----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Antara, 28 Agustus 2000

MENKO POLSOSKAM PRIORITASKAN PENYELESAIAN KASUS ACEH, MALUKU DAN
IRJA

Jakarta, 28/8 (ANTARA) - Menteri Koordinator Politik Sosial dan
Keamanan (Menko Polkam) Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan akan
memprioritaskan penyelesaian masalah konflik di Aceh, Maluku dan
Irian Jaya (Irja) --kini populer dengan sebutan Papua--dan
segera menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

"Dari kelima prioritas itu, tentu mengemuka bagaimana mencari
format yang paling tepat dan adil serta kosntitusional bagi
penyelesaian masalah di Aceh, Maluku dan Irja. Ini akan menjadi
atensi yang pertama termasuk di dalamnya segera menghadirkan
rasa aman bagi masyarakat," kata Yudhoyono di Jakarta, Senin.

Mantan Menteri Pertambangan dan Energi (Mentamben) yang ditemui
usai acara serah terima jabatan Menko Polsoskam dari pejabat
lama Surjadi Soedirdja itu mengatakan, di berbagai wilayah
Indonesia telah terjadi keecemasan-kecemasan masyarakat yang
harus mendapat perhatian secara sungguh-sunguh dari pemerintah.

"Terus terang di berbagai wilayah terjadi kecemasan masyarakat,
entah karena ketidak-tertiban, kejahatan dan faktor-faktor lain,
demikian juga kalau masyarakat kita terus bertengkar atau
kondisi sosial kita rendah sekali ini pun tidak menghadirkan
ketentraman dan keamanan, menurut saya harus menjadi atensi yang
sungguh-sungguh dari pemerintah," katanya.

Mengenai masalah-masalah yang akan diprioritaskan dalam masa
kerjanya sebagai Menko Polsoskam, Yudhoyono mengajukan lima hal
dengan upaya mencegah disintegrasi bangsa sebagai prioritas yang
pertama.

"Yang kedua menegakkan hukum, keamanan dan ketertiban di seluruh
wilayah Indonesia, yang ketiga mengelola implementasi Otonomi
Daerah dan desentralisasi yang tidak kalah pentingnya," katanya.

Sedangkan yang keempat adalah melanjutkan reformasi di bidang
politik, hukum dan keamanan termasuk reformasi internal TNI dan
Polri dan yang kelima meningkatkan diplomasi global yang bisa
diabdikan untuk kepentingan nasional.

Menanggapi masuknya masalah sosial ke dalam lingkup
pekerjaannya, Yudhoyono mengatakan, jajaran Kesejahteraan Rakyat
dan Pengentasan Kemiskinan (Kesra Taskin) yang dulu
dikoordinasikan oleh Menko Kesra dan Taskin akan dikoordinasikan
oleh Wakil Presiden.
"Tetapi yang berkaitan dengan masalah sosial yang berimplikasi
kepada masalah politik dan keamanan dikoordinasikan oleh kantor
ini (Menko Polsoskam)," katanya.

Ia menambahkan, saat ini Menteri Pendayagunaan Aparatur Nagera
(Menpan) yang baru Ryaas Rasyid sedang mengelaborasi tentang
restrukturisasi mana yang dikoordinasikan oleh Menko Polsoskam,
dan mana yang langsung ditangani oleh Wapres.

27 Juli

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai keterkaitannya dengan
Kasus 27 Juli (penyerbuan kantor DPP PDI di Jl. Diponegoro
Jakarta) Yudhoyono menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum
yang sedang berlangsung.

"Kita warga negara siapapun juga berada sama di muka hukum, kita
berharap semua bisa dilaksanakan dengan baik," katanya.

Dikatakannya, kasus yang terjadi pada tanggal 27 Juli 1996 itu
adalah kasus yang cakupannya luas sekali dan bukan merupakan
pekerjaan oknum melainkan institusi tertentu.

"Harus dibuka secara gamblang letak persoalan secara
sesungguhnya, dan ingat waktu itu saya tidak memegang fungsi
komando, tentu akan jelas nanti siapa yang mengambil keputusan,
yang memberi perintah, yang punya inisiatif, garis komandonya
seperti apa dan sebagainya, saya serahkan sepenuhnya itu,"
tambahnya.

Hingga saat ini, proses pemeriksaan saksi Kasus 27 Juli oleh tim
koneksitas yang dilaksanakan di Pusat Polisi Militer (Puspom)
TNI masih berlansung, Yudhoyono yang pada saat kejadian menjabat
sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya juga akan dimintai
keterangan. (T.PTU07/PTU11/12:26/28/08/:0 12:24/ND08/b
2808001241 NNNN

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 30 Aug 2000 jam 07:49:00 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke