----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Jacob Tobing Kena Tuding 'Membidani' Gagalnya Komisi A

Anggota Komisi A MPR dari Fraksi Reformasi Nurdiati Akma menilai, kegagalan
Komisi A MPR menuntaskan tugasnya membahas seluruh materi amandemen tahap
kedua UUD'45, tidak terlepas dari faktor Ketua Komisi Jacob Tobing, yang
tidak menjalankan tugasnya dengan baik.

"Salah satu penyebabnya (kegagalan itu) adalah adanya keengganan Ketua
Komisi untuk mengarahkan forum komisi agar memanfaatkan waktu secara
efisien," kata Nurdiati Akma seusai mengikuti rapat pleno terakhir Komisi A
di Jakarta, Senin malam.

Di awal-awal persidangan, Nurdiati melanjutkan, ketua selalu membiarkan
semua anggota berbicara tanpa adanya batasan waktu, padahal tidak ada
perbedaan prinsip yang mengemuka dalam perdebatan.

"Semua orang diberi kesempatan berbicara, seperti tidak ada batasan waktu
saja, sementara alokasi waktu yang diberikan juga tidak pernah ada
penambahan," tutur Nurdiati seraya melanjutkan, "Jadi saya melihat, ada
unsur kesengajaan dari pimpinan untuk mengulur-ulur waktu".

Senada dengan Nurdiati, staf pengajar Fisipol UI yang menjadi peninjau ST
MPR 2000 Chusnul Mariyah PhD, menuut JPO mengatakan Jacob Tobing selaku
Ketua Komisi A menyumbang kontribusi yang tidak kecil bagi kegagalan komisi
itu menunaikan tugas-tugasnya.

Chusnul melihat adanya upaya mengulur-ulur waktu tersebut atas dasar
komitmen Fraksi PDI Perjuangan yang sejak awal telah menolak dilakukannya
amandemen UUD 45 tersebut.
"Posisi Jacob sebagai Ketua Komisi sangat strategis untuk melakukan delaying
tactic (taktik mengulur waktu) tersebut," ujarnya.

Namun demikian, Chusnul berpendapat yang harus dipertanyakan bukan hanya
Jocob Tobing seorang saja, tetapi juga anggota MPR lainnya yang tidak
mempertanyakan agenda prioritas yang harus dibahas dalam forum yang relatif
singkat itu.

Sementara itu, menanggapi kemungkinan rakyat merasa kecewa karena tuntutan
reformasi tidak berjalan tuntas, Nurdiati Akma mengatakan wajar apabila hal
itu terjadi.

"Itu adalah hak mereka, tetapi kami sebagai anggota komisi telah berupaya
maksimal untuk menyelesaikannya. namun semua itu terbentur karena sejak awal
ada keengganan pimpinan untuk menyelesaikan tugas ini," demikian
Nurdiati.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Aug 2000 jam 08:45:17 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke