---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- satunet.com, Jumat, 1 September 2000 UNTAET dukung program Indonesia atas pengungsi Laporan Elvy Yusanti satunet.com - UNTAET mendukung niat kabinet baru untuk segera menuntaskan masalah pengungsi di Timor Barat. Hal ini disampaikan oleh ketua pemerintahan administratif sementara PBB di Timtim (UNTAET) Sergio Viera de Mello, usai bertemu dengan Presiden KH Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid di Bina Graha, Jumat. Ia mengatakan dirinya juga sudah menyampaikan kebijakan tersebut kepada masyarakat Timtim dan mereka sepenuhnya mendukung. Hal yang sama juga telah disampaikan Mello kepada Dirjenpol Depliu, Dubes Hasan Wirajuda, saat berkunjung ke Dili beberapa waktu yang lalu termasuk. Dalam kunjungannya ke Jakarta, selain bertemu dengan Gus Dur, Mello juga mengadakan pembicaraan dengan Menlu Alwi Shihab, Menko Sospolkam Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Laksamana Widodo AS, dan Kapolri Jenderal Roesdihardjo. Dalam pembicaraan dengan Presiden, Mello juga menyampaikan pesan dari pemimpin CNRT Xanana Gusmao berkaitan dengan setahun lepasnya wilayah itu dari Indonesia. Xanana, seperti yang dikemukakan Mello, mengatakan bahwa Timtim masih mengedepankan unity, solidarity, dan support berkaitan dengan hubungan kedua negara. Hal ini perlu ditegaskan, dimana ia ingin membangun hubungan kedua negara untuk jangka waktu panjang. Mello juga menyoroti soal kegiatan para milisi yang dikatakan sebagai ekstrimis yang masih mencoba mengganggu dengan cara-cara kekerasan. "Jika hal itu masih terus berlangsung maka rencana pengembalian pengungsi tidak akan pernah berhasil," ujar Mello. Peran milisi menurut dia bukan melemah, tapi justru menguat, termasuk mereka melakukan penyerbuan dan pembunuhan terhadap tentara PBB. Ini menurut dia pelanggaran internasional yang serius. Mello juga melakukan pertemuan dengan Jaksa Agung Marzuki Darusman berkaitan dengan tindak lanjut investigasi dugaan pelanggaran HAM di Timtim. Marzuki menjanjikan proses pengusutan dilanjutkan, namun belum memberitahukan siapa tersangka dan kapan diumumkan. Sementara itu Menko Sospolkam yang mendampingi Gus Dur menegaskan bahwa tidak adil jika Indonesia terus-terusan disalahkan berkaitan dengan terjadinya sejumlah kekerasan di perbatasan Timtim. "PBB harus berpikir bahwa pengungsi-pengungsi perlu dijamin keamanannya dan ia akan membicarakannya dengan Panglima TNI dan Danrem setempat.[cpm] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 4 Sep 2000 jam 07:00:09 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
