----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Seorang Anggota Prihatin
Gus Dur Melawak, Akbar Ikutan

Rabu, 16 Agustus 2000
detikcom - Jakarta,

Suasana ruang sidang paripurna DPR menyambut HUT Kemerdekaan RI riuh. Para
anggota DPR tertawa ngakak tatkala Presiden Gus Dur memberikan sambutan,
banyak selingan humor yang lucu. Namun, lucunya Gus Dur itu di luar sangka
diikuti oleh Ketua DPR Akbar Tanjung.

"Lawakan" Gus Dur hari Rabu (16/8/2000) yang membuat anggota dewan terbahak
adalah saat Presiden menceritakan soal kata "mangga atau monggo" (silakan).
Saat menyatakan demikian, Gus Dur menunjukkan tangannya orang bila bilang
kata "monggo" yakni empat jari digenggam sedang jempolnya dimunculkan.

Artinya apa? "Empat dipegang, yang diberikan satu (jempol)," kata Gus Dur.
Secara tak langsung menggambarkan orang itu pelit. Kontan yang faham soal
dagelan Gus Dur ini, tertawa geli.

"Sukses" memberi lawakan pertama, Gus Dur menambah sebuah dagelan lagi. Kali
ini, tentang penumpang bus kota yang berhimpit-himpitan. Orang itu lantas
sekarat.

Nah, saat itu seorang penumpang sebelahnya memberikan nasihatnya agar orang
sekarat itu menyebut asma Allah (nyebut). "Tapi, rupanya orang yang diberi
saran itu non muslim, sehingga cuma bisa bilang 'Garogool..garogol'
(Grogol)," kata Gus Dur.

Setelah itu, anggota dewan langsung tertawa lepas, ngakak sepuas-puasnya.
Sebelum tertawa dewan habis, Gus Dur menjelaskan makna dari cerita lucunya
itu adalah bahwa "Kita semua mesti bertenggangrasa dan saling mengerti,"
kata Gus Dur.

Tak lama setelah itu, Gus Dur menutup pengantar pidato kenegaraannya. Ee..
di luar dugaan, Akbar Tanjung pun ikutan. Dia bilang untuk menyebut kata
Horas, antara orang Batak dan Jawa itu beda. Kalau orang Batak bilang Horas!
(nada tinggi kencang dan cepat), tapi kalau orang Jawa cara menyebutnya
Horraaas...(datar, lambat, dan lemah).

Tentu saja hal ini disambut anggoat dewan dengan tertawa sekeras-kerasnya.
Sebelum Akbar mengakhiri candanya, anggota DPR dari Partai Keadilan
Soenmandjaja melakukan interupsi. "Saya prihatin," katanya.

Tapi apa dikata, interupsi Soenmandjaja itu malah mendapat nada sumbang dari
anggota dewan yang terlanjur terpingkal dengan lawakan Gus Dur dan Akbar.
"Sudah...sudah...huuu."

Wah, kalah ketoprak humor!***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Aug 2000 jam 08:44:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke