---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Segera Ungkap Pelaku Penculikan SUARA PEMBARUAN Jakarta, 28 Agustus Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Polisi Rusdihardjo harus segera mengungkapkan siapa di balik penculikan empat aktivis Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA). Kalau kasus ini ditutup-tutupi, akan makin memberi peluang terulangnya kasus-kasus serupa terhadap rakyat yang memperjuangkan aspirasinya. Pernyataan tersebut dikemukakan anggota Komisi I DPR yang membidangi Hankam dan Luar Negeri Rusydi Hamka yang juga mantan Ketua Fraksi Persatuan Pembangunan (FPP) dan Ketua Fraksi Partai Demokrasi Kasih Bangsa (FPDKB) Manasse Malo yang dihubungi Pembaruansecara terpisah di Jakarta Senin (28/8) pagi. Menurut kedua wakil rakyat tersebut mengatakan, kalau kasus penculikan ini tidak diungkap secara terbuka, akan makin memperburuk citra Polri. Manasse Malo yang juga anggota Komisi II DPR bidang hukum dan pemerintahan dalam negeri tersebut mengatakan, kasus ini merupakan satu tugas mendesak dari kapolri untuk membukanya ke publik. Sebab, kalau kasus ini tidak terungkap bisa dibayangkan bisa banyak kali sekali kasus serupa yang akan terulang, apalagi memang masih banyak sekali aspirasi masyarakat yang belum ditangani eksekutif maupun aparat keamanan yang terus diperjuangkan lewat para aktivis. Muak ''Kalau Polri masih juga menutup-nutupi kasus penculikan ini padahal sudah ketahuan siapa pelakunya, masyarakat akan makin muak dengan kebohongan itu dan bisa makin mendorong tindakan main hakim sendiri karena tidak lagi percaya terhadap aparat,''tegasnya. Menurut dia, kasus penculikan ini juga menunjukkan masih kuatnya perilaku Orde Baru sehingga tetap menjadi preseden buruk bagi pembangunan demokratisasi di Indonesia. Penculikan atau tindakan kekerasan lainnya terhadap aktivis yang berdemonstrasi karena memperjuangkan nasib rakyat, bukan tidak mungkin terus berlangsung kalau tidak dibongkar dari sekarang. Senada dengan itu, Rusydi Hamka juga mengatakan, kasus penculikan ini harus diusut terus. Kalau tidak segera diungkap dengan transparan, akan semakin memperburuk citra aparat, karena itu aparat kepolisian harus menjelaskan kemana saja orang itu, siapa penculiknya, dan siapa di belakangnya. ''Kita bersyukur empat aktivis yang diculik itu masih dikembalikan, karena selama ini banyak orang yang hilang tapi tidak jelas siapa yang membawa mereka. Karena itu, adalah hutang besar kalau Polri tidak bisa mengungkap kasus tersebut,''ujarnya. Menurut Rusydi, Komisi I DPR kemungkinan besar akan memanggil Kapolri dalam waktu dekat untuk mempertanyakan kasus penculikan tersebut. Hal itu sangat penting kata dia, karena kalau Polri masih main-main, krisis kepercayaan masyarakat yang sudah terjadi akan makin makin bertambah. Buruk Sementara itu, Wakil Sekretaris Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (F-PDI) Perjuangan DPR, Lukas Karel Degey yang dihubungi Pembaruan, hari Senin (28/8) pagi di Jakarta, mengharapkan pihak kepolisian mengusut sampai menemukan pelaku kasus penculikan empat aktivis Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) asal Bandung Jawa Barat yang dikembalikan pelakunya ke Jakarta dari tiga kota yaitu Solo, Semarang dan Yogyakarta. Sebab penculikan menimbulkan citra buruk bagi DPR/MPR sebagai lembaga tertinggi dan tinggi negara. Penculikan tersebut memberikan kesan buruk pada MPR/DPR. ''Bahwa setiap orang yang menyampaikan aspirasi kepada DPR/MPR bisa diculik. Akibatnya nuansa demokrasi yang dikembangkan sekarang tak ada nilai kemanusiaan seperti diamanatkan Pasal 28 UUD 1945 mengenai kebebasan mengemukakan pendapat,'' kata Degey. Penculikan itu, kata Degey, tidak mungkin dilakukan anggota MPR/DPR. Oleh karena itu, pihak kepolisian harus mengusut agar menemukan siapa sebenarnya yang melakukan penculikan terhadap empat aktivis. Sebab, bukan jamannya lagi, pola culik menculik dikembangkan. Pola demikian seharusnya sudah berakhir bersamaan dengan runtuhnya pemerintahan rezim Orde Baru. Degey mengungkapkan pengusutan seharusnya dikaitkan dengan masalah agraria di Bandung Jawa Barat. Kemungkinan orang-orang yang menguasai tanah milik rakyat di Jawa Barat. Karena tidak mungkin yanng menculik itu anggota DPR/MPR.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Aug 2000 jam 13:48:45 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
