laut.
Marinir marah ketika polisi mengerebek kafe itu. Buntutnya, Polsek
Mampang, diserbu sepasukan pria yang diyakini dari satuan marinir. Dua
polisi dan seorang Kamra luka-luka. Kantor Polsek hancur berantakan.
Tampaknya Polsek Mampang jadi target code red oleh satuan rahasia
Maninir. Itu yang tampaknya terjadi, karena pasukan yang menunaikan
tugas korps itu dilindungi para komandannya.

Namun, tak lama, pasukan FPI datang ke kafe Jimbani. Mereka dengan
kemarahan yang meluap menghancurkan kafe yang juga jadi sumber
pendapatan sampingan para prajurit Marinir TNI-AL yang gajinya dari
dinas tentata memang mepet untuk hidup. FPI menuduh kafe itu kafe
maksiat. Kafe itu, untuk sekian lama tidak beroperasi. Dan, ini
artinya, para prajurit Marinir kehilangan sebagian pengahasilan
sampingan itu. Nah, apakah dibunuhnya Habib Soleh Abdulah, salah satu
anggota senior FPI, berkaitan dengan operasi code red Marinir TNI-AL?
Bisa saja. Namun, pertanyaannya: mengapa yang dibunuh Habib Soleh dan
bukannya Habib Rizieq Shihab, Panglima FPI, sebagaimana Kopassus
menghabisi Panglima Front Hisbulah? Bisa jadi Marinir tak sekejam
Kopassus. Dipilihnya Habib Soleh hanya semacam ancaman: jangan
melakukan perusakan lagi terhadap tenmpat-tempat hiburan.

Bermusuhan dengan Kopassus, atau tentara pada umumnya, sebenarnya
bukan kehendak FPI dan Front Hisbulah. Dua organsasi ini, di masa
lalu, adalah organisasi yang dekat dengan mantan Komandan Jendral
Kopassus Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto. FPI dan Front Hisbulah
juga dekat dengan sejumlah jendral seperti Letjen TNI Djaja Suparman,
mantan Pangdam Jaya dan Pangkostrad, lalu Mayjen TNI (Purn) Kivlan
Zien dan Brigjen TNI (Purn) Adityawarman. Dua nama terakhir ini adalah
jendral yang dekat dengan Prabowo.

Bagaimanapun, FPI dan Front Hisbulah bukanlah organisasi keagamaan
yang populer di masyarakat. Terbunuhnya KH Cecep Bustomi dan Habib
Soleh Abdulah, tidak menjadi perhatian yang layak oleh masyarakat. (*)

=========================================================
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

- -----------------------------------
SiaR WEBSITE:
http://www.minihub.org/siarlist/maillist.html

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 21 Aug 2000 jam 07:06:11 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke